SMARTPEKANBARU.COM- Infeksi cacing gelang atau ascariasis masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di Indonesia. Dokter Spesialis Anak, dr. Tita Natalia Manurung, Sp.A., M.Ked.Klin, menjelaskan bahwa tingkat keparahan gejala sangat bergantung pada jumlah cacing yang bersarang di dalam saluran pencernaan anak.
Pada tingkat infeksi ringan, gejala yang muncul biasanya cenderung umum seperti mual dan muntah biasa. Namun, jika infeksi sudah masuk dalam kategori berat, kondisi anak dapat memburuk secara signifikan. Keluhan yang muncul bisa berupa muntah hebat, diare kronis, hingga penurunan berat badan drastis yang berisiko menyebabkan malnutrisi atau gizi buruk pada anak.
Salah satu tanda bahaya yang paling krusial bagi orang tua adalah risiko terjadinya sumbatan pada usus akibat gumpalan bola cacing. Kondisi ini ditandai dengan nyeri perut yang sangat hebat, anak tidak bisa buang air besar (konstipasi total), serta muntah dalam frekuensi tinggi. Gejala ini mengindikasikan adanya potensi penyumbatan atau bahkan kebocoran usus yang memerlukan penanganan medis segera.
Selain masalah pencernaan, diare berkepanjangan akibat ascariasis juga berisiko menyebabkan dehidrasi berat. Orang tua diminta waspada jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kesadaran seperti mudah mengantuk, frekuensi buang air kecil berkurang, mata cekung, serta bibir yang tampak sangat kering. Kondisi ini merupakan fase kritis yang membutuhkan pertolongan dokter tanpa penundaan.
Sebagai langkah pertolongan pertama, pemberian obat cacing antelmintik seperti albendazole, mebendazole, atau pirantel pamoat dianjurkan untuk membasmi parasit tersebut. Namun, jika cacing mulai keluar dari mulut atau hidung, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan medis yang cepat sangat menentukan pemulihan kondisi fisik anak dari serangan parasit ini.
Di sisi lain, dr. Tita menekankan bahwa pencegahan tetap merupakan strategi terbaik. Orang tua diimbau untuk membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun, memastikan konsumsi air bersih, serta rutin memotong kuku anak. Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan kunci utama agar anak terhindar dari siklus penularan telur cacing gelang di kehidupan sehari-hari.
Sumber : Tribun
