SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah menyampaikan bahwa mereka akan memasang internet di 3.000 desa yang belum terpapar sinyal selama ini. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Komdigi) untuk mengatasi masalah internet dan sinyal ini. “Karena arahan Bapak Presiden, antar kementerian lembaga itu ya kolaborasi. Kita bukan Superman, tapi kita super tim. Dan salah satu yang sangat menentukan maju atau tidak maju di desa itu adalah masalah internet dan sinyal,” ujar Yandri, saat ditemui di kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). “Dan kami sudah sampaikan tadi dengan Ibu Menteri bahwa ada sekitar 3.000-an desa yang benar-benar belum punya sinyal,” sambung dia.
Yandri menegaskan, internet betul-betul dibutuhkan zaman sekarang.
Kalaupun ada internet, kata Yandri, biasanya di desa itu tetap kesulitan mendapatkan sinyal. “Nah, oleh karena itu dengan MoU ini kita akan nanti follow up dengan perjanjian kerja sama, termasuk tadi pertukaran data. Tinggal nanti kami juga akan menyampaikan program prioritas desa mana yang mesti diintervensi lebih dulu, lebih cepat, lebih tepat karena menyangkut potensi desa, yang saya katakan tadi ada Desa Ekspor,” ujar dia. Yandri pun memberi contoh mengenai betapa pentingnya internet bagi desa. Dia mengatakan, ada sebuah desa di Pandeglang, Banten, yang kini mengekspor sendiri ikan koki mas ke Inggris, Prancis, dan Afrika karena sudah punya internet. Bahkan, di desa lain ada juga yang menjadi konten kreator dan membuat desa tempat tinggalnya menjadi kaya. “Kalau dengan memperkuat internet, sinyal itu saya kira mempermudah mereka untuk berkreasi, dan juga ada beberapa desa yang membuat konten kreator sehingga desa itu menjadi terkenal, sekarang menjadi desa yang kaya raya,” kata Yandri.
Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, mereka memang memiliki tupoksi untuk mengoneksikan desa-desa di Indonesia.
Setelah bekerja sama, dia yakin mereka dapat mempercepat proses penyelesaian masalah internet di desa. “Jadi kami bisa memulai dengan data yang memang tidak terlalu berbeda, tinggal dicocokkan nanti dari desa-desa itu mana yang akan kita prioritaskan untuk terbangun koneksinya di tahun 2025,” imbuh Meutya.
Sumber : kompas.com
