SMARTPEKANBARU.COM– Menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap variasi hidangan bermutu, Hotel Bono Pekanbaru resmi memperkenalkan inovasi kuliner terbarunya, Pizza Calzone (Classical Pizza Calzone).
Hidangan istimewa ini diracik langsung oleh juru masak andalan baru mereka, Chef Sri Murdoko, dalam acara siaran langsung Bono Speak Up bersama Radio Smart Pekanbaru pada Jumat siang.Berbeda secara fundamental dengan konsep pizza modern yang umumnya disajikan dengan permukaan terbuka (open-face pizza), Pizza Calzone mengadaptasi kiblat kuliner klasik Italia.

Hidangan ini dirancang dalam bentuk lipat, di mana seluruh komponen isian dibungkus rapat oleh adonan roti dengan guratan tepian menyerupai kue pastel tradisional.
Teknik pelipatan ini terbukti berhasil mengunci kelembapan dan aroma hidangan di bagian dalam, sekaligus menghasilkan tekstur luar yang luar biasa renyah (crispy) saat digigit.Satu hal yang paling mencuri perhatian dari kreasi teranyar Chef Sri Murdoko ini adalah integrasi sayur bayam sebagai salah satu pilar isian utama.
Langkah ini tergolong berani sekaligus solutif di tengah stigma bahwa sayuran hijau kerap dihindari oleh anak-anak. Dipadukan bersama saus tomat khas (concasse), tumisan bawang bombay, potongan smoke beef premium, serta lelehan keju mozzarella yang melimpah, rasa getir bayam sepenuhnya tereduksi, berganti menjadi sensasi rasa gurih yang memanjakan lidah.
Dalam sesi interaktif bersama para pendengar, Chef Sri Murdoko juga membongkar rahasia dapur agar roti pizza tidak bantat saat dipanggang di rumah. “Kuncinya terletak pada keakuratan takaran ragi (yeast) dan kedisiplinan waktu pengembangan (proofing).
Rumus baku yang saya gunakan adalah 20 gram ragi untuk setiap 1 kilogram tepung terigu,” ungkap Chef yang telah berpengalaman selama 40 tahun di dunia kuliner internasional tersebut.
Setelah adonan diuleni hingga kalis sempurna, proses penuaan atau proofing wajib dilakukan selama 20 hingga 30 menit dalam kondisi tertutup plastik di suhu ruangan.
Chef Sri Murdoko juga menambahkan bahwa untuk keperluan praktis di rumah tangga, adonan yang telah ditimbang dapat disimpan di dalam pembeku (freezer) hingga satu minggu, kemudian dipindahkan ke lemari pendingin (chiller) beberapa jam sebelum hendak dibentuk dan dipanggang.
Menariknya, proses pembuatan Pizza Calzone ini terbilang sangat ramah bagi kalangan ibu rumah tangga yang tidak memiliki perangkat dapur yang rumit.
Chef memperagakan langsung bagaimana adonan tersebut dipipihkan dan dibentuk secara manual hanya menggunakan telapak tangan, tanpa bantuan gilingan kayu (rolling pin). “Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa pizza pada dasarnya adalah media kreativitas. Tanpa alat canggih pun, kita bisa menciptakan hidangan bintang lima,” imbuhnya.
Terkait teknis pemanggangan, pizza lipat ini idealnya dimasukkan ke dalam oven rumah tangga pada suhu konstan 180 derajat Celsius dengan durasi selama 12 hingga 15 menit.
Sebagai opsi presentasi tingkat lanjut (plating), menu ini sangat disarankan dihidangkan selagi hangat berdampingan dengan mix green salad segar yang disiram saus pelengkap ringan.
Bagi orang tua yang kerap menghadapi kendala anak sulit mengonsumsi sayur, Chef kawakan yang lama berkarier di Maladewa, Dubai, dan Nigeria ini membagikan resep alternatif bertajuk Vegetable Patty.
Menggunakan bahan dasar kentang rebus yang dihancurkan, orang tua dapat mencampurnya dengan aneka tumisan sayur seperti jamur, terong, atau kembang kol.
Cukup dibumbui garam, merica, dan keju, adonan dibentuk pipih lalu dipanggang di atas teflon layaknya daging burger komersial.
Perwakilan Hotel Bono Pekanbaru, Pak Andang, menegaskan bahwa Pizza Calzone ini diproyeksikan siap meluncur secara resmi bagi publik mulai awal Juli 2026 mendatang.
Hidangan premium ini akan dipasarkan dengan harga kompetitif Rp89.000++ per porsi.
Guna memudahkan para pelanggan, sistem pemesanan daring pra-pesan (H-1) telah dibuka melalui akun resmi Instagram hotel atau hotline layanan pelanggan, dengan opsi pengiriman langsung ke alamat konsumen menggunakan jasa transportasi digital.
