SMARTPEKANBARU.COM – Manfaat vitamin C ternyata sangat besar untuk tubuh. Ini ditandai dengan reaksi badan saat asupan vitamin ini kurang.
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Prof Hardinsyah, menjelaskan manfaat dan dampak jika tubuh kekurangan vitamin C.
Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting untuk tubuh.
Asupan vitamin C yang cukup dapat membantu tubuh memproduksi antibodi, memperkuat sel imun, serta menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh.
Sementara jika tubuh kekurangan vitamin C bisa berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.
“Dampaknya bisa berupa daya tahan tubuh menurun, kulit menjadi kering dan kasar, penyembuhan luka menjadi lebih lama, serta gusi mudah berdarah,” ujarnya dalam IPB Podcast yamg dikutip Senin (5/1/2026).
Gejala kekurangan vitamin C tidak melulu spesifik, tetapi dapat terlihat dari kondisi kulit yang menjadi kasar, kering, dan bibir tampak keriput.
“Itu gejala awal yang sering muncul, meskipun bisa juga berkaitan dengan kekurangan zat gizi lain,” ujarnya.
Kekurangan jangka panjang bisa menyebabkan skorbut, penyakit serius yang jarang terjadi.
Tubuh yang kekurangan vitamin C cenderung lebih mudah terserang infeksi karena sistem imun melemah.
Ia menjelaskan, vitamin C merupakan vitamin larut air yang memiliki peran unik dibandingkan vitamin lain, terutama dalam kaitannya dengan sistem imun.
Vitamin C berperan dalam merangsang produksi antibodi, salah satunya natural killer cell.
Sel-sel ini produksinya meningkat saat konsumsi vitamin C yang cukup.
Selain itu, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan produksi sel darah putih serta mendukung pembentukan interferon dan kerja imunoglobulin.
Takaran Kebutuhan Vitamin C
Kebutuhan harian vitamin C orang dewasa berkisar 60–70 miligram dan masih aman dikonsumsi hingga dua kali lipat karena sifatnya yang larut dalam air.
Adapun sumber vitamin C terbaik berasal dari buah dan sayur segar.
“Kalau dari buah, tidak hanya dapat vitamin C, tetapi juga serat, vitamin lain, dan zat gizi pendukung lainnya. Jadi manfaatnya lebih lengkap,” ujarnya.
Beberapa buah dengan kandungan vitamin C tinggi antara lain jambu biji, jeruk, tomat, pepaya, serta berbagai buah tropis lainnya.
Buah tinggi vitamin C:

- Jambu biji (228 mg /100 g)
- Jeruk (53 mg/100 g)
- Kiwi (93 mg/100 g)
- Pepaya (60 mg/100 g)
- Mangga (36 mg/100 g)
Sayur tinggi vitamin C:
Brokoli (89 mg/100 g)Paprika merah (127 mg/100 g)Bayam (28 mg/100 g)
Teknik Pengolahan, Jangan Memasak di Suhu Tinggi
Ia juga mengingatkan bahwa vitamin C mudah rusak oleh panas.
Oleh karena itu, pengolahan sayur sebaiknya tidak menggunakan suhu tinggi.

“Kalau sayuran dimasak dengan suhu tinggi, sebagian besar vitamin C-nya hilang. Konsumsi sebagai salad atau tumis cepat masih memungkinkan vitamin C tetap ada,” jelasnya.
Terkait suplemen vitamin C, Prof Hardinsyah menyebutkan, penggunaannya dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu misalnya dalam kondisi darurat, seperti bepergian jauh, sulit akses buah dan sayur, atau masa pemulihan sakit, suplemen vitamin C bisa digunakan.
Namun, dalam kondisi normal, sumber alami tetap lebih dianjurkan.
“Dengan mengonsumsi dua porsi sayur dan tiga porsi buah per hari, kebutuhan vitamin C umumnya sudah bisa terpenuhi,” tuturnya.
Sumber : Tribunnews.com
