SMARTPEKANBARU.COM — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, jutaan masyarakat mulai bersiap melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Perjalanan panjang yang kerap memakan waktu belasan hingga puluhan jam menuntut kondisi fisik tetap prima agar terhindar dari stres dan kelelahan ekstrem. Ahli kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama membagikan panduan praktis yang disingkat menjadi “MUDIK” (Menyiapkan bekal, Upayakan tubuh bugar, Dalam perjalanan jaga kebersihan, Istirahat saat lelah, dan Kendaraan dalam keadaan baik) agar momen pulang kampung menjadi pengalaman yang sehat dan menyenangkan.
Langkah pertama dalam akronim tersebut adalah Menyiapkan bekal yang cukup, mulai dari makanan, minuman, hingga obat-obatan pribadi. Bagi pemudik dengan riwayat penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, sangat disarankan untuk melakukan cek kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat. Persiapan ini penting untuk mengantisipasi jika terjadi kemacetan panjang yang membuat waktu tempuh menjadi tidak terprediksi, sekaligus memastikan penanganan mandiri jika gejala penyakit muncul di tengah perjalanan.
Selanjutnya, Upayakan kondisi tubuh bugar sebelum memegang kemudi. Hindari memaksakan diri berkendara jika baru saja menyelesaikan pekerjaan seharian yang menguras energi. Pemilihan waktu keberangkatan juga menjadi kunci; hindari puncak arus mudik jika memungkinkan untuk meminimalkan waktu tunggu di jalan. Bagi yang membawa anak-anak, siapkan hiburan non-gadget seperti buku bacaan atau permainan sederhana agar mereka tetap nyaman dan tidak rewel selama menempuh jarak ratusan kilometer.
Selama Dalam perjalanan, aspek kebersihan harus tetap menjadi prioritas utama. Kebiasaan mencuci tangan dan tidak membuang sampah sembarangan harus terus dijaga demi kesehatan bersama. Pemudik juga diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan Pos Kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik jika merasa ada gangguan kesehatan. Selain itu, pastikan status imunisasi keluarga, terutama campak, sudah lengkap mengingat adanya peningkatan kasus di beberapa daerah tujuan mudik agar tidak terjadi penularan saat berkumpul dengan keluarga besar.
Poin krusial lainnya adalah Istirahat saat lelah dan jangan pernah memaksakan diri demi mengejar waktu sampai. Secara umum, pengemudi disarankan untuk beristirahat setiap 4 jam perjalanan. Hindari konsumsi minuman berenergi atau kafein secara berlebihan sebagai pengganti istirahat, karena kelelahan merupakan faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas. Setibanya di kampung halaman setelah perjalanan panjang, berikan waktu bagi tubuh untuk berelaksasi terlebih dahulu sebelum memulai rangkaian kunjungan ke rumah kerabat.
Terakhir, pastikan Kendaraan dalam keadaan baik dengan melakukan servis menyeluruh sebelum berangkat. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, siapkan skenario transit antar moda transportasi agar tidak terlalu melelahkan. Ahli kesehatan juga sangat menyarankan untuk menghindari penggunaan sepeda motor untuk jarak jauh, terutama jika membawa barang berlebih dan anak kecil. Dengan mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas, diharapkan seluruh pemudik dapat sampai di tujuan dengan selamat dan dapat merayakan lebaran dalam kondisi sehat walafiat.
Sumber : Tribun
