SMARTPEKANBARU.COM – Di tengah perekonomian yang lesu, industri kecantikan di Indonesia terbukti tetap bergairah.
Sektor ini menunjukkan daya tahan luar biasa, bahkan ketika banyak bisnis lain tertekan oleh krisis.
CEO Beauty World Indonesia, Efendi Tan, menegaskan bahwa kecantikan adalah salah satu industri yang jarang sepi.
“Industri kecantikan paling mampu menahan krisis. Bahkan ketika krisis melanda, bisnis kami tetap berkembang,” ujarnya.
Salah satu buktinya terlihat dari gerai Beauty World di Jalan Samanhudi, Jakarta.
Meski sudah berdiri sejak 2015, toko tersebut kini kembali hadir dengan wajah baru setelah menjalani renovasi besar-besaran.
Efendi menjelaskan, pembaruan gerai bukan sekadar mempercantik tampilan, melainkan juga menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bertahan dan beradaptasi.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belanja yang lebih nyaman dan modern, sekaligus menunjukkan bahwa industri ini tidak berhenti bergerak,” katanya saat peresmian, Kamis (4/12/2025).
Selain menjual produk kecantikan dari berbagai negara—mulai Italia, Jerman, Cyprus, Korea, Jepang hingga Cina—Beauty World menargetkan memiliki pabrik sendiri agar bisa melahirkan merek lokal.
Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kecantikan global.
Aesthetic Doctor Maria Angelina menambahkan, kebutuhan akan kecantikan tidak bisa diseragamkan.
“Cantik itu relatif, tergantung mata yang memandang. Karena itu, biaya untuk kecantikan berbeda bagi setiap orang. Beauty World menyediakan pilihan dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi agar semua kebutuhan bisa terakomodasi,” jelasnya.
Sumber : Tribunnews.com
