SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya memperbaiki sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah. Namun, upaya tersebut dinilai belum memberikan hasil yang maksimal karena masih banyak titik jalan yang kembali berlubang meski baru beberapa bulan selesai diperbaiki. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas perbaikan, khususnya dengan metode tambal sulam, belum mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama sehingga kembali menimbulkan keluhan dari masyarakat.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya telah diperbaiki kini kembali mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya berada di Jalan Delima, tepatnya di depan salah satu minimarket, kemudian pada tanjakan dan turunan Jalan Lobak, beberapa titik di Jalan Rajawali yang menghubungkan ke Jalan Srikandi Ujung, serta Jalan Pelajar. Selain itu, kerusakan serupa juga ditemukan di Jalan Arifin Ahmad, Jalan HR Soebrantas, Jalan Soekarno-Hatta, dan sejumlah ruas jalan lainnya yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.
Warga mengaku kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan. Afandi, warga Jalan Delima, mengatakan lubang di ruas jalan tersebut telah menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terjatuh. Menurutnya, pemerintah harus segera merespons keluhan masyarakat sebelum kembali terjadi kecelakaan yang lebih serius. Ia berharap perbaikan jalan tidak lagi dilakukan secara asal-asalan, melainkan dengan kualitas pekerjaan yang benar-benar mampu bertahan lama sehingga memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai metode tambal sulam yang selama ini dilakukan hanya menjadi solusi sementara karena kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat. Masyarakat berharap pemerintah melakukan perbaikan yang lebih permanen agar anggaran yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia akibat pekerjaan yang harus terus diulang.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel SH MH, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan pendataan terhadap seluruh titik jalan yang rusak. Menurutnya, pemerintah harus menyusun langkah perbaikan secara menyeluruh dan tidak lagi mengandalkan tambal sulam, terutama pada ruas jalan yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi dan dilalui kendaraan setiap hari.
Roni menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak boleh hanya bersifat sementara. Ia menilai metode tambal sulam yang cepat rusak justru menyebabkan pemborosan anggaran daerah karena pemerintah harus mengalokasikan biaya perbaikan berulang kali. Oleh sebab itu, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama agar hasil pembangunan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.
Ia juga mengingatkan bahwa jalan berlubang berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat hujan ketika lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Karena itu, selain melakukan perbaikan, pemerintah juga harus memastikan adanya pemeliharaan rutin terhadap jalan yang telah diperbaiki. Roni menambahkan bahwa kontraktor pelaksana masih memiliki tanggung jawab dalam masa pemeliharaan sehingga kerusakan yang muncul seharusnya segera diperbaiki tanpa harus menunggu kondisi semakin parah. Dengan pengawasan yang lebih ketat serta kualitas pekerjaan yang lebih baik, diharapkan infrastruktur jalan di Pekanbaru dapat lebih aman, nyaman, dan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Sumber: Tribun Pekanbaru
