SMARTPEKANBARU.COM – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan agenda pembangunan infrastruktur di Kota Bertuah terus digenjot melalui skema inovatif yang memperkuat kemitraan dengan sektor swasta. Strategi ini diambil agar pembangunan fisik kota tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melibatkan kontribusi dunia usaha secara aktif.
Agung menegaskan bahwa posisi strategis Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi menuntut percepatan standar kota modern yang representatif. Menurutnya, hal tersebut sulit dicapai jika hanya mengandalkan keterbatasan kas daerah yang ada saat ini, sehingga kolaborasi menjadi solusi utama untuk melakukan lompatan besar dalam pembangunan.
“Kalau semua pembangunan hanya mengandalkan APBD, tentu prosesnya tidak akan mungkin bisa secepat kilat. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama bagi kita untuk melakukan lompatan besar,” ujar Agung Nugroho dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (26/2/2026).
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara terbuka memberikan ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi melalui konsep tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Konsep membangun kota bersama sektor swasta ini dinilai sebagai wujud nyata rasa memiliki terhadap Pekanbaru sebagai rumah bersama yang harus dipercantik dan dijaga.
Salah satu bukti nyata sinergi ini terlihat pada renovasi besar-besaran puluhan halte Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang tersebar di berbagai ruas protokol kota. Melalui dukungan perusahaan, Pemko Pekanbaru berhasil mencatatkan penghematan anggaran hingga miliaran rupiah yang sebelumnya dialokasikan untuk biaya perawatan fasilitas transportasi publik tersebut.
Sejumlah institusi besar seperti Bank Riau Kepri Syariah, BSI, Viera, Insyira, hingga RS Awal Bros tercatat aktif mengambil bagian dalam proyek peningkatan fasilitas publik ini. Selain transportasi, pembangunan ikon kota di persimpangan Jalan Arifin Ahmad – Jalan Jenderal Sudirman serta pembangunan Bundaran MP juga mengadopsi pola investasi serupa.
“Dengan pola kolaborasi ini, kita optimis wajah Pekanbaru akan semakin modern dan kompetitif sebagai ibu kota provinsi. Kita ingin pembangunan tetap masif namun tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan,” tutup Agung Nugroho dengan nada optimis.
Sumber: media center riau
