Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • JK: Akar Demonstrasi Berasal dari Masalah Internal, Bukan Pengaruh Asing Government
  • BPOM Pastikan Produk Blackmores yang Diduga Picu Keracunan di Australia Tak Terdaftar di Indonesia Health
  • Gubernur Abdul Wahid Tegaskan Komitmen Perkuat UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Riau Riau
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Stabil, Cek Update 22 Desember 2025 Business Today
  • Anggota DPR Peringatkan Kementerian Haji agar Hindari Praktik Korupsi Kuota Government

Cara Mencegah Anak Osteoporosis Sejak Dini, Ini Saran Dokter

Posted on 22 Oktober 202522 Oktober 2025 By Anjelina Laia

SMARTPEKANBARU.COM – Mencegah osteoporosis pada anak bisa dilakukan sejak dini. Tulang yang kuat pada masa kecil akan menjadi tabungan penting untuk masa depan.

“Anak dan remaja itu bisa tumbuh tulang padatnya optimal karena ini merupakan tabungan untuk mencegah terjadinya osteoporosis, patah tulang baik pada masa anak, remaja, maupun di masa tua nanti,” kata dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, dr. Frida Soesanti, SpA, Subsp Endo(K), PhD, dilansir dari Antara, Rabu (22/10/2025).

Menurut dr. Frida, di dalam tulang terdapat lempeng pertumbuhan (growth plate). Lempeng ini menentukan apakah anak masih bisa tumbuh tinggi atau tidak. Jika lempengnya sudah menutup, pertumbuhan tinggi badan akan berhenti.

“Jadi kalau dia 12 tahun semuanya udah nutup, dia akan nutup, enggak bisa nambah tinggi lagi,” tutur dr. Frida. 

Tulang anak juga mengalami dua proses penting yaitu modeling dan remodeling yang berlangsung terus-menerus hingga dewasa. Modeling adalah proses ketika tulang tumbuh panjang dan tebal, sedangkan remodeling adalah proses pergantian jaringan tulang lama dengan yang baru. Dr. Frida juga menggambarkan struktur tulang seperti sebuah rumah.

“Kalau kita umpamakan adalah tulang rangka kita ini kayak rumah, bagian mineralnya itu batu batanya, bagian kolagen itu semennya. Jadi bayangkan kalau rumah kita cuma batu batanya ditumpuk aja kena angin, roboh, supaya kuat maka batu batanya perlu direkatkan satu sama lain dengan menggunakan kolagen. Begitu juga dengan tulang kita,“ jelas dr. Frida.

Kapan kepadatan tulang mencapai puncak?

Kepadatan tulang (densitas tulang) tidak hanya bertambah panjang atau tebal, tapi juga meningkat dalam kekuatannya. Menurut dr. Frida, masa remaja adalah waktu penting ketika densitas tulang meningkat paling tinggi. Puncaknya terjadi pada usia 20 hingga 30 tahun, lalu secara alami menurun seiring bertambahnya usia.

Oleh sebab itu, masa anak dan remaja adalah waktu terbaik untuk membangun tulang yang kuat agar tidak mudah rapuh pada masa tua.

Faktor yang memengaruhi kepadatan tulang

Ada dua faktor yang memengaruhi kepadatan tulang yakni faktor genetik dan faktor lain. Faktor genetik tidak bisa diubah, tapi ada faktor lain yang masih bisa diperbaiki.

Menurut dr. Frida, beberapa hal penting yang harus diperhatikan, salah satunya pastikan pubertas anak berlangsung normal. Hormon estrogen pada perempuan dan testosteron pada laki-laki berperan penting karena keduanya merupakan hormon antiosteoporotik yang kuat.

Selanjutnya, pastikan buah hati rutin mengolah fisik. Olahraga membantu memperkuat tulang karena memberi tekanan mekanik (mechanical force). Aktivitas seperti lari, lompat tali, atau bermain sepak bola dapat merangsang tulang untuk menjadi lebih kuat.

