Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • DPP Perindo Tunjuk Tokoh Muda di Kuansing, Rowandri Siap Kibarkan Bendera Partai Government
  • Kadin Prediksi Perputaran Uang Libur Nataru Mencapai Rp 107 Triliun Ordinary News
  • Huawei Pura 80 Pro dan Pura 80 Ultra Resmi, Ini Spesifikasi dan Harganya Technology
  • Riau Jadi Pusat Perhatian Nasional, Pemprov Siap Gelar Apel Siaga Karhutla dan Safari Ramadan Government
  • AM Witel Riau Dorong Akuisisi Pelanggan Melalui Penawaran Promo High Speed Internet Akhir Tahun di Disa Tour Travel Ordinary News

KONI Riau: Kami, Atlet dan Pelatih Minta Bonus PON 2024 Bisa Dibayar Bertahap

Posted on 14 Juli 202514 Juli 2025 By Anisa Tak ada komentar pada KONI Riau: Kami, Atlet dan Pelatih Minta Bonus PON 2024 Bisa Dibayar Bertahap

SMARTPEKANBARU.COM- Ketua KONI Riau, Iskandar Hoesin angkat bicara terkait bonus PON 2024 yang hingga kini belum cair dan menjadi polemik karena besaran bonus yang akan direalisasikan jauh dari yang dijanjikan.

“Pak Gubernur, kami minta pembayaran bonus bertahap kalau tidak bisa sekaligus,” kata Iskandar pada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/7/2025).

Akhir-akhir ini permasalahan bonus PON 2024 di Riau kembali mencuat.

Ini dikarenakan aksi Gubri Abdul Wahid memberi bonus Rp 20 juta bagi Dikha, anak pacu jalur yang viral.

Aksi Gubri Wahid ini ternyata menjadi perhatian para atlet dan pelatih Riau karena hingga kini bonus mereka belum diselesaikan.

Iskandar Hoesin masih ingat betul pertemuan mereka dengan Gubri Abdul Wahid pada 17 Juni lalu di rumah dinas.

Pertemuan itu dihadiri para pengurus KONI Riau, atlet dan pelatih yang berprestasi di PON 2024.

Saat itu, baik itu dari pihak KONI Riau maupun atlet serta pelatih yang hadir memberikan pendapat soal bonus ini.

“Intinya kami dari KONI Riau, para atlet dan pelatih minta bonus sesuai dengan Pergub yang berlaku. Dibayar bertahap pun bisa,” kata Iskandar Hoesin pada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/7/2025) mengingat pertemuan tersebut.

Yang dimaksud dengan pembayaran bertahap yakni sebagain dibayar di APBD 2025, sebagian lagi dibayar di APBD Perubahan 2025.

Bisa juga dibayar lagi di APBD 2026.

“Jadi kami tidak memaksa harus 100 persen saat ini. Bisa bertahap,” katanya.

Bila memang keuangan Pemprov Riau saat ini mengalami defisit, maka solusi pembayaran bertahap bisa dilakukan.

Sehingga pembayaran bonus PON 2024 sesuai dengan Pergub yang ada.

“Sekarang kesanggupan keuangan 45 persen. Sisanya bisa bertahap. Asal total besarannya sesuai Pergub,” ucapnya.

Namun dalam pertemuan tersebut, Gubri Wahid tidak mengindahkan solusi dari pihak KONI, atlet dan pelatih.

Sang gubernur tetap kekeh pembayaran bonus sesuai anggaran yang ada, yang telah mengalami efisiensi dari awalnya Rp 40 Miliar menjadi Rp 25 Miliar untuk semua event olahraga, baik itu Paralympic 2024, Peparnas 2024, PON 2024 dan Pra Popnas 2024.

Ia mengatakan para atlet dan pelatih sudah menggantungkan hidup di jalur ini.

Saban hari latihan, pagi dan sore demi berprestasi sehingga bisa meraih bonus.

Bonus sudah dinantikan untuk bisa memperbaiki ekonomi keluarga.

“Para atlet kita ini juga orang miskin. Bonus ini bisa memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga mereka,” ucapnya.

Iskandar Hoesin begitu kesal dengan pertemuan tersebut.

Sudahlah pengajuan audiensi sejak pertengahan April dan baru mau bertemu 2 bulan kemudian.

Hasil pertemuan pun tidak menghasilkan solusi.

