SMARTPEKANBARU.COM – Studi intervensi yang dilakukan Dokter Gizi Medik Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi menemukan bahwa anak balita di Jakarta yang mengonsumsi susu pertumbuhan terfortifikasi zat besi minimal dua kali per hari mampu mencapai kecukupan zat besi harian secara optimal.
Hasil studi menunjukkan, 8 dari 10 anak yang mendapatkan susu pertumbuhan terfortifikasi zat besi mencapai 100 persen kecukupan zat besi harian, dibandingkan kelompok anak yang hanya mengandalkan makanan harian tanpa fortifikasi.
Capaian ini dinilai penting mengingat masih banyak anak Indonesia yang belum memenuhi rekomendasi asupan zat besi sebesar 7 mg per hari.
Penelitian yang melibatkan anak usia 1–3 tahun di Jakarta tersebut bertujuan mengevaluasi dampak konsumsi susu pertumbuhan terfortifikasi terhadap kecukupan zat besi harian anak.
Dr. Dian menjelaskan, kekurangan zat besi masih menjadi tantangan besar pada anak usia dini. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko anemia, mengganggu perkembangan kognitif, menurunkan performa belajar, serta meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.
“Temuan ini menggarisbawahi bahwa memastikan anak mendapatkan sumber zat besi yang cukup setiap hari dapat memberikan perubahan nyata bagi kesehatan mereka,” ujar Dian dalam keterangannya, Minggu (13/12/2025).
Ia mempresentasikan hasil penelitian ini pada 57th Annual Meeting of ESPGHAN, 14–17 Mei 2025.
Menurutnya, intervensi nutrisi yang tepat, termasuk melalui pilihan pangan terfortifikasi, terbukti membantu meningkatkan kecukupan asupan zat besi dan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kekurangan zat besi sejak dini.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A(K), menekankan bahwa kesehatan pencernaan memiliki peran krusial terhadap tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan, mulai dari pembentukan sistem imun hingga fungsi kognitif.
“Dukungan nutrisi yang tepat pada masa awal kehidupan penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan keseimbangan mikrobiota usus,” kata Andy.
Ia menambahkan, temuan ini sejalan dengan hasil diskusi para ahli multidisiplin yang menegaskan keterkaitan erat antara kesehatan pencernaan dengan perkembangan kognitif, sosial-emosional, serta imunitas anak.
Para ahli juga menyoroti peran prebiotik dalam mendukung pematangan saluran cerna sebagai fondasi tumbuh kembang anak yang lebih menyeluruh.
“Dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan, apa yang terjadi di saluran cerna sangat menentukan perkembangan masa depan anak,” ujarnya.
Menurut Andy, kombinasi prebiotik seperti FOS, GOS, dan inulin berperan dalam meningkatkan keragaman bakteri baik di saluran cerna sejak dini, yang pada akhirnya mendukung perkembangan otak, kemampuan sosial, serta kesehatan anak secara keseluruhan.
“Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan pencernaan merupakan fondasi penting yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak,” tambahnya.
Sementara itu, Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan bahwa karya ilmiah Dian Novita Chandra dan Andy Darma merupakan dua dari 40 publikasi ilmiah yang dihasilkan.
“Publikasi ilmiah ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi fondasi bagi inovasi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ray.
Ia menegaskan, setiap riset dilakukan melalui kolaborasi dengan para ahli, institusi akademik, dan tenaga medis, sehingga hasilnya relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.
Rangkaian publikasi ini sekaligus memperkuat pendekatan ilmiah Danone Specialized Nutrition Indonesia dalam menghadirkan solusi nutrisi yang menjawab tantangan kesehatan anak di Tanah Air.
Sumber : Tribunnews.com
