SMARTPEKANBARU.COM – Masalah stunting hingga gizi buruk masih menjadi pekerjaan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Untuk itu, TP PKK Provinsi Riau menggodok sebuah program bernama Gempita Riau, yang diyakini dan diharapkan bisa menjadi salah satu jalan penyelesaian dalam mengatasi masalah tersebut.
Program Gempita Riau hadir dengan melihat masalah stunting di Riau masih belum teratasi. Untuk itu, TP PKK Provinsi Riau melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra pentahelix yang ada Bumi Lancang Kuning.
Dengan begitu, Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru, yang juga merupakan Pakar Anak Riau, Rifa Yanti, menyambut baik dan mendukung program Gempita Riau yang telah diinisiasi oleh Ketua TP PKK Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid.
Menurut Rifa, stunting, gizi buruk, ataupun anak gagal tumbuh adalah masalah yang tidak bisa dikerjakan oleh hanya satu pihak saja, namun harus diselesaikan dengan cara kolaborasi dan kerjasama banyak pihak tidak terkecuali perguruan tinggi.
“Kami dari perguruan tinggi menyambut baik adanya program ini, sebab masalah stunting harus diselesaikan dengan cara kolaborasi, ” ujarnya dalam acara Dialog Interaktif Pekanbaru dengan tema Sinergitas TP PKK Provinsi Riau dan mahasiswa dal Gempita Riau, bersama RRI Pekanbaru, Selasa (21/10/26).
Dikampusnya, Rifa menyebut masalah stunting juga masuk dalam sub bidang studi. Sebab menurutnya, para mahasiswa juga wajib dan berhak tau apa itu stunting dan dampaknya bagi kehidupan.
“Pembelajaran khususnya untuk stunting di kampus memang ada, contohnya untuk program studi kesehatan masyarakat, ada gizi, terus ada beberapa permasalahan-permasalahan besar yang terjadi di Indonesia, salah satunya anak gagal tumbuh atau gangguan gizi atau yang disebut spesifiknya dengan stunting. Ini menjadi salah satu mata pelajaran yang memang mahasiswa wajib tahu, mulai dari bagaimana pengertian, tanda-tanda, faktor lain, dan sebagainya, ” jelas Rifa.
Dengan adanya program Gempita Riau, Rifa berharap masalah stunting di Riau betul-betul dapat teratasi, dan mahasiswa sebagai Kakak Asuh Stunting juga dapat memberikan ilmu dan memainkan perannya dilapangan untuk bersama menjaga prevalensi stunting Riau tidak naik.
Sebelumnya, TP PKK Provinsi Riau dan TP Posyandu Provinsi Riau telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan 15 perguruan tinggi negeri dan swasta di Riau, serta beberapa mitra pentahelix.
Kerjasama tersebut bertujuan untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Provinsi Riau.
Sumber : Mediacenter Riau
