Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • HoTD Telkom Dumai Lakukan Kunjungan dan Silaturahmi ke Manajemen Kumon Dumai Ordinary News
  • Lelang 20 Jabatan Kepala OPD Riau Dibuka! Gubri Cari Pejabat Berintegritas dan Kompeten Ordinary News
  • RS Awal Bross Hangtuah Gandeng Telkom Riau dalam Pengembangan Layanan Digital Ordinary News
  • LAM Riau Minta PKL di Sepanjang Jalan Diponegoro Ditertibkan News Update
  • DPRD – Bapenda Pekanbaru Bahas Formulasi Pengurangan PBB 300 Persen News Update

Waspada Amnesia Imun Akibat Campak Risiko Pneumonia hingga Ancaman Kematian pada Anak

Posted on 2 Maret 20262 Maret 2026 By Davira Febriana

SMARTPEKANBARU.COM – Di balik gejala ruam merah yang tampak sederhana, penyakit campak menyimpan ancaman komplikasi serius yang berpotensi merusak sistem kekebalan tubuh dalam jangka panjang. Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, mengingatkan bahwa dampak campak melampaui sekadar demam tinggi dan bintik merah pada kulit.

Dalam sesi taklimat media secara virtual pada Sabtu (28/2/2026), Prof. Anggraini menyoroti pneumonia sebagai penyebab kematian tertinggi pada pasien campak. Berdasarkan data klinis, sekitar 86 persen kasus kematian akibat campak dipicu oleh komplikasi infeksi paru-paru atau pneumonia tersebut. Kondisi ini diperparah dengan munculnya risiko anak menjadi lebih rentan sakit pasca-infeksi.

Fenomena medis yang patut diwaspadai adalah immunological amnesia atau amnesia sistem imun. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan memori terhadap berbagai penyakit yang sebelumnya sudah dikenali oleh sistem pertahanan tubuh. Akibatnya, anak yang pernah terinfeksi campak akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan jauh lebih rentan terhadap infeksi kuman lain selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun ke depan.

Selain pneumonia, campak juga dapat memicu berbagai komplikasi berat lainnya seperti diare akut, infeksi telinga yang berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen, hingga kerusakan saraf. Salah satu risiko yang paling mematikan adalah Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), sebuah penyakit degeneratif otak progresif yang bersifat fatal akibat menetapnya virus campak di dalam tubuh.

Yang mengkhawatirkan, dampak SSPE tidak langsung terlihat saat anak terinfeksi, melainkan dapat muncul sebagai bom waktu hingga 23 tahun kemudian. Mengingat sifat virus ini yang menular melalui udara (airborne), satu pasien positif campak secara statistik mampu menularkan virus kepada 18 orang lainnya. Virus tersebut bahkan dilaporkan dapat bertahan melayang di udara selama lebih dari dua jam.

Melihat fakta medis tersebut, campak jelas bukan merupakan penyakit ringan yang bisa disepelekan, terutama bagi anak-anak dengan kondisi gizi buruk atau yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Kesadaran kolektif dari orang tua untuk memahami bahaya laten campak menjadi kunci utama dalam melindungi generasi masa depan dari dampak kesehatan yang fatal.

Sumber : Tribun

Health, Hospital, News Update

Navigasi pos

Previous Post: Harga Emas Pegadaian Kembali Cetak Rekor, Tembus Rp 3,1 Juta Lebih per Gram Hari Ini
Next Post: Prioritaskan Infrastruktur Pendidikan, Pemprov Riau Segera Perbaiki Jalan Rusak Menuju SMAN 8 Dumai

Related Posts

  • Momentum Emas Askar Bertuah, Hasil Imbang Persikad vs PSMS Buka Jalan PSPS Pekanbaru ke Papan Tengah Football
  • Pilih Panelis Debat Kedua, KPU Riau Minta Pendapat Masyarakat News Update
  • Dua Gajah Ikut Membacakan Pembukaan UUD di Upacara HUT RI di Balai BKSDA Riau News Update
  • Pedagang Beras Jagung di Polewali Mandar Untung Tiga Kali Lipat Akibat Lonjakan Harga Beras Economy
  • Telkom Solution, Strategi Layanan Telkom Fokus pada Segmen B2B Highlights
  • Naik Hingga 300 Persen, Pemkot Pekanbaru akan Revisi Perda PBB News Update

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Pemprov Riau Segel Lokasi Galian C Ilegal PT Azul Makona Kreasindo Kampar Government
  • Gubernur Riau Abdul Wahid Lantik Evenri Sihombing sebagai Kepala BPKP Perwakilan Riau Government
  • Batik Merawit Jadi Tema Hari Batik Nasional 2025, Ini Maknanya Lifestyle
  • Perbaikan Jalan Serayu Disorot DPRD, Anggaran Rp 2,4 Miliar Dinilai Perlu Merata News Update
  • Hadapi Potensi Ancaman Banjir, Sejumlah Anggota DPRD Riau Tinjau Kesiapan PLTA Koto Panjang Kampar Government
  • Ibu Murid PAUD Tuntut Pertanggungjawaban Istri Anggota DPRD Kampar Government
  • Teknologi Deteksi Cemaran Jadi Sorotan di SIAL Interfood 2025 Technology
  • Soft Skill yang Dibutuhkan Gen Z dalam Persaingan Kerja yang Sulit Lifestyle

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme