SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Kabupaten Kampar menyatakan menyiapkan logistik untuk menghadapi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, S.F. Hariyanto telah menyampaikan daftar desa rawan bencana banjir dan longsor. Bupati Kampar diminta melakukan langkah kesiapsiagaan.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar sedang menyusun langkah tersebut.
“Kita kaji potensi bencana berikut rencana aksi yang akan dilakukan oleh Pemkab,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (27/11/2025).
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar, Agustar menyebutkan, logistik bantuan tersedia pada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan BPBD sendiri.
“Di Dinas Ketahanan Pangan 70 ton beras,” katanya. Sementara bantuan berupa sembako akan digalang dari potensi yang ada.
Menurut dia, sembako biasanya dianggarkan di Dinas Sosial.
“Tapi tahun ini Dinas Sosial tidak menganggarkan. Nanti diupayakan dari perusahaan-perusahaan sekitar (lokasi bencana),” ujarnya.
Ia mengaku telah mengecek kesiapan peralatan. Ia mengklaim semua peralatan telah siap.
Belum Tetapkan Status
Agustar menyatakan bupati belum menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi.
Pihaknya masih melihat perkembangan situasi dari waktu ke waktu.
“Bupati masih melihat situasi karena elevasi Waduk PLTA masih rendah. Ini saya baru pertemuan dengan pihak waduk,” katanya.
Menurut dia, perairan di Kampar sangat dipengaruhi debit dari hulu di wilayah Sumatera Barat. Seperti wilayah Pasaman dan Lima Puluh Kota.
Ia mengatakan, banjir yang sedang terjadi di Sumatera Berat tidak terhubung ke perairan Kampar.
Kendati begitu, pengaruh dari Pasaman mulai terlihat di Sungai Kampar Kiri.
“Surat sudah disampaikan ke Kampar Kiri tentang kesiapsiagaan,” katanya.
Ditanya pengoptimalan Biaya Tak Terduga (BTT) seperti yang diminta gubernur, ia menyatakan belum dapat digunakan. Ada regulasi penggunaannya.
“BTT baru bisa dipakai kalau sudah siaga darurat atau atas ketetapan pemerintah pusat berdasarkan kondisi yang terjadi,” ujarnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