“Pengajuan tambahan anggaran KONI juga ngak disetujui. Anggaran kita terdampak efisiensi hampir 60 persen. Dari Rp 25 Miliar menjadi Rp 10 Miliar lebih. Anggaran untuk memberangkatkan atlet ke Kejurnas pun ngak ada,” keluhnya.

“Kami menghadap (ke Gubernur) tidak seperti menghadap ke orangtua. Atlet – atlet itu juga punya mimpi. Orangtua harusnya mendukung, mensupport. Memberi solusi,” tambahnya dengan nada kesal.

Ada sempat saya rekam. Saya sempat diminta hapus,” kenang Marcos terkait pertemuan itu.

“Kecewa kami,” tambah Marcos emngulang soal hasil pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para pelatih juga mengusulkan bila memang keuangan daerah sednag defisit, pembayaran bonus PON bisa dilakukan secara bertahap.

Bisa di APBD murni 2025, kemudian ditambah lagi di APBD Perubahan 2025 atau di APBP murni 2026.

“Kita juga usul seperti itu. Pembayaran bertahap. Tapi, ya gimanalah. Susah,” kata pelatih tinju Riau, Darman Hutauruk pada Tribunpekanbaru.com.

Kisruh bonus atlet dan pelatih berprestasi ini terjadi karena adanya pengurangan anggaran bonus.

Saat ketok palu APBD murni 2025, Pemprov Riau menganggarkan bonus sebesar Rp 40 miliar.

Ini sesuai dengan janji gubernur Riau sebelumnya baik itu SF Hariyanto maupun Rahman Hadi.

Namun pada awal tahun 2025, anggaran bonus dirasionalisasi menjadi Rp 25 miliar.

Anggaran bonus ini untuk event PON 2024, Peparnas 2024, Pra Popnas 2024 dan Paralympic 2024.

Nah, bila anggaran Rp 25 Miliar didistribusikan untuk 4 event tersebut, maka atlet dan pelatih menerima dengan jumlah yang jauh dibawah Pergub juga mengalami penurunan hampir 50 persen dibanding bonus pada event yang sama sebelumnya, yakni PON 2021 dan juga Peparnas 2021.

Sumber : Tribunpekanbaru.

Olahraga, Pekanbaru, Riau

Navigasi pos

Previous Post: Breaking News: Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 Riau Dimulai, 8 Pelanggaran Jadi Prioritas
Next Post: Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Riau Beri Edukasi untuk Pelaku Usaha Mikro di Dumai

Related Posts

  • Catat Rinciannya! Baznas Riau Rilis Besaran Zakat Fitrah 2026 untuk Wilayah Pekanbaru Government
  • Rencana Aturan Baru: Mobil Dinas Pemprov Riau Wajib di Rumah Selama Jumat Hingga Minggu Government
  • Pemko Larang Truk Bermuatan Berat Lewat Jalan Dalam Kota Pekanbaru News Update
  • Afni Zulkifli Nyatakan Dukungan Penuh untuk Plt Gubri dalam Mengawal Program Strategis Nasional News Update
  • Kondisi korban yang terjerat kabel FO di Pekanbaru: masih mengalami trauma dan membutuhkan bantuan oksigen untuk bernapas. Riau
  • Harumkan Nama Riau, Tiga Atlet Tenis Junior PTPN IV Regional III Masuk Radar Skuad Timnas Indonesia 2026 News Update

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram
  • Seleksi Komisaris PT SPR Diperpanjang, Dorong Penguatan Kinerja BUMD
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Pulang dari Kuansing, Rapper AS Melly Mike Bikin Tato Garuda Pancasila di Kakinya Riau
  • Perda Baru Belum Jelas, Warga Usulkan Pemilihan RT/RW Pakai Aturan Lama Ordinary News
  • Lakukan Tanam dan Panen Cabe di Kelurahan Pekan Arba, Bupati Inhil Harapkan Hasil Bumi Masyarakat di Manfaatkan Oleh Dapur SPPG Ordinary News
  • Corporations and Abortion: A Perfect Storm of Controversy EVENT
  • Industri Kecantikan Tetap Tumbuh di Tengah Ekonomi Lesu Lifestyle
  • Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Rakyat di Wilayah Tertinggal, Prabowo Pimpin Program Government
  • Percayakan Transformasi Digital kepada Telkom, BPR Buana Arta Mulia Gunakan Layanan Indibiz Ordinary News
  • Telkom Riau Serahkan Bantuan Infrastruktur Digital Set DNA kepada SD IT Arsyad Islamic School Riau Ordinary News

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme