SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Provinsi Riau bersiap menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) skala besar pada Maret 2026 mendatang. Agenda strategis ini dilaksanakan bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) sebagai bentuk penguatan mitigasi bencana asap nasional.
Rencana besar tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi virtual di Kantor Gubernur Riau pada Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini membahas sejumlah poin krusial, mulai dari lokasi kegiatan hingga sinkronisasi personel gabungan yang akan diturunkan di lapangan.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa pemilihan Riau sebagai pusat kegiatan didasari pertimbangan geografis. Riau dinilai sebagai wilayah prioritas utama karena memiliki lahan gambut luas yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.
Jenderal Djamari menekankan bahwa penguatan kesiapsiagaan di Bumi Lancang Kuning sangat mendesak bagi stabilitas wilayah. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi asap lintas batas negara yang berdampak buruk terhadap sektor ekonomi serta kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah nyata, Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla yang berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Masa siaga yang cukup panjang ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem tahun ini.
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi menyatakan dukungan penuh dan memastikan seluruh perangkat daerah, mulai dari BPBD hingga dinas terkait, telah bersinergi. Apel kesiapsiagaan ini rencananya akan dipusatkan di Pangkalan TNI AU (Lanud) Roesmin Nurjadin.
Syahrial optimis koordinasi lapangan sudah sangat siap mendukung kehadiran Menko Polkam guna memastikan Riau bebas dari bencana asap. Pemerintah daerah berkomitmen menekan munculnya titik panas (hotspot) di berbagai wilayah rawan kebakaran.
Sumber: media center riau
