SMARTPEKANBARU.COM- Keluarga besar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Riau saat ini sedang menyelimuti duka mendalam atas berpulangnya sang Ketua, Jaya Kusuma, pada Senin (23/2/2026). Di tengah suasana duka tersebut, jajaran pengurus memberikan pesan kuat agar para atlet yang tengah berjuang di pusat pelatihan nasional (Pelatnas) tidak larut dalam kesedihan. Semangat almarhum dalam memajukan olahraga disabilitas diharapkan menjadi bahan bakar bagi para atlet untuk tetap fokus mengejar prestasi di kancah internasional.
Sekretaris NPCI Riau, Indra Warman, menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi bagi 11 atlet Riau yang saat ini berada di Solo, Jawa Tengah. Para atlet tersebut sedang menjalani persiapan intensif menghadapi ajang bergengsi Asian Para Games 2026 yang akan dihelat di Nagoya, Jepang. Menurut Indra, dedikasi terbaik di medan laga adalah bentuk penghormatan tertinggi yang bisa diberikan para atlet untuk mengenang jasa dan perjuangan almarhum Jaya Kusuma.
Kehilangan sosok pemimpin yang inspiratif juga dirasakan mendalam oleh atlet para bulutangkis kebanggaan Indonesia, Leani Ratri Oktila. Baginya, Jaya Kusuma bukan sekadar ketua, melainkan sosok teladan yang pantang menyerah, tegas, dan memiliki kepedulian luar biasa terhadap kesejahteraan atlet. Ratri mengenang almarhum sebagai figur yang tidak pernah mengeluh meski dalam kondisi sulit, sebuah karakter yang selalu memotivasi para atlet untuk melampaui keterbatasan mereka.
Tercatat ada 11 nama atlet andalan Riau yang kini mengemban misi negara di Pelatnas, mulai dari cabang para atletik, para bulutangkis, judo tuna netra, para renang, para tenis meja, hingga wheelchair fencing. Mereka telah bertolak ke Solo sejak pertengahan Februari lalu sesuai instruksi dari pengurus NPCI Pusat. Keberangkatan mereka merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Terkait kekosongan jabatan ketua pasca wafatnya Jaya Kusuma, NPCI Riau kini tengah menanti arahan resmi dari pengurus pusat. Berdasarkan mekanisme AD/ART, posisi ketua sementara biasanya akan dijabat oleh sekretaris untuk periode tertentu guna menjaga roda organisasi tetap berjalan. Langkah ini menjadi krusial mengingat adanya berbagai agenda administratif dan koordinasi anggaran bersama Dispora Riau yang harus segera dituntaskan dalam waktu dekat.
Indra Warman menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan rekonsiliasi dan komunikasi intensif dengan NPCI Pusat untuk menentukan langkah kepemimpinan selanjutnya, apakah melalui penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) atau pengukuhan jabatan. Di tengah transisi ini, pengurus berkomitmen untuk melanjutkan visi almarhum dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah provinsi. Perjuangan Jaya Kusuma untuk membesarkan nama NPCI Riau dipastikan akan terus berlanjut demi melahirkan pahlawan-pahlawan olahraga baru.
Sumber : Tribun Pekanbaru
