Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Pemprov Riau Salurkan Bantuan Puluhan Juta Rupiah di Safari Ramadhan Masjid Darussalam Government
  • Gubernur Abdul Wahid Minta Revitalisasi Sekolah ke Mendikdasmen RI Ordinary News
  • Langgar Aturan Ramadhan, Usaha Warung di Pekanbaru Kedapatan Jual Miras Tanpa Izin Business Today
  • Rupiah Masih Melemah, Simak Kurs USD-IDR di 5 Bank Besar Hari Ini Ordinary News
  • Pawai Takbir Pekanbaru, Wali Kota Agung Nugroho Apresiasi Jasa Plt Gubri SF Hariyanto Ordinary News

Plagiarisme di Industri Mode, Salah Kaprah yang Harus Dihentikan

Posted on 25 Agustus 202525 Agustus 2025 By Anisa

SMARTPEKANBARU.COM- Fenomena penjiplakan desain mode, baru-baru ini terjadi di lingkup industri fashion Indonesia. Hal ini mencuat setelah disampaikan oleh Pakar Fashion dan Komunikasi, Dino Augusto. “Tas kulit karya Peggy Hartanto dicopy oleh beberapa produsen lokal. Padahal, Peggy Hartanto bisa dibilang pionir yang menciptakan desain unik ini, desain yang menggunakan ikon love terbalik ini ternyata dilokalkan oleh produsen lokal,” ujarnya dikutip dari Instagram @dinoagusto, Kamis (21/8/2025). Fenomena ini memperlihatkan bahwa plagiasi masih dianggap lumrah dalam industri kreatif Indonesia, padahal praktik tersebut merugikan desainer sekaligus menghambat perkembangan inovasi.

Mengapa masih ada plagiarisme di industri mode?

Menurut Dino Augusto, persoalan ini berakar pada rendahnya literasi masyarakat terkait etika karya dan etika bisnis.

“Banyak dari mereka (para penjiplak) menjiplak karena melihat tren pasar sedang laku. Mereka meniru dari Pinterest, media sosial, atau influencer, tapi tidak tahu siapa desainer aslinya. Yang lebih parah, mereka tidak merasa itu salah atau tidak etis,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/8/2025).

Beda inspirasi dan plagiasi

Dalam dunia mode, inspirasi adalah hal yang wajar. Namun, Dino menegaskan bahwa inspirasi berbeda dengan plagiasi. Inspirasi seharusnya muncul dari banyak sumber dan diolah menjadi inovasi baru. “Kalau kemiripannya sampai 80 persen dengan satu produk tertentu, itu bukan lagi inspirasi, melainkan replikasi atau penjiplakan,” jelasnya.

Kenapa plagiasi dianggap wajar?

Dino mengatakan, banyak pelaku bisnis menganggap menjiplak desain sebagai strategi normal untuk mengikuti selera pasar. Mereka melihat apa yang laris, lalu memproduksinya kembali dengan harga lebih murah. Minimnya pendidikan integritas di industri kreatif membuat praktik ini semakin diterima. “Literasi etika bisnis masih sangat rendah. Akhirnya orang menganggap meniru adalah hal biasa,” ungkap Dino.

Dampak produk tiruan

Produk tiruan memang diminati karena menawarkan harga yang lebih terjangkau. Namun, konsekuensinya besar. Desainer asli kehilangan pengakuan sebagai pionir, sementara etika bisnis di Indonesia kian tergerus. “Dampak ekonomisnya pasti brand besar tersebut terkadang jadi tidak dikenal sebagai pionirnya, di sisi lain, etika berbisnis di Indonesia menjadi sangat dilumrahkan, yang sebenarnya bikin orang malas untuk berkarya lebih,” jelas Dino.

Upaya perlindungan karya desainer

Salah satu cara yang bisa dilakukan desainer adalah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Namun, Dino mengingatkan bahwa tidak semua kasus bisa ditindak hukum, apalagi jika hasil jiplakan tidak 100 persen identik. Oleh karena itu, desainer juga perlu membangun narasi brand yang kuat dan mengkampanyekan orisinalitas. “Pemberitaan dan narasi integritas brand penting supaya publik tahu siapa pemilik ide asli,” sarannya.

Peran influencer dan edukasi publik

Mirisnya, tak jarang para influencer justru ikut mempromosikan produk tiruan, baik sadar maupun tidak. Menurut Dino, pendidikan influencing sangatlah penting. “Pendidikan itu penting, dan pendalaman materi mereka dalam melakukan influencing tersebut hanya karena uang atau memang mereka beneran peduli dengan yang mereka sampaikan,” imbuhnya

Untuk jangka panjang, edukasi kepada masyarakat harus terus digalakkan. Media sosial maupun pendidikan formal dapat menjadi ruang untuk membedakan batas inspirasi dan plagiasi. “Harus terus digalakkan dalam sosial media dan pendidikan umum, mengenai garis batas penjiplakan dan terinspirasi. Bagaimana caranya untuk menghargai karya harus disampaikan dalam edukasi gimana pun caranya,” tegasnya.

Sumber : Kompas.com

Lifestyle

Navigasi pos

Previous Post: Pakar Gizi Ungkap Risiko Makan Nasi dan Mi Bersamaan dalam Jangka Panjang
Next Post: Kolaborasi Perdana Indonesia Caps Club, Rilis Koleksi Bones di HUT ke-80 RI

Related Posts

  • Ini Cara Melindungi Kulit dari Efek Blue Light Gadget Menurut Dokter Lifestyle
  • Apakah Manifesting Benar-benar Bisa Terwujud? Lifestyle
  • Jangan Sembarangan Memakaikan Kosmetik ke Kulit Bayi Lifestyle
  • Batik Merawit Jadi Tema Hari Batik Nasional 2025, Ini Maknanya Lifestyle
  • Menyamarkan Tanda Penuaan dengan Serum Kaviar  Lifestyle
  • 3 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimasak Menggunakan Air Fryer Lifestyle

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • SMART 101.8 FM Buka Lowongan Penyiar Lho… Minat? Olahraga
  • 150 Exhibitor Meriahkan SIEXPO 2025 di Riau, Dorong Target Produksi Sawit Nasional 100 Juta Ton Business Today
  • Tanda-tanda Jantung Bermasalah, Bisa menimbulkan Nyeri Dada dan Batuk Terus-menerus Health
  • Chief Information Technology Officer (CITO) Telkom Group ke Pekanbaru dan Diskusi di Outlet Telkomsel News Update
  • Ragam Penyebab Perdarahan Otak Seperti yang Dialami Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab Health
  • Komisi IV DPRD Riau Apresiasi Komitmen Gubernur dan Kapolda dalam Penanganan Karhutla News Update
  • Ekspor Riau Menguat, CPO dan Turunannya Jadi Penopang Utama Economy
  • BI Riau Kerjasama Dengan Buyer Malaysia Dukung UMKM Naik Kelas Economy

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme