SMARTPEKANBARU.COM- Pasca hasil imbang kontra Garudayaksa FC, skuad PSPS Pekanbaru langsung mengalihkan fokus pada persiapan intensif. Tim berjuluk Askar Bertuah ini dijadwalkan melakoni laga tandang yang diprediksi sarat gengsi melawan PSMS Medan pada penghujung Maret 2026. Laga ini bukan sekadar rutinitas kompetisi, melainkan pertaruhan harga diri demi mengamankan eksistensi mereka di kasta kedua sepak bola Indonesia.
Hingga laga ketiga putaran ketiga Championship Liga 2, posisi PSPS masih stagnan di peringkat kedelapan klasemen dengan raihan 24 poin. Margin yang sangat tipis hanya terpaut dua angka dari Persekat di zona degradasi menjadi sinyal bahaya bagi armada Aji Santoso. Dengan hanya mengemas tiga poin dari tiga laga terakhir, PSPS dituntut untuk segera memutus tren hasil imbang jika tidak ingin terperosok lebih dalam ke zona merah.
Manajemen dan tim pelatih kini tengah membedah evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Fokus utama tertuju pada tumpulnya lini depan yang baru mencetak tiga gol dari tiga pertandingan, serta koordinasi lini belakang yang masih menyisakan celah. Aji Santoso dipaksa memutar otak untuk menyeimbangkan komposisi skuad, mengingat dua partai tandang berat melawan PSMS Medan dan Sriwijaya FC sudah di depan mata.
Eksperimen taktik menjadi salah satu instrumen penting bagi sang arsitek lapangan. Aji Santoso telah menunjukkan fleksibilitas strategi yang cukup menjanjikan, seperti transisi penggunaan tiga bek tengah (three-man defense) saat menahan gempuran Adhyaksa FC. Skema defensif 5-4-1 tersebut terbukti efektif menetralisir agresivitas lawan dan diharapkan kembali menjadi senjata rahasia dalam mencuri poin di markas lawan.
“Adaptasi formasi adalah kunci. Perubahan dari dua menjadi tiga center back terbukti mampu meminimalkan peluang berbahaya lawan. Kami terus mematangkan taktik ini sambil mengasah ketajaman transisi positif tim,” ungkap Aji Santoso dalam sebuah kesempatan evaluasi. Kemampuan sang pelatih dalam memahami karakter pemain menjadi modal penting dalam mengarungi sisa kompetisi yang kian kompetitif.
Dengan selisih poin di puncak klasemen yang kian menjauh, target bertahan di Liga 2 menjadi prioritas paling pragmatis bagi PSPS Pekanbaru saat ini. Sisa waktu jelang laga tandang di akhir Maret akan dimaksimalkan untuk penguatan fisik dan pemantapan strategi. Seluruh elemen tim kini membawa misi tunggal mengamankan poin maksimal demi mengunci posisi di klasemen dan menjauh dari ancaman degradasi.
Sumber : Tribun Pekanbaru
