SMARTPEKANBARU.COM, SIAK – Kondisi memprihatinkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Siak menjadi perhatian serius Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli. Saat melakukan kunjungan pada Rabu (28/4/2026), Bupati Afni mendapati tingkat overkapasitas yang sudah mencapai angka hampir 200 persen dari kapasitas ideal.
Lapas Siak yang secara teknis hanya mampu menampung sekitar 150 orang, saat ini harus dihuni oleh 591 warga binaan. Kondisi ini membuat satu kamar yang seharusnya diisi 20 orang, terpaksa menampung hingga 40 sampai 50 orang sekaligus.
“Begitu kami tiba bersama Kapolres, yang langsung menjadi perhatian adalah overkapasitas. Kondisinya memang padat sekali dan ini tentu tidak baik, baik dari sisi pembinaan maupun kemanusiaan,” ujar Dr. Afni usai berdialog langsung dengan warga binaan.
Bupati perempuan pertama di Siak ini menjelaskan bahwa fasilitas Lapas tersebut sudah berusia puluhan tahun dan tidak lagi mampu mengimbangi peningkatan jumlah penghuni. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Siak telah menyiapkan lahan hibah seluas lima hektare untuk diserahkan kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna pembangunan Lapas baru.
“Kami sudah siapkan lahan. Harapan kami, kementerian dapat segera membangun Lapas baru agar warga binaan mendapatkan fasilitas yang lebih layak dan ruang pembinaan yang lebih luas,” tambahnya.
Mantan wartawan ini menekankan bahwa pemindahan ke lokasi yang lebih luas bukan sekadar memindah hunian, melainkan upaya meningkatkan kualitas pembinaan. Dengan lahan yang luas, warga binaan bisa mendapatkan pelatihan keterampilan produktif seperti perbengkelan agar siap kembali ke masyarakat.
Meskipun agenda kunjungan bersama Komisi III DPR RI sempat tertunda, Bupati Afni memastikan aspirasi terkait kondisi darurat Lapas Siak akan tetap diperjuangkan hingga ke tingkat kementerian demi memenuhi hak-hak dasar warga binaan sebagai manusia.
Sumber: Media Center Riau
