Beberapa makanan memiliki efek antikanker yang membantu mengurangi risiko penyakit. Mengutip Health, kanker adalah sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel yang tidak terkendali.
Ada ratusan jenis kanker, masing-masing diberi nama berdasarkan area tubuh yang terkena kanker. Beberapa jenis yang paling umum termasuk kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru.
Resiko Anda terkena kanker bergantung pada banyak faktor, termasuk genetika, usia, berat badan, dan paparan racun, yang beberapa di antaranya berada di luar kendali. Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah 100%, pola makan dan gaya hidup Anda dapat berdampak besar pada risiko Anda terkena beberapa jenis kanker, termasuk jenis yang paling umum.
Makanan tertentu sendiri tidak dapat menyembuhkan atau mencegah kanker secara pasti, tetapi beberapa makanan telah terbukti efektif dalam membantu mengurangi risiko timbulnya kanker. Makanan yang sering dikaitkan dengan sifat antikanker biasanya adalah makanan yang kaya akan antioksidan, senyawa antiinflamasi, serta nutrisi penting lainnya.
Daftar makanan antikanker Mengutip Healthline, banyak makanan mengandung senyawa bermanfaat yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan kanker.
dari Health dan Healthline, berikut beberapa daftar makanan antikanker yang direkomendasikan:
- Buah beri, Mengonsumsi buah beri secara teratur dapat membantu mengurangi risiko kanker. Buah beri, meliputi blueberry, stroberi, dan blackberry. Buah-buahan ini kaya akan senyawa antioksidan dan antiperadangan, seperti flavonoid dan antosianin, yang membantu melindungi dari kerusakan sel dan menghambat produksi senyawa penyebab peradangan, yang dapat membantu menurunkan risiko kanker. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya buah-buahan, seperti beri, dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan kanker perut. Buah sitrus Buah sitrus, seperti jeruk, jeruk bali, dan lemon mengandung nutrisi seperti serat, karotenoid, folat, vitamin C, dan flavonoid. Nutrisi-nutrisi tersebut dapat memberikan efek antioksidan dan antiradang dalam tubuh, yang dapat menurunkan risiko kanker. Tinjauan terhadap 24 studi tahun 2023 menemukan bahwa asupan buah jeruk yang lebih tinggi mengurangi risiko kanker kolorektal hingga 9 persen.
- Apel dan pir Buah apel dan pir kaya akan nutrisi dan senyawa tanaman yang diketahui memiliki sifat antikanker, seperti vitamin C dan antioksidan flavonoid. Mengonsumsi apel dan pir dalam diet Anda dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, kanker payudara , dan kanker paru-paru. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi apel dan pir memiliki risiko lebih rendah terkena beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, paru-paru, dan kolorektal.
- Sayuran berdaun hijau, sayuran juga mengandung banyak nutrisi dan fitokimia yang bersifat antikanker, seperti sayuran berdaun hijau. seperti arugul , kangkung, bayam, dan lobak Swiss, yang mengandung banyak nutrisi yang diketahui memiliki efek antikanker dalam tubuh. Sayuran berdaun hijau khususnya kaya akan antioksidan karotenoid, seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin, yang memiliki sifat pelindung sel dan anti-inflamasi yang kuat.Kadar karotenoid yang lebih tinggi dalam darah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena beberapa jenis kanker.
- Sayuran silangan, meliputi brokoli, kembang kol, kubis, dan sayuran berdaun hijau seperti kangkung, arugula, dan lobak Swiss. Sayuran ini telah terbukti memberikan efek perlindungan yang mengesankan terhadap beberapa kondisi kesehatan, termasuk kanker. Sayuran ini terkonsentrasi dalam fitokimia yang mengandung sulfur yang disebut glukosinolat. Tubuh mengubah glukosinolat menjadi molekul yang disebut isothiosianat, yang memiliki sifat antikanker yang kuat. Penelitian sangat menyarankan bahwa meningkatkan asupan sayuran silangan merupakan cara yang efektif untuk menurunkan risiko beberapa kanker, termasuk kanker payudara, perut, paru-paru, dan pankreas.
