Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • PT Indodharma Corpora Sepakati Penambahan Layanan Astinet Lite untuk Backup Operasional Pelabuhan Internasional Sekupang Ordinary News
  • Pertamina Patra Niaga Terus Tertibkan Operasional SPBE Business Today
  • Program Jelajah Anak Riau Resmi Diluncurkan oleh TP PKK Provinsi Riau News Update
  • Tim Satgas DLHK Kota Pekanbaru Jaring Angkut Sampah Ilegal Ordinary News
  • Yusril: Kasus Ongen Bermuatan Politik, Layak Dapat Amnesti dari Prabowo Government

Psikolog Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Parenting VOC

Posted on 12 Agustus 202512 Agustus 2025 By Anisa

SMARTPEKANBARU.COM- Pola pengasuhan anak atau parenting mengalami perkembangan seiring zaman.  Salah satu gaya asuh yang masih sering diterapkan oleh sebagian orangtua Indonesia adalah parenting VOC, yakni gaya pengasuhan otoriter yang kaku dan menekankan kepatuhan mutlak. Psikolog Meity Arianty membeberkan beberapa kelebihan dan kekurangan gaya asuh ini agar tidak berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Simak selengkapnya.

Kelebihan Parenting VOC

Meski dikenal sebagai gaya asuh otoriter, parenting VOC masih memiliki beberapa sisi positif, terutama dalam hal pembentukan disiplin anak.

1. Anak belajar taat dan disiplin

Pola asuh ini menekankan aturan yang ketat dan struktur yang jelas. Anak terbiasa dengan rutinitas, batasan, dan konsekuensi yang tegas jika melanggar.

Meski begitu, Meity mengingatkan, efektivitas pola asuh ini sangat tergantung pada konteks dan cara penyampaian orangtua.

“Pola asuh yang terlalu kaku dan menekan bisa berisiko munculnya perlawanan tersembunyi terhadap otoritas yang mengarah ke gangguan perilaku kelak,” jelas Meity saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/8/2025).

2. Orangtua memiliki kendali penuh

Parenting VOC cenderung memberi posisi dominan pada orangtua dalam pengambilan keputusan. Hal ini dapat berguna dalam situasi darurat atau saat anak masih sangat kecil dan belum mampu berpikir rasional.Namun, Meity menekankan bahwa pendekatan seperti ini tidak cocok jika diterapkan terus-menerus. “Anak-anak perlu mendapatkan bimbingan dengan kasih sayang, dialog terbuka,” imbaunya.

3. Anak terhindar dari perilaku di luar batas 

Dengan kontrol ketat dari orangtua, anak cenderung mengikuti norma dan nilai yang berlaku di rumah.  Cara ini bisa mencegah mereka melakukan hal-hal yang berisiko seperti kenakalan remaja atau penyimpangan sosial. Namun, sisi positif ini bisa berubah menjadi negatif jika anak tidak memahami alasan di balik aturan dan hanya patuh karena takut.

Kekurangan parenting VOC

Di sisi lain, gaya asuh yang meniru sistem otoriter kolonial ini juga menyimpan banyak kelemahan yang dapat menghambat perkembangan mental dan emosional anak.

1. Minimnya dialog antara orangtua dan anak

Parenting VOC cenderung satu arah, dengan orangtua sebagai pemberi perintah dan anak sebagai pelaksana.  Anak jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, bahkan untuk hal yang menyangkut dirinya sendiri.

“Di era modern ini, anak-anak perlu mendapatkan bimbingan dengan kasih sayang, dialog terbuka,” kata Meity. Tanpa dialog, anak tidak belajar cara berpendapat atau menyampaikan perasaannya secara sehat.

2. Anak tidak merasa dihargai

Karena hanya dituntut patuh tanpa ruang untuk menyampaikan pandangan, anak bisa tumbuh dengan rasa rendah diri. 

Hal ini dapat berbahaya karena bisa berujung pada hilangnya kepercayaan diri dan ketidakmampuan mengambil keputusan saat dewasa.

“Anak juga perlu mendapat penghargaan terhadap perasaan serta pendapat mereka agar mereka tumbuh menjadi individu yang percaya diri, kritis, dan mandiri,” tambah Meity.

3. Muncul perlawanan terselubung

Anak yang ditekan secara emosional sejak kecil bisa menyimpan perlawanan secara diam-diam. 

Menurut Meity, kondisi tersebut bisa muncul dalam bentuk perilaku pasif-agresif, bohong, atau bahkan membangkang saat usia remaja atau dewasa. “Pola asuh yang terlalu kaku dan menekan justru berisiko menimbulkan dampak negatif seperti kecemasan, rendah diri, bahkan perlawanan tersembunyi terhadap otoritas,” ungkap dia.

Alih-alih meniru sistem lama yang otoriter, Meity menyarankan orangtua untuk menerapkan pola asuh yang lebih demokratis dan komunikatif agar anak tumbuh sehat secara mental, emosional, dan sosial. 

Sumber : Kompas.com

Lifestyle

Navigasi pos

Previous Post: 1.470 Anak Putus Sekolah Dapat Bantuan Pemko, DPRD Pekanbaru Beri Dukungan Penuh
Next Post: DPD Himperra Riau Gelar Musda II: Fokus Pemilihan Ketua dan Program Strategis

Related Posts

  • Mengatasi Obesitas Tak Cukup Hanya Diet Ketat Lifestyle
  • Rahasia Rambut Tetap Nyaman dan Segar Sepanjang Hari di Bulan Ramadan Health
  • Jaga Kelancaran Pencernaan Saat Puasa, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Serat Buah dan Sayur Food
  • 8 Kebiasaan Orang IQ Tinggi Menurut Pakar, Ada yang Kamu Lakukan? Lifestyle
  • Sneakers KW Sedang Marak, Masyarakat Diminta Lebih Cermat Saat Belanja Lifestyle
  • Co-Parenting Setelah Bercerai Bisa Bikin Anak Bingung, Ini Saran Psikolog Lifestyle

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Karmila Sari Ajak Masyarakat Manfaatkan Beasiswa KIP Kuliah di STIKes Tengku Maharatu
  • DPRD Riau Tindaklanjuti Keluhan Warga Terkait Dampak Lingkungan Galian C
  • Komisi I DPRD Riau Angkat Isu Tanah BMN ke Plt Gubernur, Warga Minta Haknya Dipastikan

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Pengawasan Usaha Ramadhan, Pedagang Pasar Pekanbaru Diminta Tak Gunakan Bahan Berbahaya Business Today
  • Markas Grup 3 Kopassus Segera Dibangun di Dumai: Lahan Hibah Seluas 245,5 Hektare Government
  • BI Riau Soroti Dua Tantangan Ekonomi, REF 2025 Jadi Momentum Cari Solusi Economy
  • Pakaian Upacara Hari Guru Nasional 2025 Sesuai Ketentuan Kemendikdasmen Government
  • 6 Sirkuit MotoGP Habis Kontrak Tahun 2026: Ada Trek Favorit Marc Marquez, Mandalika Aman? Olahraga
  • Harga Bitcoin Sentuh 90.352 Dollar AS, Menguat 0,97 Persen pada Senin Pagi Ini Business Today
  • Kemenlu RI: Konflik Blok Ambalat Akan Diselesaikan Secara Baik-baik Government
  • Sebanyak 1.991 Petugas Kebersihan Pekanbaru Terima Bantuan Pekanbaru

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme