Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Telkom Witel Riau Gelar Zoom Meeting Bersama Yayasan Sekolah Muhammadiyah Batam Ordinary News
  • Warga Sangat Mendukung Perbaikan Jalan Cipta Karya dan Beginilah Harapan Anggota DPRD Pekanbaru Pekanbaru
  • Haul Akbar Dan Milad Majelis Taklim Al-Hidayah Jadi Ajang Pererat Ukhuwah Islamiyah di Tembilahan Hulu Ordinary News
  • Daftar Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Periode 26 Februari-4 Maret 2025 Business Today
  • Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.
    Petang Belimau Pekanbaru, SF Hariyanto Salurkan Sembako News Update

Warga Pekanbaru Keluhkan Maraknya Pak Ogah dan Gepeng di Jalanan: Kalau Dibiarkan Makin Banyak

Posted on 13 Oktober 202513 Oktober 2025 By Ibe Ibrahim

SMARTPEKANBARU.COM – Fenomena maraknya keberadaan pak ogah dan gelandangan-pengemis (gepeng) di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru kembali menjadi keluhan warga.

Aktivitas mereka yang semakin sering terlihat di persimpangan dan lampu merah dinilai mengganggu kenyamanan serta kelancaran arus lalu lintas.

Di beberapa titik seperti Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, Arifin Ahmad, Soekarno-Hatta dan sejumlah ruas jalan lainnya, warga hampir setiap hari melihat kehadiran pak ogah yang ikut mengatur lalu lintas.

Namun, sebagian pengendara menilai keberadaan mereka justru menambah kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Kadang bukannya membantu, malah bikin bingung pengendara. Mereka asal kasih aba-aba, padahal lampu lalu lintas masih menyala, bahkan sering terjadi kemacetan malah, dan mereka ambil kesempatan itu untuk dapat cuan dari pengendara,” ujar Rina, seorang warga Sukajadi kepada Tribun, Sabtu (11/10/2025).

Warga lainnya, Rio, juga mengaku terganggu dengan keberadaan pak ogah yang kerap meminta imbalan setelah membantu mengatur kendaraan.

Ia menilai fenomena itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari aparat dan adanya kebiasaan sebagian masyarakat memberi uang.

“Selama masih ada yang kasih, mereka akan terus di situ. Harusnya aparat tegas,” ujarnya.

Selain pak ogah, keberadaan gepeng di sejumlah perempatan jalan juga menjadi perhatian.

Banyak di antara mereka membawa anak kecil sambil meminta-minta kepada pengendara yang berhenti.

Pemandangan itu menimbulkan rasa iba sekaligus kekhawatiran di kalangan masyarakat.

“Kasihan anak-anak kecil itu, panas-panasan di tengah jalan. Itu sudah seperti bentuk eksploitasi anak,” kata Nurlaila, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Jalan Arifin Ahmad.

Ia berharap pemerintah kota segera menertibkan dan memberikan pembinaan kepada mereka.

Beberapa warga juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memberi uang kepada gepeng.

Menurut mereka, pemberian uang hanya akan membuat para gepeng terus bertahan di jalan.

“Kalau dibiarkan, jumlahnya makin banyak. Lebih baik diarahkan ke lembaga sosial atau panti asuhan,” ujar Rudi, pengendara lainnya.

Warga Berharap Instansi Terkait Lakukan Penertiban

Fenomena meningkatnya jumlah pak ogah dan gepeng ini disebut muncul karena adanya kekosongan pengawasan di lapangan.

Saat petugas lalu lintas atau dinas terkait tidak hadir di titik rawan.

Para pak ogah memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari uang, sementara gepeng memanfaatkan rasa iba masyarakat.

Warga berharap agar instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian, bersinergi melakukan penertiban serta memberikan solusi jangka panjang.

“Kalau tidak ada tindakan nyata, masalah ini akan terus berulang,” tutur Rudi.

Sumber : Tribunpekanbaru.com

Ordinary News, Pekanbaru

Navigasi pos

Previous Post: Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Istana Akan Evaluasi
Next Post: Begini Masukan Positif DPRD Pekanbaru Soal Operasi Besar-besaran Penertiban Gepeng Mulai Pekan Ini

Related Posts

  • Tingkatkan Kepuasan Tamu, Fave Hotel Beralih ke Layanan Telkom Indonesia Ordinary News
  • Radio Talkshow Ramadan Bersama MyRepublic Ordinary News
  • Sempat Menguat Tembus 94.000 Dollar AS, Harga Bitcoin Melemah 1,6 Persen Business Today
  • Bitcoin Tergelincir ke 86.000 Dollar AS, Aset Pasar Kripto Lainya Ikut Tertekan Business Today
  • Renaldi dan Marto Berebut Dukungan Untuk Posisi Sekwan DPRD Riau Government
  • ASKI Jakarta Gelar Sertifikasi Pelatih Karate, Dorong Pembinaan Lebih Terstruktur dan Berkelas Nasional

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram
  • Seleksi Komisaris PT SPR Diperpanjang, Dorong Penguatan Kinerja BUMD
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Tanggapan Resmi TNI, Polri, DPR, dan Pemerintah atas Tuntutan 17+8 dari Masyarakat Government
  • Punya Utang Rp 906 Miliar, Pemprov Riau Janji Tuntaskan di APBD-P 2025 Government
  • Antisipasi Kemacetan, DPRD Minta Petugas Siaga di U-Turn Pasar Cik Puan News Update
  • ASDP Beri Diskon 19 Persen untuk Penyeberangan Akhir Tahun Business Today
  • Fakta Pembobolan Rp 200 Miliar Lewat BI Fast, OJK: Kejahatan Terorganisasi, Dana Mengalir ke Kripto Global Business Today
  • Tatap Popnas 2025, Silat Riau Bakal Cari 3 Pesilat Pengganti Olahraga
  • Usulan KSPN untuk 13 Desa di Rupat Utara, DPRD Riau Minta Proyek Roro Tetap Berjalan News Update
  • Vietnam Airlines Buka Rute Penerbangan Jakarta-Hanoi Mulai 23 November 2025 Business Today

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme