SMARTPEKANBARU.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, mudah diakses, serta memberikan perlindungan yang memadai bagi seluruh kelompok masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan kepada Penyandang Disabilitas bertema “Disabilitas Cerdas dan Sehat Finansial” yang digelar dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas disabilitas.
Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito, menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses produk serta layanan jasa keuangan yang aman, mudah, dan bertanggung jawab. Menurutnya, literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok disabilitas.
“Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta semakin cerdas dalam mengelola keuangan, memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan sehat,” ujar Triyoga.
Ia juga menambahkan bahwa OJK secara berkelanjutan mendorong lembaga jasa keuangan untuk menghadirkan layanan yang ramah disabilitas. Upaya tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas layanan, penyediaan edukasi yang inklusif, serta penguatan perlindungan konsumen, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pemanfaatan layanan keuangan formal.
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari 110 penyandang disabilitas dan 10 orang pendamping. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Analis Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Riau, M. Fajrin dan Rahmadani Masykur, serta Manager Regional Mekaar Permodalan Nasional Madani (PNM), Sheila Pratiwi.
Berbagai materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, hingga perlindungan konsumen dan akses pembiayaan yang inklusif serta berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Para narasumber juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan yang kerap menyasar kelompok rentan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga mudah dipahami dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi dua arah turut mewarnai kegiatan, memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus bertanya langsung terkait permasalahan keuangan yang dihadapi.
Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Riau berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan penyandang disabilitas di Provinsi Riau dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara OJK, lembaga jasa keuangan, pemangku kepentingan, serta komunitas disabilitas dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan sejahtera secara finansial.
