SMARTPEKANBARU.COM – Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda saat ini dinilai semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian yang jauh lebih serius dari berbagai pihak.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan berkelanjutan yang tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pencegahan melalui pendekatan yang lebih konstruktif dan menyentuh langsung kehidupan anak muda.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE MM menyampaikan bahwa salah satu upaya paling efektif untuk mencegah meluasnya jaringan narkoba adalah dengan melibatkan generasi muda dalam aktivitas positif, khususnya di bidang olahraga.
Ia menilai bahwa olahraga rakyat seperti bola voli memiliki daya tarik yang kuat dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai sarana pembinaan sekaligus pencegahan dari pengaruh negatif lingkungan.
Menurutnya, partisipasi aktif anak muda dalam kegiatan olahraga dapat menjadi benteng awal dalam menjauhkan mereka dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Lebih lanjut, politisi senior tersebut berharap agar ke depan setiap kelurahan di Kota Pekanbaru dapat memiliki fasilitas lapangan bola voli yang memadai.
Keberadaan fasilitas ini dinilai penting tidak hanya sebagai tempat berolahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan adanya sarana yang representatif, anak-anak muda akan memiliki alternatif kegiatan yang positif dan produktif dalam mengisi waktu luang mereka.
“Pastinya ini nanti perlu campur tangan pemerintah, dalam membuat lapangan volly itu lebih representatif. Ini sekarang yang kita dorong agar terealisasi,” kata T Azwendi kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan lapangan voli di setiap kelurahan merupakan bagian dari langkah preventif yang konkret dalam mengantisipasi penyebaran narkoba di kalangan generasi muda.
Dengan tersedianya fasilitas olahraga yang mudah diakses, masyarakat terutama anak muda akan terdorong untuk menyalurkan energi, minat, dan kreativitas mereka ke arah yang lebih positif. Hal ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas negatif yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Olahraga seperti voli sangat diminati oleh masyarakat. Jika setiap kelurahan memiliki lapangan, yang mumpuni, tentu ini bisa menjadi ruang berkumpul yang sehat bagi anak-anak muda,” akunya.
Selain sebagai sarana pencegahan, pengembangan olahraga voli di tingkat kelurahan juga memiliki nilai strategis dalam jangka panjang, khususnya dalam mencetak atlet-atlet berprestasi. T Azwendi menjelaskan bahwa pembentukan tim voli di setiap kelurahan dapat menjadi langkah awal dalam menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya dapat dibina secara lebih profesional.
Tidak hanya itu, peluang untuk mengembangkan karier di dunia olahraga pun semakin terbuka lebar bagi anak-anak muda Pekanbaru. Ia bahkan menambahkan bahwa para pemain yang berprestasi berpotensi untuk dipersiapkan masuk ke dalam tim voli profesional, seperti Klub LavAni yang didirikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 1 Desember 2019.
Dengan sistem pembinaan yang terarah, diharapkan akan lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. “Tahapannya, pemain berprestasi klub volly kelurahan, bisa mewakili Bumi Lancang Kuning di event nasional dan internasional. Selanjutnya, khusus pemain putra, bisa diusulkan masuk Tim LavAni. Jadi, tujuannya jelas,” terangnya.
Meskipun fokus utama yang disampaikan adalah pengembangan olahraga voli, T Azwendi juga menegaskan bahwa perhatian terhadap cabang olahraga lainnya tetap menjadi bagian dari komitmen bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah, termasuk Wali Kota, juga memiliki rencana untuk membangun berbagai sarana olahraga lain sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan sektor olahraga di daerah.
“Bahkan Pak Wako juga akan membangun beberapa sarana olahraga lainnya. Pastinya kita dukung, untuk mengembalikan kejayaan olahraga di Bumi Bertuah ini lagi,” katanya.
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Penyediaan fasilitas olahraga yang memadai, pembinaan atlet sejak usia dini, serta dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat merupakan langkah konkret yang dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.
Dengan demikian, generasi muda Pekanbaru diharapkan mampu tumbuh menjadi individu yang berprestasi, berdaya saing, serta terbebas dari pengaruh negatif narkoba.
Sumber: TribunPekanbaru.com
