SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pekanbaru, Alex Sander, menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan memiliki fungsi strategis dalam melindungi kesehatan publik serta meningkatkan daya saing masyarakat. Mengingat aspek pengawasan yang sangat luas dan memiliki risiko tinggi jika tidak dikelola dengan baik, diperlukan sistem pengawasan yang kuat, berintegritas, dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah di Provinsi Riau.
Sesuai dengan amanah PP Nomor 80 Tahun 2017 dan UU Nomor 23 Tahun 2014, keterlibatan aktif Pemerintah Daerah menjadi kunci utama dalam pengawasan menyeluruh. Alex Sander menyebutkan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan setiap produk yang beredar di tengah masyarakat memenuhi standar keamanan. Hal ini krusial bukan hanya untuk aspek kesehatan, tetapi juga sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Salah satu inisiatif unggulan yang kini tengah digalakkan adalah Program Kabupaten Kota Pangan Aman. Program ini dirancang sebagai langkah preventif untuk menjamin kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui program ini, pemerintah berupaya menciptakan masyarakat yang sehat, berdaya saing, dan produktif melalui jaminan keamanan pangan yang fundamental.
BBPOM Pekanbaru berharap seluruh kabupaten dan kota di wilayah kerjanya dapat mengikuti pelaksanaan penilaian mandiri Kabupaten Kota Pangan Aman secara konsisten. Proses ini penting untuk memetakan serta mengatasi hambatan yang dihadapi di lapangan dalam melakukan pengawasan. Koordinasi antardinas secara sinergis menjadi kunci agar pengawasan tidak hanya bersifat reaktif, namun lebih bersifat edukatif dan berkelanjutan bagi pelaku usaha pangan.
Selain koordinasi teknis, Alex juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) non-fisik di bidang pengawasan obat dan makanan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menggunakan dana tersebut secara efektif, efisien, dan akuntabel guna mendukung kegiatan penyuluhan serta pengawasan di daerah masing-masing. Optimalisasi anggaran ini dinilai akan sangat membantu daerah dalam menjangkau pelosok wilayah yang memiliki kerawanan terhadap peredaran produk tidak layak.
Melalui penguatan kolaborasi ini, diharapkan tidak ada lagi celah bagi peredaran obat dan makanan ilegal atau berbahaya di Provinsi Riau. Alex Sander optimis bahwa dengan sinergi yang kuat antara BBPOM, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, kualitas hidup warga Bumi Lancang Kuning akan semakin meningkat. Jaminan keamanan pangan yang solid merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Riau yang unggul di masa depan.
Sumber Media Center Riau
