SMARTPEKANBARU.COM – Anggota DPRD Riau, Adrias, menyatakan bahwa dirinya telah secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setelah menerima teguran dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Teguran tersebut diberikan menyusul ketidakhadirannya dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PKB se-Riau yang dilaksanakan di Pekanbaru beberapa waktu lalu. Adrias menjelaskan bahwa langkah permintaan maaf tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politiknya sebagai kader partai, sekaligus upaya untuk menjaga hubungan baik serta kedisiplinan internal organisasi.
Teguran dari DPP PKB tersebut tidak hanya ditujukan kepada Adrias, tetapi juga diberikan kepada satu anggota DPRD Riau lainnya, yakni Misliadi. Keduanya diketahui tidak menghadiri agenda Muscab yang dinilai sebagai kegiatan penting dalam konsolidasi partai di tingkat daerah.
Ketidakhadiran dua kader tersebut menjadi perhatian serius dari pihak DPP, mengingat Muscab merupakan forum strategis untuk penguatan struktur dan arah kebijakan partai di wilayah Riau.
Adrias kemudian memberikan penjelasan bahwa ketidakhadirannya dalam Muscab PKB se-Riau bukanlah tanpa alasan yang jelas. Ia mengungkapkan bahwa pada waktu yang bersamaan dirinya telah memiliki agenda kunjungan kerja ke Jakarta yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.
Agenda tersebut, menurutnya, tidak dapat dibatalkan begitu saja karena telah melalui perencanaan dan penugasan resmi yang mengikat. “Saya itu waktu Muscab serentak PKB se-Riau sudah mengambil kunjungan kerja ke Jakarta,” ujar Adrias saat memberikan klarifikasi.
Lebih lanjut, Adrias juga menjelaskan bahwa undangan untuk menghadiri Muscab diterimanya dalam waktu yang sangat terbatas, yakni mendekati pelaksanaan kegiatan. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan penyesuaian jadwal ataupun membatalkan agenda yang telah lebih dulu ditetapkan.
Ia menilai keterlambatan penyampaian undangan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan dirinya tidak dapat hadir. “Undangannya itu baru sampai sore, jadi saya tidak tahu. Ternyata saya sudah di posisi seperti ini, tapi undangannya tidak ada sebelumnya,” jelasnya.
Meski telah memberikan alasan terkait ketidakhadirannya, Adrias tetap mengakui bahwa situasi tersebut merupakan bentuk kekhilafan dari dirinya sebagai kader partai. Ia menyadari bahwa sebagai bagian dari struktur partai, kehadiran dalam agenda resmi seperti Muscab merupakan hal yang penting dan seharusnya menjadi prioritas.
Oleh karena itu, ia tidak menghindari tanggung jawab atas kejadian tersebut. “Tetapi itu mungkin kesalahan saya. Saya minta maaf. Kita manusia biasa, tidak luput dari kesalahan,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam memperbaiki kesalahan, Adrias menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui surat kepada pihak partai.
Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen untuk tetap menjaga etika organisasi serta menunjukkan sikap profesional dalam menjalankan peran sebagai kader PKB, tanpa memandang posisi atau latar belakang pribadi. “Saya sudah bersurat dan minta maaf. Kalau kita punya kesalahan, ya harus minta maaf, walaupun kita siapa, walaupun istri Plt Gubernur,” ujarnya.
Ke depan, Adrias berkomitmen untuk lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan struktur partai, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi informasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, serta memastikan bahwa setiap agenda partai dapat diikuti dengan baik oleh seluruh kader yang memiliki tanggung jawab politik.
Sebelumnya, dalam pembukaan Muscab serentak PKB se-Riau, perwakilan DPP secara terbuka menyampaikan teguran kepada dua anggota DPRD Riau yang tidak hadir, yaitu Adrias dari fraksi PKB dapil Kampar dan Misliadi dari dapil Bengkalis. Teguran tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader akan pentingnya kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan tugas serta menghadiri agenda resmi partai.
Sumber: TribunPekanbaru.com
