SMARTPEKANBARU.COM- Aksi demonstrasi berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Riau mulai pukul 08.00 WIB.
Demo ini terkait penolakan masyarakat untuk direlokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Sehubungan dengan itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru mengumumkan akan ada pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik jalan, Senin (8/9/2025).
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana menuturkan, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi.
Rekayasa ini bersifat situasional, tergantung kondisi di lapangan.
Ia menyebut, pengalihan arus ini juga bertujuan untuk memastikan kelancaran jalur vital, termasuk untuk ambulans, kendaraan objek vital, serta distribusi sembako dan BBM.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami imbau masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Adapun beberapa skema pengalihan yang akan diterapkan oleh petugas”
- Jika massa memenuhi Jalan Jenderal Sudirman, arus lalu lintas dari arah pusat kota akan dialihkan menuju:
- Jalan Mekar Sari, lalu ke Jalan Wonosari, sebelum kembali ke Jalan Jenderal Sudirman arah selatan.
- Jika Flyover Simpang Jalan Harapan Raya ditutup, ada beberapa alternatif yang bisa dilalui:
- Alternatif pertama, kendaraan dari Jembatan Siak IV menuju bandara akan diarahkan ke Jalan Harapan Raya terus ke Jalan Surabaya, Jalan Wonosari, dan Jalan Jenderal Sudirman.
- Alternatif kedua, rute lainnya adalah melalui Jalan Harapan Raya ke Jalan Lumba-lumba, Jalan Cemara, Jalan Rawamangun, Jalan Parit Indah, dan Jalan Jenderal Sudirman.
- Sementara itu, pilihan ketiga adalah melewati Jalan Harapan Raya, Jalan Kelapa Sawit, Jalan Rawamangun, Jalan Parit Indah, dan kembali ke Jalan Jenderal Sudirman.
- jika Simpang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Arifin Ahmad ditutup, arus dari persimpangan tugu adipura akan dialihkan menuju Jalan Arifin Ahmad, kemudian ke Jalan Paus/Jalan Soekarno Hatta, lalu ke Jalan Tambusai.
- Sementara jika flyover di depan Hotel Premier ditutup, kendaraan dari Jembatan Siak IV menuju bandara akan dialihkan:
- ke Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sultan Syarif Qasim-Jalan Diponegoro.
- Sebagai alternatif lain, pengendara bisa melalui Jalan Tambusai lalu ke Jalan Soekarno Hatta.
Tak hanya itu, Satlantas juga telah menyiapkan dua kantong parkir bagi peserta aksi, yaitu di Lapangan MTQ dan Halaman Taman Budaya.
Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga keselamatan, dan mencari jalur alternatif lain jika diperlukan, karena petugas di lapangan akan siap memberikan bantuan dan arahan.
Penolakan Relokasi Ini Lanjutan Sebelumnya
Demo terkait penolakan masyarakat dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ini juga sudah dilakukan Juli lalu.
Ribuan orang dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau pagi ini, Senin (21/7/2025).
Saat itu AMMP dalam surat pemberitahuan aksi yang dilayangkan kepada Kapolresta Pekanbaru, menegaskan bahwa masyarakat di Kecamatan Pangkalan Kuras dan Kecamatan Ukui tidak bersedia direlokasi dari permukiman yang mereka tempati sejak lama.
“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana relokasi yang tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan. Kami akan tetap bertahan di tanah kami,” tulis AMMP dalam tuntutannya.
Aksi ini akan digelar mulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Jalan Gadjah Mada Pekanbaru.
Massa akan membawa mobil komando, toa, spanduk, serta melibatkan media online dalam aksi penyampaian aspirasi tersebut.
Koordinator Umum AMMP, Wandri Saputra Simbolon, menyampaikan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk kesungguhan mereka dalam memperjuangkan hak hidup masyarakat yang kini merasa terusik dan terancam.
“Kami ingin pemerintah serius mendengar dan menangani persoalan ini. Jangan ada lagi keputusan sepihak yang mengorbankan rakyat kecil,” tegas Wandri.
Sumber: Tribunpekanbaru.com
