Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Dari Lemari ke Panggung Runway: Perjalanan Denim Lama Menjadi Karya Berkelanjutan Fashion
  • Transjakarta Sudah Beroperasi Normal Hari Ini Economy
  • Mentan Sebut Harga Beras Mulai Turun di 15 Provinsi, Klaim Stok Nasional Aman hingga Akhir Tahun Economy
  • Sebagian Surat Suara Tiba Di Kabupaten/Kota Riau
  • Bupati Herman Apresiasi Pelayanan Posyandu Serta Kukuhkan Pengurus Emak Sehat Se Kabupaten Indragiri Hilir   Indragiri

Pentingnya Terapkan Budi Pekerti pada Anak agar Mampu Berempati Saat Kelak Jadi Pejabat

Posted on 3 September 20253 September 2025 By Anisa

SMARTPEKANBARU.COM- Publik dibuat geram oleh tingkah para anggota DPR yang dinilai kurang berempati terhadap masyarakat. Padahal, mereka digaji oleh rakyat. Salah satu tugasnya pun adalah menyerap aspirasi rakyat untuk memperjuangkan hak rakyat. Sebagai orangtua, perilaku seperti itu tentunya mengkhawatirkan, karena sangat merugikan rakyat. Siapa tahu, anak tumbuh menjadi pejabat.

Lantas, bagaimana cara menerapkan budi pekerti pada anak sejak dini agar jika kelak mereka menjadi pejabat, mereka bisa menjadi pejabat yang penuh empati?

Aspek perkembangan moral

Psikolog klinis anak dan remaja dari Layanan Psikologi JEDA di Bandar Lampung, Nanda Erfani Saputri, M.Psi. menerangkan, empati, tanggung jawab, dan integritas, berkaitan dengan aspek perkembangan moral.

“Yang mana, dalam hal empati, misalnya, anak atau remaja memahami situasi, keadan orang lain, dan perasaan yang mungkin berkaitan dengan orang lain,” kata dia saat dihubungi Kompas.com pada Senin (1/9/2025).

Sementara dari sisi integritas adalah ketika anak bersikap jujur, bertanggung jawab dengan peran yang diemban, dan bisa dipercaya. Deretan karakter dasar yang berkaitan dengan aspek perkembangan moral ini, secara sederhana, mengacu ada anak belajar membedakan benar dan salah.

Konsep moralitas berkembang seiring waktu

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, konsep moralitas anak pun semakin berkembang.

“Artinya, kemampuan berpikirnya berkembang dan regulasi emosinya berkembang. Ini juga akan turut semakin berkembang kemampuan moralitasnya,” kata Nanda. Jadi, bagaimana anak melihat situasi dan memahami perasaan orang lain, ini akan berpengaruh ke perilaku yang ditunjukkan oleh anak ke luar. Lantas, bagaimana cara menerapkan budi pekerti pada anak, supaya mereka tumbuh menjadi sosok yang berempati dan bertanggung jawab, terutama ketika menjadi seorang pejabat?

Cara menerapkan budi pekerti

1. Ajak anak membantu orang lain

Psikolog anak di Mykidz Clinic, Gloria Siagian M.Psi., mengatakan bahwa orangtua bisa mengajarkan anak untuk berempati dengan mengajak mereka membantu orang lain. “Misalnya ikut turut membantu anak-anak yang kesulitan, mengajak ke panti asuhan, atau (ajak) bertugas melayani orang lain,” ujar dia saat dihubungi pada Minggu (31/8/2025).

2. Bicarakan tentang empati

Selanjutnya adalah mengajak anak berbicara tentang empati sembari melatih kepeduliannya terhadap orang lain.

“Misalnya, apa yang kamu rasakan kalau kamu jadi anak yang di panti asuhan? Atau bisa juga, apa rasanya kalau kamu yang dicubit sama anak itu?” tutur Gloria yang akrab disapa Anggi.

3. Jangan sungkan menegur anak

Anak yang berempati dengan orang lain tidak akan sombong, baik dalam perilaku maupun perkataan yang merendahkan orang lain. Anggi mengimbau agar ayah dan ibu tidak sungkan untuk menegur anak ketika mereka menunjukkan perilaku sombong.

“Contohnya anak kecil suka memamerkan barang yang dia punya. Bisa dikasih tahu bahwa dia enggak perlu pamer karena enggak semua orang punya, dan kasihan kalau anak lain jadi sedih karena enggak punya,” ucap dia.

4. Bersikap adil

Tak hanya empati, mengajarkan anak tentang keadilan juga tidak cukup hanya dengan nasihat. Menurut Nanda, orangtua perlu memberikan contoh yang lebih nyata, misalnya dengan bersikap adil kepada anak di rumah, jika anak memiliki kakak atau adik.

