SMARTPEKANBARU.COM – Pelaksana Tuga ( Plt ) Gubenur Riau, SF Hariyanto, Ketua umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita ( BKOW ) dan peserta tari zapin massal sempat tegang saat pengumuman usai kegiatan pemecahan rekor tari zapin massal di Jalan Gajah Mada Sabtu (11/1/2026).
Saat itu Yan Triono Ari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) diminta untuk mengumumkan terkuat pencapaian tari zapin massal yang ditaja oleh BKOW Riau.
Dalam pengumumannya, Yan Triono mengatakan bahwa tari zapin merupakan warisan budaya tak benda.
Lewat tari zapin Meskom yang merupakan khas Kabupaten Bengkalis ini, jumlah peserta telah melebihi rencana awal.
Namun, Triono dengan mimik dan suara yang serius mengatakan bahwa tari zapin massal tidak bisa dimasukkan dalam rekor nasional.
“Dengan berat hati, kami menyampaikan bahwa kegiatan tari zapin massal ini tidak bisa dimasukkan dalam rekor nasional,”ungkap Triono.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan pejabat lain yang hadir diatas panggung sempat terdiam. Demikian juga peserta yang masih menantikan apakah usaha mereka memecahkan rekor benar-benar terbukti.
“Namun, kami memasukkan dalam rekor dunia,” sambung Triono yang disambut sorak-sorai peserta.
Wajah Plt Gubernur Riau, Ketua Umum BKOW Riau, Adriyas Hariyanto yang awalnya tegas langsung berubah sumringah .
Dari data panitia, tercatat peserta yang ikut berjumlah 6086 orang yang terdiri dari organisasi wanita seluruh Riau, Dharma Wanita, sekolah setingkat SMA sederajat.
Tari zapin massal ini memperagakan zapin Meskom yang merupakan tari zapin dari Kabupaten Bengkalis.
Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto mengatakan bahwa untuk merealisasikan kegiatan tari zapin massal peserta telah latihan selama dua bulan penuh.
“Saya ucapkan terimakasih kepada peserta yang dengan sabar dan determinasinya sampai saat ini. Dan tenrunsaja dua bulan yang intens telah membuahkan hasil,” ujarnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
