SMARTPEKANBARU.COM – Empat pesenam putra Indonesia tak bisa melangkah lebih jauh di ajang 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship 2025 atau Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 (Jakarta Gymnastics 2025) yang digelar di Indonesia Arena, Senin (20/10/2025). Wakil Indonesia akhirnya memulai aksinya di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025. Tergabung di Subdivision 7, empat pesenam putra tampil pada hari kedua Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 dari sesi kualifikasi.
Mereka adalah Joseph Judah Hatugoan, Agung Suci Tantio Akbar, Abiyu Raffi, dan Satria Tri Wira Yudha.
Sayangnya, tak ada satu pun dari mereka yang berhasil meraih tiket lolos ke putaran final All-Around. Abiyu Raffi yang mencatatkan nilai terbaik hanya mampu finis di peringkat ke-48 dengan koleksi 69,197 poin usai memainkan enam alat.
Abiyu mengumpulkan 13,066 poin pada nomor senam lantai, kemudian 9,566 pada kuda-kuda pelana, 9,366 poin pada gelang-gelang, 13,966 poin pada kuda-kuda lompat, 10,733 poin pada palang bertingkat, dan 12,500 poin pada palang tunggal.
Abiyu Raffi mengaku tak puas dengan hasilnya. Namun, dia menganggap ini sebagai sebuah pembelajaran dan pengalaman berharga mengingat di antara pesaingnya ada yang sudah merasakan medali emas Olimpiade, seperti Shinnosuke Oka dan Daiki Hashimoto. “Mungkin (penampilan) tadi masih terlalu tegang karena (ini) Kejuaraan Dunia senior pertama kami. Kalau junior sudah pernah, cuma ini kayak lebih tegang, gugup pastinya, karena kita tuan rumah harus mempersiapkan semaksimal mungkin,” kata Abiyu dalam sesi konferensi pers usai menjalani kualifikasi. “(Dapat) pengalaman mental sih. Terus lawannya juga para Olimpian semua kan, jadi seperti banyak belajar. Evaluasi lagi setelah ini sudah pasti, target berikutnya tidak di sini saja,” lanjut dia.
Sementara, pesenam tuan rumah dengan peringkat terbaik kedua adalah Satria Tri Wira Yudha yang menempati peringkat ke-65. Dia mengoleksi 46,498 poin hasil dari bermain di empat alat. Pada nomor senam lantai, Yudha mendapat 10,766 poin, kemudian meraih 12,535 poin pada kuda-kuda lompat, mendapatkan 11,666 poin pada palang bertingkat, dan 11,533 poin pada palang tunggal. Dua pesenam putra lainnya, Agung dan Joseph, menyudahi kualifikasi dengan menempati peringkat 238 dan 246.
Agung mengumpulkan nilai 11,133 poin dan Joseph 08.000 poin.
Satu Wakil Absen Sebenarnya, Indonesia memiliki satu wakil lainnya, yakni Muhammad Aprizal.
Namun, dia batal bertanding lantaran mengalami masalah kebugaran. “Untuk Aprizal sebelum datang ke sini memang sudah flu. Kami sudah lapor ke dokter karena sudah minum obat. Flunya lumayan berat tapi kita juga harus hati-hati dengan doping. Kami sudah konsultasi,” kata pelatih senam putra, Ferrous One Willyodac. “Waktu sudah tiba, flunya mereda. Tapi, menjelang tampil, ternyata meriangnya muncul dan ada terasa sakit di tulang sampai tadi pagi, terasa pusing dan mual juga sehingga tidak mungkin tampil,” jelasnya.
Wakil Indonesia masih akan melanjutkan perjuangan di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 pada hari ketiga alias esok hari, Selasa (21/10/2025). Tiga pesenam putri, yakni Alarice Mallica Prakoso, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis akan unjuk kebolehan di Subdivision 7 yang akan dimulai pada pukul 15.00 WIB.
sumber ; kompas.com
