Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Harga Tiket Ekonomi Batam Jet Dumai-Batam dan Dumai-Tanjung Balai Karimun Economy
  • Internet Indonesia Makin Padat, Pemerintah Fokus Lindungi Anak dan Pengguna Rentan Techno
  • Ojk Riau Dorong Inklusi Keuangan Pelajar dengan Edupay dan Pembukaaan 19.800 rekening Ordinary News
  • Mengapa yang Bisa Mencapai Usia 100 Tahun Kebanyakan Perempuan Health
  • Gubri Abdul Wahid Minta Dukungan Menperin Dorong Hilirisasi Industri di Daerah Ordinary News

Dokter Ingatkan Risiko Paparan BPA pada Balita, Orangtua Diminta Lebih Cermat

Posted on 7 Oktober 20257 Oktober 2025 By Anjelina Laia

SMARTPEKANBARU.COM – Sejumlah dokter anak dan ahli kesehatan masyarakat mengingatkan potensi risiko paparan Bisphenol A (BPA) pada bayi dan balita, terutama dari penggunaan kemasan plastik keras, seperti galon guna ulang dan wadah makanan. 

Isu tersebut turut mendapat perhatian di ranah internasional melalui rancangan perjanjian global PBB yang dibahas di Busan, Korea Selatan.

Rancangan ini secara khusus menekankan perlindungan balita dari paparan BPA. BPA lazim dipakai sebagai bahan pembuat plastik keras dan lapisan dalam kaleng.

Dalam penggunaan sehari-hari, jejaknya bisa ditemukan pada galon guna ulang, botol, wadah makanan, mainan, hingga struk belanja.  Namun, zat tersebut dapat bermigrasi ke makanan atau minuman, terutama saat terkena panas.

“Tubuh bayi belum optimal membuang BPA sehingga paparan (yang masuk ke dalam tubuh) bisa bertahan lebih lama,” kata ahli kesehatan masyarakat dr Basrah Amru dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/10/2025). 

Ia menambahkan, paparan BPA bisa terjadi sejak masa kandungan dan berdampak pada perkembangan otak bayi. Selain itu, paparan BPA juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak. 

“Anak yang terpapar BPA lebih rentan sakit karena sistem kekebalannya terdampak,” ujar dr Basrah. 

Hal senada diungkapkan dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Irfan Dzakir Nugroho. Menurutnya, paparan BPA pada anak berkaitan dengan gangguan perilaku dan emosi, mulai dari hiperaktivitas, kecemasan, gangguan konsentrasi, hingga risiko depresi.  Dalam jangka panjang, katanya, paparan BPA juga bisa jadi penyebab obesitas dan diabetes di kemudian hari.

Temuan dan imbauan tersebut sejalan dengan keputusan otoritas keamanan pangan European Food Safety Authority(EFSA) yang memperketat ambang batas aman BPA, serta kebijakan pelarangan penggunaan BPA pada kemasan pangan di Eropa mulai Januari 2025.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan pencantuman label peringatan BPA pada galon air minum dalam kemasan yang menggunakan bahan polikarbonat. 

Kebijakan itu bertujuan, agar konsumen, khususnya orangtua dengan anak usia dini, dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi saat memilih produk.

Para ahli tersebut pun menyarankan beberapa kiat untuk melindungi buah hati dari risiko paparan BPA. 

1. Memilih botol dan wadah makan berlabel “BPA Free”.

2. Menghindari memanaskan makanan atau minuman dalam wadah plastik.

3. Mengganti galon yang sudah berusia di atas 1 tahun, kusam, atau retak.

4. Membaca label kemasan sebelum membeli produk anak.

“Dampak paparan BPA mungkin tidak tampak segera, tetapi dapat berpengaruh panjang. Maka dari itu, melindungi anak dari risiko paparan BPA harus menjadi prioritas utama,” tutur dr Basrah. 

Dengan meningkatnya perhatian global dan bertambahnya bukti ilmiah, orangtua diimbau cermat dalam memilih produk harian untuk anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan masa depan si kecil.

Sumber : Kompas.com

Health, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: DPRD Riau Akan Segera Bentuk Pansus Plasma 20 Persen
Next Post: Kemhan Salurkan Jutaan Multivitamin ke Dapur MBG, Ini Peringatan Anggota DPR

Related Posts

  • Review Xiaomi Robot Vacuum S40C, Solusi Rumah Bersih untuk Pengguna yang “Mager” Ordinary News
  • Apakah Anak Kecil Boleh Diet? Ini Penjelasan Dokter Cara Aman Atasi Obesitas Anak Lifestyle
  • 803 Warga di Siak Terdampak Banjir, BPBD Dirikan Tenda Pengungsian Ordinary News
  • Telkom Riau Gali Peluang Baru Layanan Indibiz dan WMS Bersama Marzha Showroom Ordinary News
  • Menyusut Jauh Saat Kemarau, Kini Sungai di Kampar Berpotensi Meluap dan Banjir Bandang Kampar
  • Meta Bangun Kabel Bawah Laut “Candle”, Bawa Internet Ngebut 570 Tbps ke Indonesia Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Loyalitas Pengguna iPhone Unggul, Android Mulai Menyusul
  • UGREEN Nexode Pro 10000mAh 55W, Power Bank Ringkas dengan Fast Charging untuk Mobilitas Tinggi
  • Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Anak TK dan SD Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai Bono Hotel Pekanbaru

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Baliho Iklan Rokok Masih Ramai di Pekanbaru, DPRD Minta Penegakan Perda KTR Diperkuat News Update
  • Wakil Ketua MPR: Aksi Unjuk Rasa Cerminan Aspirasi, DPR Perlu Introspeksi Government
  • Cegah Stunting, BGN dan DPR RI Kenalkan Program MBG kepada Warga Tapung News Update
  • Lindungi Hak Siswa, Disdik Riau Larang Sekolah Tahan Ijazah dengan Alasan Apapun Government
  • Pertamina Retail Kembangkan Bisnis Non Fuel Melalui Pembukaan Bright Cafe di Kota Balikpapan Nasional
  • Orangtua Perlu Tahu Bahaya Infeksi Penyakit Jika Anak Tak Imunisasi Health
  • Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Investor Berburu Aset Aman Business Today
  • Mengenal Respiratory Syncytial Virus, Penyebab Kematian Tertinggi Bayi Usia di Bawah 1 Tahun Health

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme