Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Naik Lagi, Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.686 per Kg Economy
  • Wujudkan Tembilahan Digital, Internet Dedicated Segera Hadir di Gedung MPP Soldier
  • Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Terkini: 27,85 Triliun Economy
  • RDP di DPRD Riau: Pemkab Rohul Tegaskan PTPN IV Telah Penuhi Kewajiban Kebun Masyarakat Government
  • YouTube Hadirkan Fitur Pembatasan Shorts hingga Nol Menit Internet

Tanggapi Soal Adanya Pesantren Bayar PBB, Bapenda Kota Pekanbaru: Ada Stimulus

Posted on 23 Oktober 202523 Oktober 2025 By Ghina Raudathul Jannah

SMARTPEKANBARU.COM – Sejumlah pesantren di Kota Pekanbaru ternyata harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perkotaan.

Besarannya pun beragam untuk pembayaran pajak daerah ini setiap tahunnya.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru pun angkat bicara soal adanya pesantren yang membayar PBB.

Mereka menegaskan bahwa sekolah yang profit oriented menjadi wajib PBB.

Plt Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyampaikan sekolah dan pesantren yang profit oriented termasuk objek PBB.

Ia menyebut bahwa ada stimulus dari Wali Kota Pekanbaru melalui pengurangan PBB untuk urusan pendidikan sebesar 65 persen dari PBB terhutang.

Pengelola pesantren maupun sekolah yang profit oriented cuma membayar 35 persen dari besaran PBB tersebut.

Mereka mendapat stimulus untuk pembayaran PBB dari pemerintah kota sebagai lembaga pendidikan.

“Tapi ada stimulus sebesar 65 persen yang diberikan wali kota ke sekolah itu,” paparnya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, pengelola pesantren maupun sekolah swasta bisa mengajukan agar mendapat stimulus.

Ia memastikan bahwa pemerintah kota bakal memberi stimulus itu sebagai dukungan kelangsungan pendidikan.

Dirinya menyebut bahwa pemberian stimulus ini bisa diberikan berbasiskan verifikasi.

Ia menyebut nantinya juga ada  permohonan dari wajib pajak daerah.

Ingot menyebut bahwa sekolah swasta sekalipun yang nirlaba atau bukan profit oriented pun tidak membayar PBB.

Ia menegaskan bahwa yang membayar PBB hanya lembaga pendidikan profit oriented.

“Jadi yang membayar PBB hanya pesantren dan sekolah swasta yang profit oriented saja, kalau sekolah negeri tidak,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, para pemilik pondok pesantren mengeluh adanya penetapan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ditetapkan pemerintah terhadap yayasan pendidikan mereka.

Ketua Forum Pondok Pesantren Riau KH Muhammad Mursyid mengakui, persoalan ini menjadi bahan diskusi di forum pemilik pesantren di Riau.

“Ini menjadi bahan diskusi, dan memang keinginan ada regulasi yang harus dilewati untuk mengubah ini semuanya. Untuk itu kita mendesak pemerintah kalau bisa dibebaskan pajak bumi dan bangunan di lembaga pendidikan pesantren,” ujar Muhammad Mursyid.

Muhammad Mursyid juga mengakui, sudah menyampaikan persoalan ini ke beberapa kementerian namun mereka juga akan mengkaji persoalan ini.

“Harapan kami ada kado istimewa ada kabar gembira. Regulasinya dibuat sedemikian, untuk meringankan beban para santri dan pemilik pondok pesantren,” ujar Mursyid.

Diakui Mursyid, memang beberapa kemudahan dari pemerintah sudah mulai digulirkan, seperti pengurusan tanah wakaf untuk pondok pesantren, sudah dibebaskan biaya.

“Sebetulnya persoalan ini, ada di pemerintah daerah, saya belum begitu mendalami bagaimana regulasinya, karena bagaimanapun pemerintah daerah dengan pemerintah pusat harus bersinergi untuk kepentingan pondok pesantren kedepannya,” jelasnya.

Selain persoalan itu, yang lain cukup mendesak itu, bagaimana agar pesantren mendapatkan formasi yang sama dengan sekolah umum, berupa BOS dan lainnya karena ada madrasyah juga di pondok pesantren tersebut.

“Selanjutnya infrastruktur juga, sebelumnya sudah ada kerjasama dengan DPR RI mendapatkan asrama, dan sanitasi dan lain sebagainya namun belum menjangkau semuanya, di Riau ada 558 pondok pesantren yang terdaftar secara resmi,” ujar Muhammad Mursyid.

Sumber : TribunPekanbaru.com

Riau

Navigasi pos

Previous Post: Breaking News: Kepala Inspektorat Riau Mendadak Didemosi, Pelantikan Berlangsung Tertutup
Next Post: Windows 10 Berakhir, Ini Cara Mudah Update ke Windows 11 Terbaru

Related Posts

  • PHR Proaktif Bantu Pencegahan dan Pelatihan Karhutla-Restorasi Gambut di Riau Riau
  • Pantang Menyerah, Aji Santoso Optimis PSPS Pekanbaru Masih Punya Peluang Emas di Liga 2 News Update
  • PHR Raih Penghargaan Best Innovation di SCM Summit 2024 Business Today
  • Warga Inhil Jadi Tersangka Karhutla di Kempas, Lahan Terbakar Capai 5 Hektare Indragiri
  • KPU Riau Bersama KPU Siak Gencar Sosialisasikan Pemungutan Suara Ulang Pasca Putusan MK Highlights
  • Pemkab Rohul Gandeng KPKNL Pekanbaru untuk Penilaian Kerja Sama Pengembangan Wisata Hapanasan Riau

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Anak TK dan SD Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai Bono Hotel Pekanbaru
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Gubri Sambut Baik Temuan Cadangan Migas di WK Rokan Hingga 724 Juta Barel Economy
  • Titik Banjir Masih Banyak di Kota Pekanbaru, Dewan Minta Pemerintah Buat Solusi Jangka Panjang Pekanbaru
  • Perjanjian Dagang RI–AS Izinkan Transfer Data, Ini Peringatan Ahli Siber! Election
  • Yulisman Calon Diunggulkan di Musda, Daftar untuk Ketua Golkar Riau Riau
  • Pengunjung Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir di Festival Pacu Jalur Kuansing Economy
  • Momen Langka Timnas Voli Putra Indonesia di China: Pacar Shella Bernadetha Jadi Spiker Olahraga
  • Birokrasi Dinilai Rumit, Prabowo Perintahkan Pembenahan Usai Dirut Agrinas Mengundurkan Diri Government
  • Program Peralihan dari PAUD ke SD Dikenalkan ke Masyarakat Others

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme