Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • How much does it cost to get into a nightclub in Los Angeles Featured
  • Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Capai 5,2 Persen, Meski Banyak Bencana Business Today
  • Batuk Bisa Diredakan dengan Bahan Alami, Ini Rekomendasi Dokter Health
  • Apel Siaga Banjir Digelar di Kampar, Begini Status Kebencanaan Jelang Akhir Tahun Kampar
  • Kursi DPRD Riau Kemungkinan Bertambah Jadi 75 di Pemilu Mendatang Riau

Kucing Prabowo Bobby Kertanegara Pakai Tenun Ikat Tanimbar di HUT Ke-80 RI

Posted on 20 Agustus 202520 Agustus 2025 By Anisa

SMARTPEKANBARU.COM- Kucing kesayangan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, Bobby Kertanegara turut merayakan HUT Ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (17/8/2025). “Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80,” tulis keterangan dari akun Instagram resmi @bobbykertanegara, dilansir Senin (18/8/2025). 

Dalam peringatan tersebut, Bobby mengikuti dress code resmi yang sudah ditetapkan yaitu wastra Nusantara. Aturan soal dress code tertera dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B-25/M/S/TU.00.03/08/2025. Disebutkan bahwa wastra Nusantara merupakan dress code resmi untuk upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera. Melalui foto yang diunggah ke akun Instagram tersebut, Bobby terlihat memakai kain tenun ikat Tanimbar pada momen upacara pengibaran bendera pada pagi hari.

Motif cantiknya terlihat di bagian kerah dan memanjang ke bawah pada bagian depan baju Bobby, serta mengelilingi ujung lengan. Tertarik dengan keindahannya? Yuk mengenal lebih dekat kain tenun ikat Tanimbar!

Mengenal kain tenun ikat Tanimbar yang dipakai Bobby

Hasil dari keterampilan turun-temurun

Kain tenun ikat Tanimbar adalah salah satu produk kreatif yang berasal dari Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Dilaporkan oleh Kompas.com, Jumat (2/9/2022), kain tenun ini tidak hanya menjadi ciri khas kerajinan daerah tersebut, tapi juga memiliki nilai adat yang sakral. Menurut tulisan W. Pattinama bertajuk “Kain Tenun Tradisional Tanimbar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat” yang disadur oleh Kompas.com, kain ini merupakan hasil dari keterampilan masyarakat setempat akan menenun.

Artikel ini telah Adapun menenun adalah keterampilan turun-temurun. Dahulu, mereka mengolah daun lontar dan seratnya dianyam sampai menyerupai kain untuk dipakai sebagai penutup tubuh. Seiring berjalannya waktu, mereka memakai kapas untuk dipintal dan dijadikan benang untuk menenun. Sebab, saat itu ada banyak pohon kapas yang tumuh, terutama di wilayah Pulau Yamdena. Kain tenun di Tanimbar tidak hanya dipakai sebagai penutup tubuh, tapi juga untuk acara adat, seperti kematian, upacara pernikahan, dan pelantikan kepala desa. Inilah mengapa kain tenun umumnya dianggap sebagai barang yang cukup berharga oleh masyarakat Tanimbar.

Punya motif yang berbeda-beda

Setiap desa di Kepulauan Tanimbar memiliki kain tenun tersendiri. Motifnya berbeda-beda antara satu desa dengan desa lainnya. Dilansir dari Kompas.com, Rabu (16/8/2023), umumnya corak tenun Tanimbar diadaptasi dari alam sekitarnya, seperti motif binatang dan tumbuhan. 

Saat ini, ada puluhan motif atau corak kain tenun Tanimbar yakni motif tumbuhan seperti pohon, kembang, ruas bambu, akar, dan lain-lain. Kemudian motif hewan seperti iyan (ikan), siaha (anjing), niri (lebah), serta motif manusia, motif perahu, dan motif wilan lihir (bulan sabit). Selanjutnya adalah motif tali tiga, motif tali sembilan, motif kain kapas, motif anak panas, dan motif ulng ikan.

Setiap motif pada kain tenun Tanimbar punya makna filosofis tersendiri. Untuk motif anak panah, bendera, dan manusia tidak berkepala, misalnya, mereka melambangkan keperkasaan manusia.

Sementara itu, makna filosofis motif manusia, tumbuhan, dan hewan, adalah pemujaan terhadap roh-roh tertentu, kehidupan para leluhur yang diciptakan secara simbolik.

