Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • PPP Pekanbaru Nyatakan Dukungan untuk Program Prabowo–Gibran dan Kepemimpinan Mardiono Government
  • Bunda PAUD Inhil Dorong Penguatan Strategi Wajib Belajar 13 Tahun dan Inovasi PAUD Melalui Taman Numerasi Indragiri
  • Pastikan Tepat Sasaran, Pemprov Riau Matangkan Sinkronisasi Data Penerima Bantuan Sapi Presiden 2026 Government
  • Bank Indonesia dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025, Perkuat Kedaulatan Ekonomi hingga ke Pulau Terluar Ordinary News
  • Politisi PKS DPRD Pekanbaru Isa Lahamid Tegaskan Program Prioritas APBD 2026 untuk Masyarakat Government

Cara Mencegah Keracunan Makanan pada Anak, Menurut Dokter IDAI

Posted on 6 Oktober 20256 Oktober 2025 By Anjelina Laia

SMARTPEKANBARU.COM – Kasus keracunan makanan massal pada anak beberapa kali terjadi di Indonesia. Sebagai contoh kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau keracunan massal saat hajatan.

Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), mengatakan bahwa satu kasus keracunan saja sudah merupakan hal serius, apalagi jika sampai menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Keracunan makanan berbeda dengan alergi

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) IDAI, dr. Yogi Prawira, Sp.A(K), menjelaskan bahwa keracunan makanan berbeda dengan alergi makanan.

Keracunan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia, sedangkan alergi merupakan reaksi sistem imun terhadap protein tertentu dalam makanan.

“Kalau banyak anak sakit setelah makan makanan yang sama, hampir pasti itu keracunan, bukan alergi,” kata dr. Yogi.

Gejala dan bahaya keracunan makanan pada anak

Gejala keracunan makanan umumnya meliputi:

1. Mual, muntah, dan nyeri perut

2. Diare cair atau berdarah

3. Demam, sakit kepala, dan lemas

Kondisi ini bisa berbahaya bila menyebabkan dehidrasi, ditandai dengan mulut kering, anak tampak haus terus, jarang buang air kecil, dan warna urine yang pekat.

“Kalau anak tampak lemas, muntah terus, atau demam tinggi lebih dari tiga hari, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” tegas dr. Yogi.

Cara mencegah keracunan makanan pada anak

Menurut IDAI, mencegah jauh lebih penting daripada mengobati.

Berikut sejumlah langkah pencegahan keracunan makanan pada anak yang dapat diterapkan di rumah maupun di sekolah:

1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Kebiasaan sederhana ini sering diabaikan.

2. Cuci tangan perlu dilakukan sebelum makan, setelah dari kamar mandi, atau setelah menyentuh bahan makanan mentah.

3. Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna

Daging ayam sebaiknya dimasak dengan suhu minimal 74°C, sedangkan daging sapi 71°C. Telur juga harus dimasak hingga kuningnya padat, bukan setengah matang.

4. Pisahkan bahan mentah dan makanan siap saji

Gunakan talenan atau alat masak berbeda untuk daging, ikan, dan sayuran agar tidak terjadi kontaminasi silang.

5. Perhatikan suhu dan penyimpanan makanan

Simpan makanan matang dalam wadah tertutup dan segera masukkan ke lemari pendingin maksimal dua jam setelah dimasak. Jangan mencairkan makanan beku di suhu ruangan.

6. Gunakan air bersih yang sudah dimasak atau disaring

Air yang belum diolah dapat mengandung bakteri penyebab penyakit pencernaan.

7. Periksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi

Jangan makan makanan yang berubah warna, berlendir, berbau asam atau tengik, maupun kemasannya menggembung atau bocor.

8. Jaga kebersihan alat makan dan dapur

Bersihkan alat makan dengan air panas dan sabun.

Pastikan tempat memasak memiliki sirkulasi udara yang baik dan bebas dari hama.

Edukasi keamanan pangan sejak dini

Dokter Piprim menambahkan, pendidikan tentang higienitas dan keamanan pangan perlu diberikan sejak anak usia sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui program kolaboratif antara guru, petugas kesehatan, dan orang tua.

“Anak-anak perlu dibiasakan mencuci tangan dan mengenali tanda-tanda makanan yang tidak layak. Edukasi kecil seperti ini bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.

Menurut IDAI, makanan sehat bukan hanya soal kandungan gizi, tetapi juga soal keamanan pangan dari dapur hingga meja makan.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana di atas, risiko keracunan makanan pada anak bisa diminimalkan.

“Cukup sudah ribuan anak jadi korban. Ke depan, kita harus memastikan setiap makanan yang diberikan ke anak-anak benar-benar aman,” tutup dr. Piprim.

Sumber : Kompas.com

Health, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Festival Ombak Bono Dibatalkan Alasan Efisiensi, DPRD Riau Sebut Justru Pariwisata Harus Dihidupkan
Next Post: Nalladia Ayu Rokan Akhirnya Muncul di Paripurna DPRD Riau, Menangis di Ruang Wakil Ketua DPRD

Related Posts

  • BKKBN Riau Gelar Nobar Film Panggil Aku Ayah untuk Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga Ordinary News
  • SMAN 5 Batam Siap Beralih ke IndiBiz, Telkom Riau Ajukan Penawaran Bundling Astinet & Pijar Sekolah Ordinary News
  • Telkom Riau Serahkan Berita Acara Serah Operasi dan Lakukan Silaturahmi ke PT Inti Karya Persada Tehnik Ordinary News
  • Meriahkan HUT RI ke-80, Living World Pekanbaru Hadirkan Lomba 17-an, Festival Kuliner, hingga Festival Fashion Nusantara Ordinary News
  • AM Witel Riau Kunjungan Intimacy & Submit SPH Layanan More for Less di SMPN 13 Pekanbaru Ordinary News
  • Pemko Pekanbaru Bakal Buat Regulasi Tentang Pasar Kaget Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Anak TK dan SD Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai Bono Hotel Pekanbaru
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Pemprov Riau Sambut Baik Ranperda Keterbukaan Informasi Publik, Wujudkan Pemerintahan yang Baik Riau
  • Penderita Diabetes di Indonesia Tinggi, Studi Terbaru Ungkap Manfaat Penggunaan Insulin IDegAsp Health
  • Kemiskinan di Kota Pekanbaru terus mendapat perhatian dan masih menjadi sorotan yang cukup besar. Economy
  • Smartwatch Garmin Fenix 8 Pro Resmi, Bisa SMS dan Telepon via Satelit Technology
  • Ibu-ibu Kemenkumham Riau Taja Publik Speaking, Peserta Tampil Antusias Riau
  • Kominfo Dumai Jajaki Kerjasama bandwidth 2025 EST dengan Witel Riau News Update
  • Pemprov Riau Dapat Jatah Replanting Kelapa 27 Ribu Hektare, Pabrik Baru Akan Dibangun Government
  • Penggunaan Sistem Manajemen Basis Data Relasional Membutuhkan Sertifikasi Techno

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme