SMARTPEKANBARU.COM- Harapan Indonesia di ajang German Open 2026 kini tersisa pada “1,5” wakil pasca berakhirnya babak 16 besar di Westenergie Sporthalle, Muelheim an der Ruhr, Jumat (27/2/2026) dini hari WIB. Dari dua amunisi ganda putri yang bertarung, langkah Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu terpaksa terhenti. Pasangan anyar ini harus mengakui ketangguhan unggulan kelima asal Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe, lewat kekalahan dua gim langsung 13-21 dan 17-21.
Hasil ini menjadi pencapaian maksimal bagi Apri/Lanny di Jerman sebelum mereka dijadwalkan tampil rangkap pada turnamen Ruichang China Masters 2026 mendatang. Sementara itu, representasi Indonesia yang masih bertahan adalah duet ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta Gloria Emanuelle Widjaja yang bertanding di sektor ganda campuran bersama pemain Singapura, Hee Yong Kai Terry.
Penampilan impresif ditunjukkan oleh Gloria/Terry saat mengandaskan perlawanan unggulan keempat asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Melalui duel sengit rubber game yang berakhir dengan skor 21-19, 15-21, dan 21-11, pemain binaan PB Djarum tersebut berhasil melaju ke babak perempat final. Ini merupakan pencapaian delapan besar kedua mereka dari tiga turnamen perdana yang mereka ikuti sebagai pasangan lintas negara.
Pada babak perempat final nanti, Terry/Gloria akan menghadapi tantangan berat dari unggulan kelima asal Malaysia, pasangan suami-istri Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Mengingat kedua pasangan ini belum pernah bertemu sebelumnya, laga ini diprediksi akan menjadi ujian krusial bagi konsistensi karier Terry/Gloria di kancah internasional.
Di sisi lain, tumpuan medali di sektor ganda putri kini berada di pundak Tiwi/Fadia yang baru saja merengkuh gelar juara Thailand Masters 2026. Duet ini tampil sangat solid saat menyingkirkan unggulan kedua dari Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, dengan skor telak 21-13 dan 21-14. Di babak delapan besar, mereka memiliki peluang besar untuk melaju ke semifinal karena dijadwalkan bertemu wakil non-unggulan asal Hong Kong, Lui Lok Kok/Tsang Hiu Yan.
Kejutan besar justru mewarnai sektor ganda putra saat unggulan pertama asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, tumbang secara tragis. Anak didik Herry IP tersebut secara mengejutkan ditaklukkan oleh pasangan peringkat 89 dunia asal Prancis, Julien Maio/William Vileger, dalam dua set langsung 15-21 dan 22-24. Kekalahan peringkat dua dunia ini menjadi salah satu upset paling mencolok sepanjang turnamen German Open tahun ini.
Sumber : Tribun
