SMARTPEKANBARU.COM – Indonesia menggantungkan asa terhadap Rivan Nurmulki dan Megawati Hangestri Pertiwi dalam ‘ladang perburuan’ medali emas cabang olahraga voli Indoor SEA Games 2025. Rivan dan Megawati jadi gaco atau andalan!
Di antara kandidat peraih medali emas cabor voli indoor pada SEA Games 2025yang berlangsung di Thailand, 9-20 Desember, Timnas Voli Indonesia menjadi yang paling ‘lokal’.
Mengapa demikian? Alasannya jelas, tiga timnas pesaing Indonesia untuk medali emas SEA Games edisi ke-33, semuanya mengandalkan pevoli yang berstatus abroad atau berkompetisi di luar negeri.
Timnas Voli Putra Indonesia besutan Jeff Jiang Jie, menjadi favorit utama untuk kembali menyabet gelar juara pada pesta olahraga multi-event dua tahunan kawasan Asia Tenggara ini.

Hal ini sudah bisa dipastikan karena Rivan Nurmulki dkk, merupakan peraih medali emas dalam tiga edisi terakhir penyelenggaraan SEA Games.
Sedangkan Timnas Voli Putri Indonesia, meski terakhir kali membawa keping medali emas SEA Games tahun 1983, kekuatan srikandi voli Merah Putih tidak bisa dipandang remeh.
Harus diakui, tim voli putri Thailand menjadi kandidat terdepan untuk menyabet gelar juara SEA Games kali ini, mengingat mereka peraih emas dalam 14 penyelenggaraan beruntun.
Tetapi ada fakta menarik dan menuai sorotan di balik Timnas Voli Indonesia menjadi jagoan di SEA Gamed 2025.
Sektor putra yang dibesut Jeff Jiang Jie dan Marcos Sugiyama mengarsiteki sektor putri, tidak ada satupun pemainnya yang berstatus abroad.
Meski demikian, ada dua nama pevoli yang begitu menjadi jagoan, dan dalam 3-4 tahun terakhir menjadi perbincangan di kalangan volimania ASEAN. Keduanya adalah Rivan Nurmulki dan Megawati Hangestri Pertiwi.
Baik Rivan dan Megawati, saat ini tidak berkompetisi di luar negeri. Tim terakhir Rivan adalah Wolfdogs Nagoya (Jepang) yang diperkuatnya pada musim 2024/2025, sementara Megawati dan Manisa BBSK (Turki) memilih berpisah jalan sebelum kompetisi Kadinlar Ligi 2025/2026 digelar.
Secara trek record, Rivan Nurmulkikenyang pengalaman dalam hal abroad. Beberapa tim luar negeri seperti di Thailand, Vietnam, serta Jepang pernah dia perkuat. Paling fenomenal, pevoli asal Jambi ini menjadi bagian VC Nagano Tridents (Jepang) dan Wolfdogs Nagoya (Jepang).
Pun hal yang sama juga berlaku bagi Megawati yang begitu hebat mendapatkan sorotan saat bermain selama dua musim di tim Liga Voli Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Lain cerita dengan timnas voli negara Asia Tenggara yang masuk kandidat peraih medali emas. Sekadar pengingat, Vietnam, Thailand, dan Filipina, bersama Indonesia masuk daftar kandidat kuat meraih keping emas.
Data menunjukkan, masing-masing timnas dipekruat pevoli abroad.
Timnas voli putri Vietnam misalnya. Merangkum dari TheThao247, ada dua pemain yang dibawa SEA Games 2025, saat ini bermain untuk tim Liga Voli Jepang, yakni Tran Thi Thanh Thuy (Gunma Green Wings) dan Tran Thi Bich Thuy (Okayama Seagulls).
Berpindah ke timnas voli Filipina, di mana baik sektor putra dan putri, diperkuat pemain yang berstatus abroad pada SEA Games Thailand.
Sektor putra ada Bryan Bagunas yang saat ini tergabung di tim Osaka Bluteon (Jepang), yang diperkuat pevoli sensasional, Yuji Nishida.
Sementara sektor putri, Alyssa Solomon yang berposisi sebagai opposite, juga berkarier di Negeri Sakura bersama Osaka Marvelous.
Terakhir adalah timnas voli putri Thailand. Berbicara mereka, yang juga dijuluki sebagai Ratu Voli ASEAN, Thailand disesaki pevoli yang saat ini bermain di luar negeri.
Mereka tersebar di Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan. Ambil contoh setter timnas voli putri Thailand, Guedpard Pornpun, yang bermain untuk tim Liga Voli Amerika Serikat, Orlando Valkyries.
Berkaca dari data di atas, tidak salah menyebut Timnas Voli Indonesia mengandalkan skuad full ‘lokal’ pada SEA Games 2025, dan berbeda dengan tim rival yang diperkuat pevoli abroad.
Sumber : Tribunnews.com
