SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama DPRD Riau menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjalankan berbagai program strategis yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Di tengah munculnya anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada penurunan pendapatan daerah, kedua pihak menilai program tersebut justru membawa sejumlah keuntungan, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa Pemprov Riau mendukung penuh pelaksanaan Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan daerah.
SF Hariyanto menjelaskan bahwa penerapan Program MBG telah membantu Pemprov Riau melakukan penghematan anggaran yang cukup besar. Salah satu bentuk efisiensi tersebut berasal dari berkurangnya biaya konsumsi siswa di sekolah-sekolah berasrama milik pemerintah provinsi yang kini telah terintegrasi dengan program tersebut. Dari kebijakan itu, Pemprov Riau mampu menghemat sekitar Rp45 miliar setiap tahun.
Menurutnya, nilai penghematan tersebut jauh lebih besar dibandingkan potensi penurunan pendapatan yang berasal dari retribusi kantin sekolah. Ia menegaskan bahwa informasi yang berkembang mengenai menurunnya retribusi akibat Program MBG perlu dipahami secara proporsional. Dalam pembahasan di DPRD Riau, isu yang disampaikan sebenarnya berkaitan dengan optimalisasi retribusi daerah secara keseluruhan, bukan kritik terhadap program MBG.
SF Hariyanto juga menekankan bahwa masukan yang diberikan DPRD Riau merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat penerimaan daerah. Karena itu, pemerintah daerah tetap berkomitmen mencari berbagai sumber pendapatan baru tanpa mengurangi dukungan terhadap program-program nasional yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Riau yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi PAD, Abdullah, menegaskan bahwa dirinya mendukung langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor. Ia menjelaskan bahwa sorotannya terhadap retribusi daerah semata-mata bertujuan mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki potensi pendapatan agar lebih maksimal dalam menggali sumber-sumber penerimaan.
Abdullah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak Program MBG. Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah bagaimana seluruh perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal dalam meningkatkan kontribusi terhadap PAD. Ia berharap seluruh potensi retribusi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara efektif sehingga mampu mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Abdullah mengapresiasi rencana Pemprov Riau untuk melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program MBG sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut dinilai dapat menjadi solusi yang menguntungkan berbagai pihak karena kantin sekolah tetap memiliki peran dalam mendukung program nasional tersebut. Dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, dan berbagai pihak terkait, Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan optimalisasi PAD di Provinsi Riau.
Sumber: Tribun Pekanbaru