“Misalnya tidak membeda-bedakan sama kakaknya, sama adiknya,” ujar dia.

5. Ajarkan untuk meminta maaf

Apabila anak melakukan kesalahan, ajarkan mereka untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya, alih-alih bersembunyi di balik kalimat “Namanya juga masih anak kecil”.

6. Lakukan diskusi dua arah

Selain memberi tahu anak untuk meminta maaf ketika berbuat salah, ayah dan ibu juga sembari melakukan diskusi dua arah. Sebab, jika hanya memberi tahu bahwa ini salah dan itu benar, anak tidak akan memahami alasan di balik mengapa hal tersebut salah dan benar.

7. Ajarkan konsep tentang hak dan kewajiban

Kemudian adalah mengenalkan konsep tentang hak dan kewajiban. Misalnya, ketika anak meminjam barang dari temannya, ia wajib mengembalikannya.

“Misalnya mengerjakan PR, itu kan kewajiban untuk dilakukan, berarti anak benar-benar mengerjakannya. Tidak bertanya ke ChatGPT misalnya, atau meminta orangtua mengejakannya,” ujar Nanda.

8. Ajarkan untuk berbagi

Kemudian, anak juga perlu diajarkan untuk berbagi, baik ke teman, kakak atau adiknya, atau ke orang lain. Menurut Nanda, hal-hal simpel yang telah disebutkan di atas merupakan bibit-bibit kejujuran yang patut dipupuk di rumah, demi membentuk sosok anak yang berempati, bertanggung jawab, dan baik ke sesama.

“Ini bisa jadi pembelajaran sebagai orangtua bahwa menanamkan budi pekerti tadi itu bukan pekerjaan satu malam, ini pekerjaan yang panjang,” jelas dia. “Ibaratnya, ketika kita membangun sebuah bangunan, sedikit demi sedikit kita tanam dulu fondasinya dengan menciptakan lingkungan yang kondusif,” sambung Nanda.

Stimulasi perkembangan moral tersebut bisa membuat empati, tanggung jawab, dan integritas anak terasah. “Dan anak belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan yang ada di kesehariannya. Jadi, tentu orangtua juga perlu mawas diri dengan tingkah lakunya sehari-hari,” pungkas Nanda.

Sumber : Kompas.com

Lifestyle

Navigasi pos

Previous Post: Cara Mengajarkan Empati pada Anak di Tengah Gejolak Politik Menurut Psikolog
Next Post: Gubri Abdul Wahid Tinjau Harga Pangan, Blusukan ke Pasar Induk Saat Dini Hari

Related Posts

  • Langkah-langkah Mudah Aktifkan Meta AI di WhatsApp, Cara Menggunakannya di Handphone Lifestyle
  • 6 Tipe Kepribadian Kerja dan Karier yang Paling Cocok: Pekerja Cepat hingga Berorientasi pada Tujuan Lifestyle
  • Apakah Kosmetik dengan SPF Cukup untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV? Lifestyle
  • Ramalan 6 Shio yang Beruntung di Tahun 2026, Mendapatkan Kemakmuran dan Kelimpahan Rejeki Lifestyle
  • Kulit Pria Lebih Mudah Berminyak, Ini Perawatan yang Tepat Menurut Dokter Lifestyle
  • Komitmen Wanda Ponika pada Aktivitas Sosial Jadi Kegembiraan Tex Saverio Lifestyle

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Karmila Sari Ajak Masyarakat Manfaatkan Beasiswa KIP Kuliah di STIKes Tengku Maharatu
  • DPRD Riau Tindaklanjuti Keluhan Warga Terkait Dampak Lingkungan Galian C
  • Komisi I DPRD Riau Angkat Isu Tanah BMN ke Plt Gubernur, Warga Minta Haknya Dipastikan

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Beda Nasib Malaysia dan Indonesia di BWF WTF 2025: Merah Putih Nihil Wakil di Semifinal Olahraga
  • Telkom dan Kepolisian Daerah Riau Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi Ordinary News
  • KPU Provinsi Riau Gelar Rakorda Persiapan Pemungutan Suara Pemilihan Serentak Tahun 2024 Riau
  • Obama teams up to take aim at Trump EVENT
  • Manager Business Service Witel Riau Lakukan Kunjungan ke Sabrina Hotel Group untuk Bedah Proposal Layanan Managed Service dan Connectivity Ordinary News
  • Hadapi Demo 25 Agustus, Dasco Minta Anggota DPR Turun Temui Massa Government
  • ASKI Jakarta Gelar Sertifikasi Pelatih Karate, Dorong Pembinaan Lebih Terstruktur dan Berkelas Nasional
  • Flu Berkepanjangan Bisa Picu Pneumonia, Dokter Paru Ingatkan Jangan Anggap Remeh Health

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme