Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Amran Sebut Beras Dalam Negeri Bisa Penuhi Kebutuhan Kepri, Tak Perlu Impor Business Today
  • Siswa SRMP 3 Pekanbaru Sambut Hari Pertama MPLS Bersama Wali Kota News Update
  • Lelang 20 Jabatan Kepala OPD Riau Dibuka! Gubri Cari Pejabat Berintegritas dan Kompeten Ordinary News
  • Canva, Roblox, Snapchat Ramai-ramai Down di Indonesia dan Berbagai Negara Internet
  • Pemprov Riau Gelar Roadshow Gebyar Perizinan untuk Percepat UMKM Naik Kelas Ordinary News

APBN Regional Riau Defisit di Awal 2026, Penerimaan Negara Turun 11,70 Persen

Posted on 26 Februari 202626 Februari 2026 By Nayla Arrahmi Rizkia

SMARTPEKANBARU.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Riau hingga 31 Januari 2026 menunjukkan tekanan pada sisi penerimaan, meskipun belanja pemerintah meningkat cukup tajam. Penurunan pendapatan terutama dipicu melemahnya penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau, Heni Kartikawati, menyampaikan bahwa hingga akhir Januari 2026 realisasi pendapatan negara tercatat Rp2.067,07 miliar atau mengalami kontraksi 11,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sampai dengan 31 Januari 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.067,07 miliar atau terkontraksi sebesar 11,70 persen (y-o-y). Hal ini dipengaruhi oleh penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi cukup dalam yaitu 35,43 persen (y-o-y),” ujar Heni Kartikawati, Rabu (25/2/2026).

Di sisi lain, penerimaan perpajakan justru mencatatkan peningkatan pada awal tahun. Total pendapatan pajak mencapai Rp1.373,78 miliar atau tumbuh 15,42 persen secara tahunan.

“Pendapatan pajak pada awal tahun ini menunjukkan tren positif dengan tumbuh 15,42 persen (y-o-y) atau sebesar Rp1.373,78 miliar. Hal ini ditopang dari sektor PPh dan PPN yang masing-masing tumbuh 20,05 persen dan 24,31 persen (y-o-y),” jelasnya.

Namun, beberapa jenis pajak lainnya mengalami penurunan cukup tajam.

“Perlu menjadi perhatian bahwa penerimaan PBB dan Pajak lainnya justru terkontraksi sebesar 129,27 persen serta 832,47 persen,” tegasnya.

Penurunan terbesar terjadi pada sektor kepabeanan dan cukai yang terdampak melemahnya ekspor komoditas tertentu, terutama produk turunan kelapa sawit.

“Penerimaan Bea Cukai mengalami kontraksi sebesar 35,43 persen (y-o-y) atau senilai Rp595,41 miliar, menyusul turunnya cukai dan bea keluar masing-masing 85,89 persen dan 36,14 persen. Hal ini dipengaruhi karena turunnya tonase ekspor dan penggunaan kolom tarif bea keluar CPO dan produk turunannya dibandingkan Januari tahun sebelumnya,” terang Heni.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp98,76 miliar atau meningkat 21,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya PNBP Lainnya sebesar 31,07 persen atau senilai Rp82,11 miliar,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, belanja negara mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir Januari 2026, total belanja negara mencapai Rp2.838,51 miliar atau tumbuh 40,50 persen secara tahunan.

“Belanja Pemerintah Pusat tumbuh 39,11 persen atau senilai Rp354,70 miliar seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang masing-masing tumbuh 27,56 persen dan 105,69 persen (y-o-y),” kata Heni.

Dengan kondisi pendapatan yang menurun dan belanja yang meningkat, APBN Regional Riau mencatat defisit sebesar Rp771,44 miliar pada awal tahun ini.

“Sampai dengan akhir Januari 2026, realisasi APBN Regional Riau mencatatkan defisit sebesar Rp771,44 miliar. Defisit ini lebih tinggi dari tahun lalu pada periode yang sama yang masih surplus Rp321,66 miliar,” ungkapnya.

Meski demikian, sektor perdagangan luar negeri masih menunjukkan kinerja yang kuat. Pada Desember 2025, neraca perdagangan Riau mencatatkan surplus USD2.019,67 juta.

“Nilai ekspor Desember 2025 sebesar USD2.158,82 juta atau naik 32,54 persen (m-to-m), sedangkan impor sebesar USD139,15 juta atau naik 36,50 persen (m-to-m). Secara kumulatif sampai Desember 2025, neraca perdagangan Riau surplus USD19.729,20 juta,” jelas Heni.

Ia juga menyebut bahwa fluktuasi harga komoditas sawit turut memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk harga di tingkat petani.

“NTP kembali naik menjadi 188,87 pada Januari 2025 setelah bulan sebelumnya mengalami penurunan,” tutupnya.

Secara keseluruhan, tekanan pada penerimaan negara dan peningkatan belanja membuat kondisi fiskal awal tahun mengalami defisit, sehingga pengelolaan anggaran yang cermat menjadi penting untuk menjaga stabilitas keuangan negara di wilayah Riau.

Sumber: Media Center Riau

Economy, Riau Tags:APBN RIau, Bea Cukai, Defisit Anggaran, Ekonomi RIau, Ekspor CPO, PAjak, Pendapatan Negara, PNBP

Navigasi pos

Previous Post: Hitung Mundur Negosiasi Iran-AS, Jerman dan Australia Imbau Warganya Tinggalkan Israel-Lebanon
Next Post: Pemprov Riau Tebar Bantuan Puluhan Juta untuk Masjid dan Anak Yatim di Bukit Kapur

Related Posts

  • Tiket Pesawat ke Pekanbaru Melonjak Jelang Lebaran 2026, Permintaan Meningkat Economy
  • Bitcoin Tertekan di 88.750 Dollar AS, Pasar Kripto Bergerak Fluktuatif Business Today
  • Karena Infrastruktur Pacu Jalur Belum Memadai, Pemkab Kuansing Riau Ajukan Bantuan ke Pemerintah Pusat Ordinary News
  • Pendaftar dari Luar Provinsi Ramaikan Seleksi Pengisian Jabatan Eselon II Pemprov Riau Riau
  • Anggota DPR dan DPD RI Asal Riau Siap Wujudkan Daerah Istimewa Riau Economy
  • Harga Karet Kuansing Turun Tipis, Sawit Swadaya Justru Naik Business Today

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram
  • Seleksi Komisaris PT SPR Diperpanjang, Dorong Penguatan Kinerja BUMD
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Ikut Rapat Inflasi Daerah, Menkeu Purbaya Soroti Surplus Anggaran Rp 3 Triliun di Bojonegoro Economy
  • Di Usia 26 Tahun, Capaian Pembangunan di Atas Rata-Rata, Siak Menjadi Pilar Ekonomi Riau Ordinary News
  • Gubernur Riau Abdul Wahid Ajak Masyarakat Riau Bukber Bersama UAS di Masjid Raya Annur pada 2 Maret Mendatang News Update
  • Inspektorat Kampar Bidik SDN 021 Tarai Bangun yang Viral, Panggil Disdikpora Soal Dugaan Pungutan Government
  • Ditemukan! Modus Baru Penipuan Mengatasnamakan DJP Economy
  • Kemenlu: Jenazah Staf KBRI Zetro Purba Akan Segera Dipulangkan dari Peru Government
  • Diklat Paskibraka 2025 Resmi Dibuka, Pemprov Riau Siapkan Generasi Muda Berkarakter Government
  • Kejagung Klarifikasi: Unsur Korupsi Tak Terbatas pada Keuntungan Pribadi Government

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme