SMARTPEKANBARU.COM – Keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program SPEAKUP #10 bertajuk “Keselamatan Lalu Lintas, Tanggung Jawab Bersama” yang diselenggarakan oleh MediaSmartID bekerja sama dengan Smart Pekanbaru.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari unsur keselamatan transportasi yang membahas pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Diskusi menyoroti bahwa kecelakaan lalu lintas umumnya dipicu oleh kelalaian manusia, sehingga perubahan perilaku menjadi faktor utama dalam menciptakan jalan yang lebih aman.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga dimulai dari kesadaran setiap individu untuk mematuhi aturan lalu lintas.
Menurut Dimas, budaya keselamatan harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan di jalan raya akan berdampak pada keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Keselamatan di jalan bukan hanya urusan polisi atau pemerintah. Setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk mematuhi aturan, menghargai sesama pengguna jalan, dan menjaga keselamatan bersama.
”Ia menjelaskan bahwa banyak kecelakaan sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memiliki disiplin dalam berkendara, seperti:
– Menggunakan helm berstandar SNI.
-Memakai sabuk pengaman.
-Tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.
-Mematuhi batas kecepatan.
-Menghormati rambu-rambu lalu lintas.
-Tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol maupun obat-obatan.
Lebih lanjut, Dimas menekankan bahwa keselamatan merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Menurutnya, kecelakaan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian ekonomi, sosial, hingga psikologis bagi keluarga korban.
“Kesadaran berlalu lintas harus menjadi budaya. Ketika semua orang disiplin, angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
”Edukasi Menjadi Kunci Pencegahan
Diskusi juga menyoroti pentingnya edukasi kepada generasi muda. Sekolah, keluarga, komunitas, media, dan pemerintah dinilai memiliki peran besar dalam membangun karakter masyarakat yang taat aturan sejak usia dini.
Para peserta diajak memahami bahwa keselamatan tidak cukup diwujudkan melalui sanksi hukum, melainkan melalui perubahan pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.
Program seperti SPEAKUP diharapkan mampu menjadi media edukasi yang efektif sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut sejalan dengan berbagai upaya nasional yang terus mendorong peningkatan budaya keselamatan melalui edukasi, kolaborasi antarlembaga, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Melalui kegiatan SPEAKUP #10, masyarakat diingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat penegak hukum. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri dengan mematuhi aturan, menghormati pengguna jalan lain, serta menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, media, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan sehingga tercipta lingkungan transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
