SMARTPEKANBARU.COM – Menpora RI, Erick Thohir, bertemu dengan Ketua Komisi Olahraga Filipina guna membahas pengembangan olahraga menuju level Olimpiade. Pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dengan Ketua Komisi Olahraga Filipina (Philippine Sports Commission/PSC) Patrick Gregorio terjadi di Jakarta pada Minggu (19/10). Selain menjajaki peluang kolaborasi dua negara, Erick Thohir juga menyampaikan gagasan agar SEA Games ke depan menampilkan lebih banyak cabang olahraga Olimpiade. Perihal ini sempat jadi topik bahasan dalam pertemuan Menteri-Menteri Olahraga ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting on Sports/AMMS 8) di Hanoi, Vietnam.
“Kita sudah suarakan bahwa dari Indonesia menginginkan SEA Games harus mempertandingkan cabang-cabang yang ada di Olimpiade,” tutur Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.com, Rabu (22/10/2025).
“Insya Allah saya pada bulan Februari tahun depan akan mengundang seluruh menteri olahraga yang ada di Asia Tenggara untuk mulai mengomunikasikan hal ini,” ucap Menpora Erick Thohir pada Selasa (21/10). Ia menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari keinginan Indonesia untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga negara-negara Asia Tenggara di ajang global seperti Olimpiade. Erick Thohir lantas menyorot keberhasilan atlet Indonesia Rizki Juniansyah (angkat besi) dan Veddriq Leonardo yang menyabet emas di Olimpiade 2024 Paris.
“Kita bisa lihat bagaimana atlet senam Filipina pada Olimpiade kemarin dapat medali emas.” “Kita pun kini tidak hanya mendapat medali emas dari bulu tangkis, kita sudah mendapat dari angkat besi, dan juga tentu speed climbing.” “Negara-negara lain seperti Singapura sudah pernah juara Olimpiade melalui renang. Nah, hal-hal ini yang saya rasa kami perlu mengusulkan untuk Asia Tenggara lebih baik ke depan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut.
Filipina, yang akan menjadi tuan rumah ASEAN tahun 2026, berencana mengundang para menteri olahraga dari seluruh Asia Tenggara pada April mendatang untuk membahas agenda ini lebih lanjut.
Pentingnya Konsolidasi Negara ASEAN
Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal agar SEA Games benar-benar menjadi ajang yang mencerminkan kesiapan negara Asia Tenggara menuju prestasi Olimpiade. “Tentu prestasi para atlet Indonesia juga harus lebih baik lagi. Karena pasti dengan dorongan strategi besar SEA Games mencerminkan Olimpiade, semua negara Asia Tenggara akan refocusing strategi besar olahraganya,” ujar Erick Thohir.
Ia menegaskan bahwa atlet Indonesia juga mesti meningkatkan kualitas agar tidak tertinggal dalam persaingan di kawasan ASEAN. “Nah, kalau kita ketinggalan, jangan kaget bila nanti perolehan emas negara-negara Asia Tenggara lebih banyak dari Indonesia di Olimpiade. Ini yang harus kita jaga sebagai negara yang besar dan kuat,” kata eks Presiden Inter Milan itu.
Ketua Komisi Olahraga Filipina, Patrick Gregorio, menilai konsolidasi antarnegara ASEAN, dalam konteks ini Indonesia dan Filipina penting demi menyasar prestasi yang lebih baik di level Olimpiade. “Kesuksesan Olimpiade Filipina dan Indonesia adalah kesuksesan Asia Tenggara. Bersama kita akan membangun hubungan yang lebih kuat dan padu dalam kompetisi internasional,” kata Gregorio.
sumber ; kompas.com