- Sayuran allium, termasuk bawang putih, bawang bombai, dan daun bawang mengandung senyawa tanaman yang dapat membantu melindungi Anda dari kanker tertentu. Misalnya, bawang putih dan bawang bombai mengandung banyak zat antikanker, seperti antioksidan flavonoid, senyawa organosulfur, dan vitamin C, yang dapat menghambat proliferasi sel kanker serta melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Temuan studi menunjukkan bahwa pola makan tinggi sayuran allium dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko kanker payudara, kanker kolorektal, kanker perut, dan beberapa kanker umum lainnya.
- Makanan laut, terutama ikan berlemak, seperti salmon, trout, mackerel, dan sarden, merupakan sumber lemak omega-3 yang kaya. Asam lemak omega-3 ini meliputi asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). EPA dan DHA memiliki efek antiperadangan yang kuat dan juga membantu mencegah kerusakan sel. Selain EPA dan DHA, ikan berlemak menyediakan nutrisi antioksidan seperti vitamin E dan selenium, serta antioksidan karotenoid, yang dapat memberikan efek perlindungan terhadap kanker.
- Legume, termasuk buncis dan lentil, kaya akan nutrisi yang memiliki khasiat melindungi dari kanker, seperti serat dan mineral. Tumbuhan legume memiliki ciri khas buah polong yang berisi biji-biji kecil di dalamnya. Beberapa contoh legume yang umum dikonsumsi sebagai makanan adalah kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, lentil, kacang polong, kacang kedelai, dan kacang hitam. Legume kaya akan protein nabati, serat, vitamin, mineral, dan zat-zat antioksidan. Kacang-kacangan juga mengandung zat bioaktif seperti senyawa fenolik, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi dari kerusakan sel, yang menambah efek perlindungan kankernya. Karena kandungan seratnya yang tinggi, menambahkan kacang-kacangan dan lentil ke dalam makanan Anda dapat berdampak signifikan terhadap risiko terkena kanker kolorektal, yang terkait dengan pola makan rendah serat.
- Kacang-kacangan, Penelitian telah menemukan bahwa makan kacang-kacangan dapat dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker. Dalam sebuah tinjauan pada 2015, para peneliti menyimpulkan bahwa makan kacang-kacangan secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal, pankreas, dan endometrium. Studi tersebut melibatkan total 30.708 peserta yang diikuti hingga 30 tahun. Misalnya, kacang Brazil mengandung selenium yang tinggi, yang dapat membantu melindungi dari kanker paru-paru pada orang dengan kadar selenium yang rendah. Demikian pula, satu tinjauan pada 2014 tentang penelitian pada hewan menemukan bahwa memberi makan kenari pada tikus menurunkan tingkat pertumbuhan sel kanker payudara hingga 80 persen dan mengurangi jumlah tumor hingga 60 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa menambahkan satu porsi kacang-kacangan ke dalam menu makanan Anda setiap hari dapat mengurangi risiko terkena kanker di masa depan.
- Rempah-rempah Rempah-rempah dan herbal seperti kunyit, rosemary, oregano, timi, dan jahe mengandung senyawa tanaman yang dapat membantu melindungi tubuh dari kanker. Misalnya, kunyit mengandung kurkumin, yang merupakan polifenol yang memiliki khasiat antikanker yang kuat. Kurkumin terbukti dapat menginduksi apoptosis, atau kematian sel terprogram, pada sel kanker dan menekan jalur sinyal yang terlibat dalam invasi dan penyebaran sel kanker. Asam rosmarinat, yang terkonsentrasi dalam rosemary dan oregano, dan apigenin, yang ditemukan dalam peterseli, juga terbukti memiliki efek antikanker karena membantu melindungi dari stres oksidatif dalam tubuh Anda
Demikianlah beberapa makanan antikanker yang bisa Anda pilih untuk dikonsumsi rutin menjadi pola makan sehari-hari. Namun, penting untuk diingat bahwa mengonsumsi makanan sehat dapat mengurangi risiko, tetapi tidak akan menghilangkannya.
Selain makanan ini, pola makan yang seimbang dengan berbagai jenis makanan segar, maka akan minim mengandung gula tambahan, serta rendah lemak jenuh juga dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker. Penting untuk dicatat bahwa makanan tersebut dapat berperan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan sehat secara keseluruhan, serta tidak menggantikan perawatan medis yang direkomendasikan untuk pengobatan kanker. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. (yl)
Sumber : Kompas.com
