SMARTPEKANBARU.COM – Kabar kurang menyenangkan menyambangi kubu PSPS Pekanbaru menjelang laga kandang perdana di putaran ketiga Championship Liga 2. Tim kebanggaan masyarakat Riau ini dipastikan harus menjamu Garudayaksa FC tanpa kehadiran penonton di Stadion Kaharuddin Nasution. Keputusan pahit ini merupakan konsekuensi dari sanksi berat yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul rentetan insiden pada pertandingan sebelumnya.
Melalui rilis resmi di kanal media sosial klub, manajemen mengonfirmasi bahwa laga krusial tersebut akan digelar secara tertutup. Sanksi ini menjadi buntut dari kericuhan yang terjadi saat PSPS Pekanbaru menghadapi Adhyaksa FC pada akhir Januari lalu. Berdasarkan keputusan nomor 144/L2/SK/KD-PSSI/1/2026, Komdis PSSI mencatat sejumlah pelanggaran serius yang mencederai nilai-nilai sportivitas dan kode disiplin federasi.
Berdasarkan fakta di lapangan, pelanggaran tersebut meliputi nyanyian tidak pantas yang diarahkan kepada perangkat pertandingan, tindakan tidak terpuji berupa aksi meludahi tim tamu, hingga aksi anarkis pelemparan terhadap bus tim Adhyaksa FC Banten. Rentetan perilaku oknum suporter tersebut dinilai telah melampaui batas kewajaran dalam mendukung sebuah tim sepak bola profesional.
Kondisi diperparah dengan temuan pelanggaran di Tribun Barat, di mana terjadi pelemparan air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan. Atas tindakan tersebut, PSPS Pekanbaru dijatuhi hukuman berlapis sesuai dengan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025. Selain larangan menyelenggarakan satu pertandingan kandang tanpa penonton, klub berjuluk Askar Bertuah ini juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp15.000.000.
Manajemen PSPS Pekanbaru merespons keputusan ini dengan sikap lapang dada dan menjadikannya sebagai momentum refleksi bagi seluruh elemen pendukung. Pihak klub berharap insiden ini menjadi pembelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Meskipun stadion akan terasa sunyi tanpa sorak-sorai langsung, manajemen meminta para loyalis PSPS untuk tetap menjaga semangat dan memberikan doa terbaik dari rumah masing-masing.
Harapan untuk kembali bersatu di Stadion Kaharuddin Nasution kini tertuju pada laga di bulan April 2026 mendatang. Hingga saat itu tiba, kedewasaan suporter dalam menjaga ketertiban dan marwah klub sangat diharapkan demi kelancaran perjalanan PSPS Pekanbaru di kasta kedua sepak bola Indonesia. Dukungan yang sehat bukan hanya soal suara di tribun, melainkan juga tentang menjaga nama baik tim yang dicintai.
Sumber : Tribun Pekanbaru
