SMARTPEKANBARU.COM – Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M sekaligus menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kabupaten Kampar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah. Program ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Yuli Usman, menyampaikan bahwa kegiatan GPM dilaksanakan di sembilan lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar.
“Atas nama Bupati Kampar Ahmad Yuzar, kami menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bulog Kampar, pelaku usaha, petani lokal, pemerintah kecamatan, hingga kepala desa di wilayah masing-masing.
“Alhamdulillah, Kabupaten Kampar melaksanakan Gerakan Pangan Murah di sembilan lokasi dengan dukungan berbagai pihak,” tambahnya.
Yuli menegaskan, program ini difokuskan untuk mengantisipasi kenaikan harga serta memastikan stok pangan tetap aman menjelang HBKN 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi, Cadangan, dan Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Hery Juswadi, menyebutkan bahwa sembilan lokasi GPM mencakup Kecamatan Tapung, Bangkinang, Kuok, Siak Hulu, Kampar, dan Perhentian Raja.
“Alhamdulillah, GPM telah kita laksanakan di tiga lokasi, yakni Kecamatan Bangkinang, Kuok, dan Perhentian Raja. Kegiatan ini akan terus berlanjut di lokasi lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Hery.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas disediakan untuk masyarakat, di antaranya beras SPHP, Minyakita, gula pasir, telur ayam, cabai merah, bawang merah, serta bawang putih. Kehadiran GPM ini pun mendapat respons positif dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap melalui Gerakan Pangan Murah, kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang HBKN dapat terpenuhi tanpa tekanan harga yang signifikan.
Sumber: Media Center Riau
