SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat upaya peningkatan cakupan imunisasi anak melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi. Dalam pelaksanaannya, Pemko Pekanbaru tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga menggandeng berbagai unsur masyarakat seperti TNI, Polri, tokoh agama, hingga pemuka adat untuk membantu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pihak dinilai mampu memperluas jangkauan program imunisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah atau tenaga kesehatan saja, melainkan membutuhkan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung Nugroho usai membuka Rapat Koordinasi Akselerasi Imunisasi yang digelar di Ballroom Dang Merdu Bank Riau Kepri. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus menyamakan langkah dalam mempercepat pelaksanaan program imunisasi di Kota Pekanbaru.
Agung menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan imunisasi di kota besar seperti Pekanbaru adalah memberikan pemahaman yang benar kepada para orang tua terkait manfaat imunisasi. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dinilai perlu lebih bijak dalam memilah informasi yang beredar, terutama informasi yang belum tentu memiliki dasar medis yang jelas.
Menurutnya, masih terdapat sebagian masyarakat yang merasa ragu terhadap imunisasi akibat pengaruh informasi yang tidak akurat. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat edukasi secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektor. Dengan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat keamanan, pemerintah berharap pesan mengenai pentingnya imunisasi dapat diterima lebih luas dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi di Kota Pekanbaru. Pemerintah ingin memastikan setiap anak memperoleh hak kesehatan yang sama melalui imunisasi lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menyebutkan bahwa pemerintah kota terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit menular pada anak. Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu bentuk perlindungan dasar yang sangat penting untuk menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
Dedy mengatakan bahwa peningkatan cakupan imunisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah hingga akhir tahun 2026. Berbagai strategi pun telah disiapkan guna mencapai target tersebut, termasuk pelaksanaan sweeping imunisasi dan penguatan layanan posyandu di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.
Program sweeping imunisasi dilakukan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Melalui kegiatan tersebut, petugas kesehatan akan melakukan pendataan sekaligus mengunjungi wilayah-wilayah tertentu agar anak-anak yang belum menerima imunisasi dapat segera mendapatkan layanan kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu dinilai memiliki peran penting karena lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi tempat utama bagi orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak, termasuk jadwal imunisasi rutin.
Dedy menjelaskan bahwa penguatan layanan posyandu dilakukan melalui peningkatan koordinasi dengan kader kesehatan serta penyediaan layanan imunisasi yang lebih mudah diakses masyarakat. Pemerintah berharap keberadaan posyandu dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi sejak dini.
Tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi mengenai manfaat imunisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa imunisasi merupakan langkah efektif untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya seperti campak, polio, difteri, hingga hepatitis.
Menurut Dedy, rendahnya cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko munculnya kembali penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong partisipasi aktif masyarakat agar membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Pemko Pekanbaru juga menargetkan peningkatan posisi capaian imunisasi di tingkat Provinsi Riau. Hingga akhir tahun 2026, pemerintah berharap Kota Pekanbaru dapat masuk dalam tiga besar daerah dengan cakupan imunisasi terbaik di Provinsi Riau.
Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh pihak dapat bekerja sama secara maksimal. Pemerintah optimistis bahwa melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, serta penguatan layanan kesehatan, cakupan imunisasi di Kota Pekanbaru akan terus mengalami peningkatan.
Selain untuk melindungi kesehatan anak-anak, keberhasilan program imunisasi juga diharapkan mampu menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity di tengah masyarakat. Dengan tingginya cakupan imunisasi, risiko penyebaran penyakit menular dapat ditekan sehingga lingkungan masyarakat menjadi lebih sehat dan aman.
Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa upaya percepatan imunisasi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, kader kesehatan, dan masyarakat, program imunisasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh anak di Kota Pekanbaru.
Sumber: Tribun Pekanbaru