Asupan nutrisi juga sebaiknya diperhatikan. Anak tidak boleh terlalu gemuk atau terlalu kurus. Nutrisi penting untuk tulang meliputi vitamin D, kalsium, magnesium, fosfat, zinc, serta cukup protein dan karbohidrat.

“Kalau yang penting sekali untuk tulang vitamin D harus optimal, kemudian kalsiumnya, dan mineral yang penting, magnesium, zinc penting,” ucapnya. 

Jenis osteoporosis pada anak

Osteoporosis pada anak terbagi dua jenis yakni primer dan sekunder.

Osteoporosis primer biasanya disebabkan oleh kelainan genetik, seperti osteogenesis imperfecta (OI).

Sementara itu, osteoporosis sekunder terjadi karena penyakit lain, seperti leukemia, rheumatoid arthritis, gangguan ginjal, atau kelainan hormon seperti pubertas yang terlambat.

Ciri-ciri anak dengan osteogenesis imperfecta bisa terlihat sejak dalam kandungan. Saat pemeriksaan USG, tulangnya tampak bengkok.

Setelah lahir, tanda lain seperti kaki atau tangan bengkok dan tinggi badan yang tidak bertambah normal juga bisa menjadi petunjuk.

“Begitu lahir, akan kelihatan juga tulangnya lebih bengkok-bengkok. Kalau ada keluarga yang punya riwayat yang sama ada kemungkinan bahwa bisa meningkatkan risiko, anak pendek terus kaki atau tungkai, lengannya bengkok-bengkok, itu ada kemungkinan juga bisa OI,” tutur dr. Frida.

Sumber : Kompas.com

Health, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Anggaran Mobil Dinas Maung Sudah Siap? Ini Kata Menkeu Purbaya
Next Post: Presiden Afsel Undang Prabowo Hadiri KTT G20 di Johannesburg November Ini

Related Posts

  • Layanan Kesehatan Pelalawan Disorot, Puskesmas Bunut Kosong Saat Pasien Kecelakaan Butuh Pertolongan Health
  • IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa, Investor Ritel Harus Apa? Business Today
  • APBD Perubahan Pekanbaru 2025 Sudah Ketuk Palu, Nilainya tak Dibacakan Dalam Paripurna Nasional
  • Kasmedi resmi nahkodai PWI INHU, Setelah dilantik dan dikukuhkan Ordinary News
  • Menyongsong 1 Januari 2026: Restorasi Fiskal dan Tantangan Industri Batubara Economy
  • SMKN 1 Tebingtinggi Juara LCTP 2025, DJP Riau Dorong Generasi Muda Sadar Pajak Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Karmila Sari Ajak Masyarakat Manfaatkan Beasiswa KIP Kuliah di STIKes Tengku Maharatu
  • DPRD Riau Tindaklanjuti Keluhan Warga Terkait Dampak Lingkungan Galian C
  • Komisi I DPRD Riau Angkat Isu Tanah BMN ke Plt Gubernur, Warga Minta Haknya Dipastikan

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Turun, Antam Stabil Economy
  • Kenapa Kesehatan Tulang Harus Dijaga Sejak Anak-anak? Ini Kata Dokter Health
  • Harga Emas di Pegadaian Belum Bergerak, Masih Bertahan di Level Rp 3 Juta per Gram Business Today
  • Piala Gubernur Riau U18 Masuk Babak Semifinal, Ini 4 Tim yang Lolos EVENT
  • BPBD Riau: Jumlah Karhutla Berkurang Drastis, Pemadaman Kini Fokus di Tiga Kabupaten Ordinary News
  • Resmi, Pertamina Luncurkan Anugerah Jurnalistik 2025 Ordinary News
  • AMCD Gelar Pertemuan dengan Anggota DPD RI Sewitri Ordinary News
  • Bansos Digital Mulai Diujicobakan, Kemensos Siapkan Pendamping untuk Warga Kurang Melek Teknologi Government

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme