SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyatakan sikap tegas mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku perburuan satwa dilindungi yang berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Hal ini ditegaskan dalam konferensi pers pengungkapan tindak pidana perburuan gajah Sumatera yang digelar di Aula Tribrata Polda Riau, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, didampingi jajaran Polda Riau dan instansi terkait lainnya. Kehadiran pemerintah daerah dalam agenda ini menjadi simbol transparansi sekaligus keseriusan dalam mengawal penegakan hukum terhadap kasus kejahatan lingkungan di Bumi Lancang Kuning.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menekankan bahwa perlindungan terhadap satwa langka seperti gajah Sumatera bukan hanya soal aturan, melainkan bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem daerah. Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam membongkar jaringan perburuan ilegal tersebut.
“Pemerintah Provinsi Riau mendukung sepenuhnya proses hukum terhadap pelaku perburuan satwa yang dilindungi. Kami berharap penegakan hukum ini dapat memberikan efek jera serta menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tegas SF Hariyanto dalam kesempatan tersebut.
Selain mendukung penindakan, Pemprov Riau juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum guna mengedukasi masyarakat. Upaya ini dilakukan agar kesadaran publik meningkat dalam menjaga habitat asli satwa-satwa yang kini keberadaannya semakin terancam.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan mendalam oleh tim di lapangan. Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus berkomitmen dalam menegakkan hukum demi melindungi satwa yang dilindungi oleh undang-undang.
Herry juga mengajak peran serta aktif masyarakat sebagai mata dan telinga aparat dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan di kawasan hutan. “Kami mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian satwa serta melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas perburuan ilegal. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang,” pungkasnya.
Sumber: pekanbaru.tribunnews.com
