SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menyiapkan langkah-langkah implementasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026. Saat ini, Pemkab tengah menggodok Peraturan Bupati (Perbub) sebagai dasar pelaksanaan UMK tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi Kepulauan Meranti, Eko Priyono, mengatakan bahwa penetapan UMK 2026 menjadi tahapan awal sebelum masuk ke proses pelaksanaan di lapangan.
“Pasca UMK tahun 2026 ditetapkan, saat ini kami sedang menggodok Perbub untuk implementasi dan pelaksanaan UMK tersebut,” ujar Eko kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (11/1/2025)
Ia menjelaskan, penerapan UMK tidak dilakukan secara terburu-buru.
Pemerintah daerah akan menjalankan tahapan secara perlahan dan terukur.
Setelah Perbub selesai, pihaknya akan melakukan sosialisasi serta membuka ruang dialog dengan pihak-pihak terkait.
“Nanti setelah Perbub terbit, kita akan lakukan sosialisasi dan perbincangan dengan pengusaha, termasuk pelaku UMKM,” jelasnya.
Eko mengakui, penerapan UMK secara menyeluruh tidak mudah dilakukan.
Kondisi perekonomian daerah, kemampuan usaha, serta besaran omzet pengusaha menjadi pertimbangan penting dalam implementasi kebijakan tersebut.
“Tidak kita pungkiri, untuk implementasi UMK ini mungkin tidak bisa kita paksakan untuk berlaku secara merata, mengingat kondisi ekonomi masyarakat dan kemampuan pengusaha,” ujarnya.
Saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi juga tengah melakukan pemetaan jumlah pengusaha dan tenaga kerja di Kepulauan Meranti.
Langkah ini dinilai penting sebagai dasar kebijakan ke depan.
“Untuk saat ini kita baru melakukan pemetaan jumlah pengusaha maupun tenaga kerja. Harus diakui, pada tahun-tahun sebelumnya hal tersebut belum dilakukan secara optimal,” katanya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Eko menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen agar UMK dapat diterapkan secara bertahap dan realistis.
“Yang pasti, kami tetap bekerja agar UMK ini bisa dilaksanakan. Namun tentu tidak bisa tergesa-gesa, menyesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah kita sendiri,” pungkasnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