Penenun adalah perempuan

Para penenun kain tenun ikat Tanimbar umumnya adalah perempuan. Bahkan, hal ini sudah menjadi sebuah tradisi. Jika sebuah keluarga memiliki anak perempuan yang mulai beranjak dewasa, ia harus tahu cara menenun. Apabila anak perempuan tersebut tidak tahu cara menenun maka ia belum dianggap dewasa dan belum siap untuk menikah.

Warnanya sudah bervariasi

Dahulu, ketika masyarakat Kepulauan Tanimbar belum mengenal bahan pewarna modern, mereka hanya bisa membuat tiga warna dari pewarna alami yakni hitam, kuning, dan merah. Untuk warna hitam, mereka menggunakan daun taru, sedangkan warna kuning didapat dari kulit pohon mengkudu, dan warna merah dari kulit pohon tongke/mange-mange atau bakau.

Seiring berjalannya waktu, mereka menggunakan bahan pewarna kain modern yang disebut wanteks.

Apa itu wastra Nusantara?

Berdasarkan informasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wastra adalah kain tradisional yang mengandung makna dan simbol tertentu, baik dari warna, motif, maupun teknik pembuatannya. Sementara itu, “Nusantara” merujuk pada seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Dalam buku “Lebih Dekat dengan Wastra Indonesia” terbitan Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021), wastra adalah warisan budaya tak benda yang merepresentasikan identitas suatu daerah. Kain-kain seperti batik, songket, ulos, tenun ikat, sasirangan, tapis, gringsing, dan besurek, tidak hanya memiliki nilai estetis, tapi juga menyimpan filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun.

Sumber : Kompas.com

Lifestyle

Navigasi pos

Previous Post: Harga iPhone 13 dan iPhone 14 Terbaru di Indonesia, Mulai Rp 8 Jutaan
Next Post: Ini Lokasi dan Harga 11 Rumah Bos Meta Mark Zuckerberg yang Diprotes Warga

Related Posts

  • Dokter Ungkap Anak Usia 1-3 Tahun yang Sering Terpapar Layar Gawai Berisiko Alami Autisme Virtual Lifestyle
  • Studi: Daur Ulang Plastik Indonesia Ternyata Bisa Bernilai Rp19 Triliun per Tahun Lifestyle
  • Mewangikan Tubuh dengan Parfum Halal, Kebutuhan Konsumen Muslim Modern yang Jadi Gaya Hidup Lifestyle
  • Jangan Sembarangan Memakaikan Kosmetik ke Kulit Bayi Lifestyle
  • Hati-hati Diet Viral di Media Sosial Belum Tentu Aman, Ini Penjelasan Dokter Lifestyle
  • Memutus Rantai Kekerasan dalam Asmara, Strategi Psikiater dalam Membangun Ketahanan Emosional Generasi Muda Health

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Karmila Sari Ajak Masyarakat Manfaatkan Beasiswa KIP Kuliah di STIKes Tengku Maharatu
  • DPRD Riau Tindaklanjuti Keluhan Warga Terkait Dampak Lingkungan Galian C
  • Komisi I DPRD Riau Angkat Isu Tanah BMN ke Plt Gubernur, Warga Minta Haknya Dipastikan

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Gandeng Pemerintah Desa, PTPN IV Regional III Komitmen Wujudkan Generasi Bebas Stunting di Riau Health
  • Harga Bitcoin Sentuh 90.352 Dollar AS, Menguat 0,97 Persen pada Senin Pagi Ini Business Today
  • Ini Kriteria Sekjen Baru PDIP: Dekat dengan Megawati, Mampu Bangun Komunikasi dengan Prabowo Government
  • BPOM Temukan 26 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftar Skincare Mengandung Merkuri yang Ancam Kesehatan Lifestyle
  • Jenis Makanan Ini Diam-diam Bisa Mengganggu Kesehatan Gigi dan Gusi Health
  • Bebas Truk Obesitas 2027, Pemerintah dan DPR Capai Kesepakatan dengan Pengemudi Government
  • AM Government Service Witel Riau Perkuat Retensi Pelanggan melalui Pembahasan Pembaruan SPH dengan Pengadilan Agama Pekanbaru Ordinary News
  • Domang dan Tari Curi Perhatian, Maskot Gajah Lebih Populer Ketimbang Pelari EVENT

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme