Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Ketua RT Ngaku Tak Tahu, Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Subsidi 3 Kg di Pekanbaru Ordinary News
  • Wali Kota Agung Nugroho Kecam Keras Perselingkuhan di Kalangan ASN Pemko Pekanbaru Ordinary News
  • Disdikbud Pelalawan Riau membeberkan alasan di balik keterlambatan pembayaran gaji Guru Honorer selama sebulan terakhir Business Today
  • DPRD Pekanbaru Sebut BPJS PBI Tak Aktif Banyak Dikeluhkan Warga Government
  • Telkom Riau Serahkan Bantuan Infrastruktur Digital Set DNA kepada SD IT Arsyad Islamic School Riau Ordinary News

Dari Tradisi ke Kontemporer, Pameran Seni Ini Soroti Perempuan sebagai Empu Masa Kini

Posted on 20 November 202520 November 2025 By Ghina Raudathul Jannah

SMARTPEKANBARU.COM – Karya seni rupa Per’EMPU’an yang menghadirkan penafsiran ulang atas makna empu sebagai simbol perempuanNusantara dipamerkan di  Amuya Gallery, Kemayoran, Jakarta Pusat.  

Gelar empu dalam tradisi Jawa tidak hanya merujuk pada ahli pembuat keris atau manuskrip, tetapi juga pada sosok yang dihormati karena keluasan ilmu, kearifan spiritual, dan ketajaman rasa. 

Pameran yang diadakan Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana (FDSK UMB) dibuka Sabtu (15/11/2025) lalu menghidupkan kembali konsep tersebut menggambarkan perempuan masa kini sebagai penjaga pengetahuan, pencipta makna, dan pemikul peradaban.

Makna empu menjadi pijakan tematik bagi para perupa dalam memotret perempuan sebagai figur yang bekerja dalam senyap, tetapi menentukan arah budaya. 

Kurator menempatkan gagasan perempuan sebagai empu kontemporer bukan sekadar simbol ketekunan, tetapi juga representasi agensi, kepakaran, dan kemampuan mencipta dalam berbagai medium.

Kehadiran perupa senior Irma Hardisurya memperkuat fondasi historis gagasan tersebut.

Karyanya, “Kursiku, Singgasanaku” (2023), diposisikan sebagai penanda bahwa ruang personal perempuanmerupakan wilayah otonomi yang memberi legitimasi pada kepakaran dan kebijaksanaan—dua kualitas yang sejak dulu dilekatkan pada seorang empu.

Pembacaan ulang konsep empu tampak dalam berbagai karya yang melihat perempuan sebagai penjaga tradisi dan penafsir zaman.

Rika Hindraruminggar, melalui dokumenter “Peramu Jamu”, menampilkan praktik meracik jamu sebagai ritual yang diwariskan turun-temurun.

“Perempuan sebagai penghubung kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya,” kata Rika.

Wilsa Pratiwi, lewat ilustrasi makanan tradisional dalam Dari Dapur ke Budaya, menegaskan peran dapur sebagai ruang tempat perempuan selama ini membangun dan melestarikan identitas kuliner Nusantara.

Dalam karya Mira Zulia Suriastuti, “Leluri Rupa Perempuan”, kayu menjadi medium yang merekam gerakan tangan perempuan, seolah membuktikan bahwa jejak perempuan tersimpan dalam benda-benda sehari-hari. 

Adapun Fatimah Yasmin Hasni melalui “Secarik Kenangan, Aroma Kain” menggunakan aroma kain dan simbol gawangan ukir.

“Saya ingin  menunjukkan bagaimana warisan batik perlahan memudar tanpa peran aktif perempuan sebagai pewaris budaya,” katanya.

Sementara itu, penafsiran kontemporer tentang empu hadir melalui eksplorasi identitas, tubuh, dan kebebasan.

Anggi Dwi Astuti memadukan tradisi dan mode adibusana sebagai pernyataan bahwa perempuan masa kini menegosiasikan makna dirinya melalui medium pakaian.

Nina Maftukha dengan patung biru kobalt berkepala ganda dan caping, mematahkan stereotip perempuan ideal, sebuah langkah kritis yang menunjukkan bahwa kepakaran perempuan tidak dapat dibatasi oleh tatapan luar.

Kritik sosial diperkuat Nukke Sylvia, yang menampilkan figur Janin Emas sebagai metafora terhadap pengambilalihan identitas di bawah kapitalisme.

Chandrarezky Permatasari melalui “Air Mata Pertiwi” menggugat ikonografi Ibu Pertiwi yang kerap membebani tubuh perempuan sebagai representasi bangsa.

Dua karya ini memperluas konsep empu sebagai sosok yang tidak hanya merawat budaya, tetapi juga berani menegur ketidakadilan sosial.

Dimensi spiritual dan mitologis juga hadir dalam karya Dwi Susilawati, “Mythos”, yang menggambarkan perempuan sebagai dewi dan entitas alam dalam siklus abadi kehidupan.

Di sisi lain, Vania Aqmarani Sulaiman menegaskan perempuan sebagai empu kontemporer melalui perhiasan logam, membawa gagasan bahwa “seribu peran dalam satu jiwa” adalah bentuk kemewahan eksistensial yang hanya dimiliki perempuan.

Penutup pameran dihadirkan melalui video art “CINTA” karya Novena Ulita, yang menempatkan dapur sebagai locus of change, menunjukkan bahwa transformasi besar kerap berangkat dari tindakan kecil perempuan sehari-hari.

Pameran Per’EMPU’an pada akhirnya menegaskan bahwa di balik keragaman medium dan estetika, pusat narasinya tetap sama: perempuan adalah empu yang merawat, menafsirkan, dan membentuk wajah kebudayaan Nusantara.

Sumber : Tribunnews.com

Lifestyle, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Aksi Unjuk Rasa di Kejati Riau, Pertemuan Tertutup Kajati dan Perwakilan Massa Aksi TNTN
Next Post: Zumba Jadi Olahraga Menyenangkan yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Related Posts

  • Dirjen Pajak Klaim Coretax Makin Baik, DPR Cecar Minta Bukti Business Today
  • Pesta Literasi Indonesia ” Cerita Khatulistiwa ” meriahkan Riau Creative Hub Ordinary News
  • Kejari Akan Lakukan Penuntutan Terpisah Terhadap Anggota DPRD Kampar Irwan dalam Korupsi Dana KUR Government
  • Sisi Lain Kehidupan Pengemis di Pekanbaru, Bisa Dapat Hingga Rp 600 Ribu dalam Sehari Ordinary News
  • Pemprov Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dengan Tanam Pohon Ordinary News
  • Kriteria Pekerja dengan Gaji hingga Rp 10 Juta yang Bebas Pajak Business Today

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Tingkatkan Layanan Digital Kejaksaan, Telkom Riau Perkuat Kolaborasi Bersama Kejari Natuna News Update
  • DPRD Pekanbaru Desak Pemko Bentuk Tim Usut Dugaan Pungli THL di RSD Madani News Update
  • Pemerintah Buat Aturan Baru soal LPG 3 Kg, Penyaluran Bakal Berbasis NIK Business Today
  • Musik Lembut dan Ceria Bisa Mengatasi Mabuk Perjalanan, Ini Kata Pakar Health
  • Alami Penurunan Rp 87,8 Miliar, DPRD Pelalawan Sahkan APBD-P 2025, Ini Rinciannya  Riau
  • Perbaikan Jalan Lintas Rantau Berangin – Rohul Mulai Dikerjakan, DPRD Riau Minta Warga Bersabar Ordinary News
  • Kadiskominfo Kampar dan Diskominfotik Riau Bahas Pengelolaan Data serta Layanan Publik Digital Kampar
  • BI Riau Luncurkan Gerakan SERUMPUN, UAS : Sedekah Semakin Mudah Lewat QRIS di Riau Ordinary News

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme