Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Kaesang Tegas ke Kader PSI: Jangan Pernah Korupsi! Government
  • Lewat Pekan Budaya Melayu Serumpun, Riau Pertegas Komitmen Menjaga Marwah EVENT
  • DPRD Kepulauan Meranti Mendorong Tindak Lanjut atas Temuan BPK Riau
  • Karya Riau Bertuah 2025 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Tangguh dan Ekonomi Inklusif Ordinary News
  • Sinergi KTH Siarang Arang Bersama PHR WK Rokan, Wujudkan Kesejahteraan dan Kelestarian Hutan Nasional

Ini Kebiasaan Makan yang Diam-diam Merusak Kesehatan Menurut Dokter

Posted on 1 Oktober 20251 Oktober 2025 By Anjelina Laia

Gaya hidup serba cepat membuat banyak orang abai pada pola makan sehat. Tanpa disadari, pilihan makanan yang dikonsumsi sehari-hari bisa menjadi “bom waktu” bagi tubuh alias memicu penyakit.

D. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM, dokter spesialis gizi klinik, menyampaikan, penyakit kronis saat ini tidak hanya menyerang usia lanjut.

“Yang tadinya usianya 50-an ke atas, sekarang justru 30 ke bawah sudah banyak yang kena penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, bahkan obesitas,” kata dr. Consistania dalam perayaan kelima tahun RAVELLE di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Berikut kebiasaan konsumsi makan terutama orang Indonesia yang jika terus-menerus bisa mengganggu kesehatan. Simak penjelasannya

Kebiasaan makan yang diam-diam bahayakan kesehatan

1. Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula

Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula tidak hanya menambah berat badan. Menurut dr. Consistania, dampak yang lebih “sunyi” ada pada ketidakseimbangan bakteri usus atau disbiosis.

“Bakteri baik di saluran cerna lama-lama kelaparan, digantikan bakteri jahat yang yang makanan utamanya high fat, tinggi lemak, dan gula. Akhirnya gangguan hormon, alerginya kumat, gampang sakit, bahkan perut sering kembung atau bloating,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya nutrisi seimbang untuk menjaga imunitas dan produktivitas. Ibaratkan tubuh seperti kendaraan, kata dr. Consistania, yang butuh bensin tepat agar mesin tetap prima.

“Kita juga harus pilih bensin yang bagus. Itu artinya real food, makanan asli yang minim proses,” tuturnya.

2. Kebiasaan dapur yang tak disadari

Masalah lain datang dari cara memasak, mengolah, dan menyimpan makanan. Banyak keluarga sibuk mengandalkan rice cooker untuk menyimpan nasi berjam-jam.

Padahal, kebiasaan ini bisa meningkatkan indeks glikemik nasi sehingga kadar gula darah naik lebih cepat.

“Jadi habis tanak, langsung dikeluarkan di tempat penyimpanan nasi. Masak sampai dia matang, habis itu baru dipindahkan buat dikonsumsi, disimpan,” katanya.

Begitu juga dengan meal prep mingguan yang perlu trik. Ia mengingatkan agar bahan yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.

“Sekali lelehin, langsung dimasak, langsung dimakan. Kalau dia udah bolak-balik beku, cair, beku, cair, kualitas makanannya, nutrisinya sudah turun,” tambahnya.

Lebih lanjut, penggunaan suhu tinggi dan pemanasan berulang, misalnya menggoreng dengan metode deep fried atau merebus sayur berulang, turut merusak vitamin dan mineral.

“Kalau masak makanan yang misalnya direbus, direbusnya berulang-ulang. Itu si vitamin sama mineral yang larut air. Kadang-kadang larut sama air yang rebusan itu,” ungkapnya.

“Tapi beda kalau misalnya kita bikin sup. Walaupun dia direbus dengan air. Tapi kan vitamin sama mineralnya tetap ada di makanannya,” lanjutnya.

3. Gorengan dan pemanis buatan

Tidak bisa dipungkiri, gorengan adalah teman setia orang Indonesia. Dari pinggir jalan hingga restoran, pilihan ini kerap ada.

“Orang Indonesia biasanya suka gorengan. Gorengan yang tinggi lemak, udah gitu digoreng pakai minyak. Terus dia pakai deep fried kan,” tuturnya.

Ada pula makanan dan minuman dengan pemanis buatan seperti stevia yang dianggap lebih sehat daripada penggunaan gula pada umumnya. Namun, apakah boleh?

“Boleh saja jadi alternatif. Kalau penderita diabetes atau kita yang enggak mau masukin gula banyak-banyak, itu boleh. Tapi perlu diperhatikan, produk stevianya betul-betul alami tanpa bahan campuran lain,” ujarnya.

Walaupun penggunaan stevia dibolehkan, bukan berarti membiasakan diri untuk keterusan mengonsumsi itu.

“Boleh tapi bukan berarti mengiyakan. Boleh nih makanan manis semuanya diganti sama pemanis buatan. Enggak, kita harus membiasakan diri,” terangnya.

4. Makanan instan dan ultra-processed food

Selain gorengan, makanan kemasan atau makanan olahan tinggi juga jadi favorit. Dari biskuit manis, minuman kemasan, hingga mi instan, semua mudah dibeli di minimarket.

“Coba lihat rak-rak supermarket, makanan real food itu ada enggak? Banyaknya itu semuanya pada UPF (ultra-processed food) yang udah dikemas-kemas,” ucapnya.

Produk-produk ini cenderung tinggi gula, garam, dan lemak yang mengacaukan kesehatan.

“Padahal biasanya makanan yang kita order yang instan itu lebih high fat, high sugar, tinggi kalori, dan itu adalah biang-biangnya dari masalah kesehatan yang terjadi,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

Health, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Peletakan Batu Pertama SMAN 3 Kemuning, Gubri Wahid Harap Tekan Angka Putus Sekolah
Next Post: Jalan Selensen-Kota Baru-Bagan Jaya Diperbaiki, Gubri Abdul Wahid: Awal Desember Target Selesai

Related Posts

  • Pengamat Ragukan Efektivitas Pembebasan PPh 21 Gaji hingga Rp 10 Juta Business Today
  • Kampar Adakan Pasar Murah Hadapi Anjloknya Pasokan Bahan Makanan Pascabencana Sumbar, Sumut dan Aceh Government
  • Hati-Hati, Ini Bahaya Minum Vitamin dan Suplemen Berlebihan Menurut Ahli Health
  • Dinilai Membebani APBD, DPRD Pekanbaru Desak Evaluasi THL di Seluruh OPD Ordinary News
  • Harga Bitcoin (BTC) Melemah, Turun ke Kisaran 88.140 Dollar AS Business Today
  • HoTDa Tanjungpinang dan AM Government Service Witel Riau Bahas Kebutuhan Layanan Internet di Kantor Bea Cukai Tanjungpinang Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Cegah Sejak Dini, TP Posyandu Dorong Cek Kesehatan Sekolah dan Imunisasi Zero Dose Health
  • Pelatihan Fotografi Produk Bantu UMKM Riau Tembus Pasar Lebih Luas Ordinary News
  • Bawaslu Riau Laksanakan Rapat Teknis Pelaksanaan Monev Pengisian SAQ Bawaslu se-Provinsi Riau Ordinary News
  • Rumah Pribadi Plt Gubri SF Hariyanto Digeledah KPK, Uang Rupiah dan Dolar Singapura Disita Economy
  • 60 Tahun BRKS, Diharapkan Tetap Tangguh Hadapi Tantangan Ekonomi Business Today
  • Mengenal Henti Jantung, Kondisi Medis yang Merenggut Nyawa Hulk Hogan Health
  • Kapolda Riau Pastikan Keamanan Pasar Murah, 149 Ton Beras Bulog Dibagikan ke Warga Economy
  • Overview Kepatuhan Wajib Pajak bersama Kepala Kanwil DJP Riau INFO PAJAK

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme