SMARTPEKANBARU.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan untuk periode 20 hingga 26 Mei 2026. Penurunan ini diputuskan dalam rapat tim penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Turunnya harga TBS disebut dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasar pada periode berjalan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Vera Virgianti, menjelaskan bahwa harga pembelian TBS petani sawit untuk satu pekan ke depan turun menjadi Rp 3.866,90 per kilogram. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni sebesar Rp 33,56 per kilogram atau turun sekitar 0,86 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Vera, penurunan harga kali ini tidak terlepas dari melemahnya harga jual CPO dan kernel. Harga CPO tercatat turun sebesar Rp 343,18 per kilogram dibandingkan minggu sebelumnya. Sementara itu, harga kernel juga mengalami penurunan sebesar Rp 308,72 per kilogram. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penetapan harga TBS petani sawit di Riau.
Ia menjelaskan bahwa penetapan harga TBS mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 mengenai pembelian TBS produksi pekebun mitra. Selain itu, penetapan harga juga menggunakan hasil kajian rendemen terbaru dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan sebagai dasar perhitungan.
Pada periode ini, indeks K yang digunakan ditetapkan sebesar 93,30 persen. Sementara itu, harga cangkang berada di angka Rp 19,15 per kilogram. Adapun harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp 15.191,67 per kilogram dan harga kernel KPBN mencapai Rp 14.828,00 per kilogram.
Vera menegaskan bahwa tim penetapan harga terus berupaya menjaga tata kelola yang transparan dan adil bagi seluruh pihak, baik perusahaan maupun petani sawit. Pemerintah daerah berharap penurunan harga ini tidak terlalu berdampak terhadap kesejahteraan petani plasma dan stabilitas industri sawit di Riau tetap terjaga.
Berikut rincian harga TBS sawit berdasarkan umur tanaman pada periode 20–26 Mei 2026. Untuk tanaman umur 3 tahun ditetapkan sebesar Rp 2.988,92 per kilogram, umur 4 tahun Rp 3.380,62 per kilogram, umur 5 tahun Rp 3.580,49 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp 3.735,22 per kilogram. Selanjutnya, umur 7 tahun sebesar Rp 3.816,51 per kilogram, umur 8 tahun Rp 3.861,47 per kilogram, serta umur 9 tahun Rp 3.866,90 per kilogram.
Sementara itu, tanaman umur 10 hingga 20 tahun ditetapkan Rp 3.847,07 per kilogram. Harga untuk umur 21 tahun sebesar Rp 3.787,86 per kilogram, umur 22 tahun Rp 3.731,40 per kilogram, umur 23 tahun Rp 3.670,77 per kilogram, dan umur 24 tahun Rp 3.604,48 per kilogram. Untuk tanaman umur 25 hingga 30 tahun, harga bergerak di kisaran Rp 3.364 hingga Rp 3.529 per kilogram.
Sumber: Tribun Pekanbaru
