SMARTPEKANBARU.COM — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan jaminan penuh terhadap akses layanan medis bagi masyarakat selama periode libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kemenkes akan tetap beroperasi penuh untuk menangani kondisi gawat darurat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik yang sering kali dibarengi dengan peningkatan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan mendadak.
Selama masa libur nasional yang dijadwalkan pada 20–24 Maret 2026, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipastikan tetap terbuka selama 24 jam nonstop. Tidak hanya layanan dasar, fasilitas vital seperti tindakan operasi darurat hingga ketersediaan alat pemindaian CT Scan untuk penanganan pasien stroke tetap disiagakan. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden guna memastikan masyarakat tidak kehilangan akses pada tindakan medis esensial meskipun di hari besar keagamaan.
Guna mendukung kelancaran layanan di seluruh Indonesia, Kemenkes telah memobilisasi ribuan fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai daerah. Secara akumulatif, terdapat 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, serta 119.372 unit Public Safety Center (PSC) yang berada dalam status siaga. Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan juga diaktifkan di 31 provinsi, termasuk di sepanjang jalur mudik utama guna memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada para musafir.
Kesiapan infrastruktur medis ini juga didukung oleh keberadaan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan yang akan memantau potensi risiko kesehatan di pintu-pintu masuk wilayah. Penyiagaan tenaga kesehatan secara bergilir (sistem piket) menjadi strategi utama agar kualitas pelayanan tidak menurun meski jumlah kunjungan pasien diprediksi meningkat. Pemerintah berharap dengan distribusi fasilitas yang merata, waktu tanggap penanganan darurat dapat dipangkas secara signifikan untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Di sisi lain, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi kualitas layanan tersebut. Karena kesehatan merupakan layanan publik yang bersifat esensial, masyarakat didorong untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika menemukan kendala atau maladminstrasi di lapangan. Pengaduan dapat dilakukan melalui portal www.lapor.go.id atau dengan memindai barcode Survei Kepuasan Masyarakat yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan.
Masukan dan laporan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi mendalam bagi Kemenkes untuk terus memperbaiki standar operasional di setiap rumah sakit. Sinergi antara penyedia layanan dan pengguna jasa ini diharapkan menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih transparan dan responsif. Dengan adanya kepastian layanan IGD yang tetap buka, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga selama merayakan momen kemenangan Idulfitri.
Sumber : Tribun
