SMARTPEKANBARU.COM – Seiring berkembangnya teknologi, pasien yang punya gangguan penglihatan rabun jauh, rabun dekat, atau silinder, kemudian tak ingin pakai kacamata, kini memiliki banyak pilihan.
Selain lasik (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) konvensional, kini juga ada tindakan silk (Smooth Incision Lenticule Keratomileusis).
Berikut hal-hal yang perlu diketahui sebelum memilih tindakan koreksi penglihatan seperti yang disampaikan dalam webinar pada Sabtu (6/12/2025) di Jakarta:
Prinsip Kerja
Lasik merupakan prosedur bedah refraktif yang sudah digunakan lama dengan prinsip kerja membuat flap pada permukaan kornea menggunakan laser Femtosecond dan Excimer laser.
Kemudian flap dikembalikan ke posisi semula untuk proses penyembuhan.
Metode ini efektif untuk memperbaiki miopia (rabun jauh atau minus), hipermetropi (rabun dekat atau plus, dan astigmatisma (silinder), serta memberikan hasil visual yang cepat stabil.
Efek samping umumnya ringan, seperti mata kering sementara atau sensasi tidak nyaman beberapa jam setelah tindakan.
“Prosedur ini untuk membentuk ulang struktur bagian dalam kornea menggunakan laser. Prosedur ini dapat mengurangi kecembungan kornea pada mata minus maupun menambah kecembungan pada mata plus. Tujuannya agar cahaya jatuh tepat di retina, sehingga penglihatan kembali optimal,” kata Dokter spesialis mata Maya E Suwandono.
Sementara SiLK adalah teknologi koreksi penglihatan generasi terbaru dari Johnson & Johnson Vision.
Prosedur ini termasuk kategori lasik non-flap, artinya tidak ada pembuatan flap kornea.
Teknologi ini dirancang lebih lembut, minimal invasif, dan memberikan pemulihan yang lebih cepat dibandingkan lasik konvensional.
Teknologi ini menggunakan laser ultra-rendah energi, presisi sub-mikron.
“Energi laser paling rendah dengan demikian inflamasi minimal dan pemulihan lebih cepat, scanning sangat halus dan cepat, sayatan lebih rata dan tekanan jaringan lebih rendah. Prosedur lebih nyaman dengan presisi tinggi’ Hasil visual stabil didukung teknologi laser modern dan minim resiko dry eyes,” ujar CEO KMN Eye Center Dr Rudy Cahyadi.
Persiapan bagi Pasien
Syarat pasien untuk melakukan lasik adalah usia minimal 18 tahun karena bentuk bola mata umumnya stabil setelah usia ini, ukuran kacamata stabil, tidak berubah dalam 6 bulan terakhir, tidak ada kelainan kornea, infeksi, atau penyakit yang mengganggu proses penyembuhan hingga tidak memakai lensa kontak sementara.
Durasi Prosedur
Durasi prosedur lasik konvensional adalah kurang lebih 10 sampai 15 menit, sementara Silk kurang lebih 16 detik untuk pembentukan jaringan kornea (lentikel).
Pemulihan
Lasik konvensional 1–2 hari lantaran flap butuh stabilisasi, sementara Silk lebih cepat karena tanpa resiko komplikasi flap.
Apakah Lasik Konvensional Masih Baik?
Dokter Rudy menegaskan, lasik konvensional tetap masih baik. Ia menerangkan, kedua metode memberikan hasil visual yang sangat baik.
Lasik masih menjadi pilihan efektif, aman, dan telah terbukti selama bertahun-tahun.
Pemilihan metode tetap bergantung pada kondisi kornea, ketebalan kornea, tingkat minus/silinder, preferensi pasien, rekomendasi dokter.
Adapun biaya prosedur lasik konvensional di KMN EyeCare: ± Rp 23 juta dan Silk: ± Rp 25 juta
Perbedaan utama antara Silk dan lasik konvensional terletak pada teknologi, kenyamanan, dan proses pemulihan.
Silk prosedur tanpa flap, pemulihan lebih cepat, dan risiko mata kering lebih rendah, sedangkan lasik konvensional sudah teruji puluhan tahun dengan hasil yang stabil.
Pemilihan metode sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis mata sesuai kondisi individu.
Sumber : Tribunnews.com
